Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Gunawan

Blogger & Praktisi IT @GUNWANug https://www.facebook.com/gunawankompasianer PIN BB 7961DB9F

10 Kicauan SBY Tentang UN 2013

REP | 17 April 2013 | 04:34 Dibaca: 851   Komentar: 25   5

Sejak Presiden SBY punya twiter, jagad twiter jadi heboh. Bahkan hanya beberapa jam saja followernya sudah bejibun. Gak heran namanya juga presiden yang punya twiter. Lain dengan twiter saya yang cuma diikuti oleh 39 orang sudah hampir setahun saya punya twiter hehe.

Beragam alasan orang-orang memfollow twiternya pak SBY, ada yang memang pengagum beliau, bahkan ada yang hanya mengolok-ngolok dan mengkritik beliau melalui twiter ini.

Jika kita telusuri semua yang retwet dalam percakapan, ada yang serius ada yang juga bikin ngakak. Itulah sosial media, tak bisa dibendung apalagi di twiter, kicauan kita tidak bisa dihapus. Maka hati-hatilah dalam berkicau.

Langsung saja pada topik, saya mengamati selama berlangsungnya UN 2013 ini yang boleh dibilang lebih canggih dan sulit untuk ditukangi. Tapi ada saja kecurangan yang dilakukan oleh manusia-manusia yang memang pada dasarnya sudah rusak mental dan akhlaknya.

Fenomena terlambatnya soal UN dan ditundanya UN di 11 provinsi menjadikan SBY galau dan mengeluarkan kicauan di twitter sampai sepuluh kali. Ini dia screen shootnya.

Kicauan pertama dan kedua ini SBY memanggil mendikbud M.Nuh untuk mengetahui apa yang dilakukan. Kemudian SBY menginstruksikan 3 hal apa saja kurang jelas. Intinya untuk mengatasi keterlambatan yang tidak perlu terjadi itu.

Kicauan SBY selanjutnya yang ke-4 sampai ke-6 pada intinya untuk mengatasi masalah itu dengan segera, sampai-sampai pesawat tempur TNI AU diperbantukan untuk mengangkut soal UN yang telat agar segera diangkut ke 11 propinsi itu.

Selanjutnya SBY menekankan agar untuk UN SMP jangan sampai ada keterlambatan soal lagi. SBY memerintahkan agar persiapan dilakukan dari sekarang juga.

Kicauan ke-7 sampai ke-10, SBY mencurigai adanya penyimpangan di percetakan sehingga bisa terlambat atau karena faktor teknis. Kemudian SBY meminta mendikbud bekerja sama dengan para kepala daerah. Bahkan SBY menganggap ini adalah keadaan “darurat” dalam tanda petik maaksudnya pa saya juga tidak tahu. Juga harus didirikan posko dalam tanda petik yang maksudnya mungkin untuk tanggap darurat UN.

Sedangkan kicauan yang ke-10 SBY minta maaf dan mengucapkan terimakasih kepada yang telah membantu untuk mengatasi keterlambatan dan juga yang telah memberi masukan melalui akun twiter @SBYudhoyono.

Wajar presiden SBY minta maaf. Karena semua yang dilakukan aparat dibawahnya seperti menteri dan lainnya merupakan tanggung jawab beliau sebagai presiden. Tapi apakah dengan minta maaf masalah selesai?

UN dari awal memang telah bermasalah dan pemerintah tetap saja ngotot mempertahankan UN ini. Tapi walaupun begitu kita harus mengapresiasi presiden kita bapak SBY yang sudah bekerja keras menyelesaikan masalah UN ini dengan berkicau melalui akun twiternya sampai sepuluh kali.

Salam-Kompasiana.

Sumber gambar: Screenshoot twitter.com

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 11 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 12 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 12 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 12 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: