Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Bahasa Kita

Kami cinta bahasa Kami ingin menulis bersama Kami ingin belajar bersama Kami ingin berbagi

Dampak Positif dan Negatif Jejaring Sosial Bagi Anak Remaja

REP | 17 April 2013 | 10:52 Dibaca: 2816   Komentar: 0   0

Facebook, twitter dan situs jejaring sosial yang lainnya saat ini merupakan aplikasi teknologi yang sedang digemari kalangan remaja termasuk juga anak-anak. Dengan situs jejaring ini kita dapat memperluas pertemanan baik secara kekerabatan maupun dengan masyarakat luas, bukan hanya dalam ruang lingkup lingkungan tempat tinggal saja tetapi dari berbagai macam kalangan, lingkungan maupun status sosial. Hal tersebut menjadi suatu keharusan bagi remaja untuk memilikinya.

Dengan adanya hal tersebut situs jejaring sosial ini mengakibatkan dampak yang positif maupun negatif. Dampak positif dari jejaring sosial diantaranya sebagai sarana untuk mempromosikan iklan yang belakangan ini disebut jual beli online, ada pula yang membuat grup atau komunitas untuk bertukar informasi dan juga memperluas pertemanan. Selain itu jejaring sosial juga dapat mempertemukan tali persaudaraan yang sudah lama tidak bertemu atau sempat putus.

Dampak negatif jejaring sosial bagi remaja dan anak-anak adalah dengan situs jejaring sosial yang mereka miliki mereka akan merasa kecanduan dan tidak mengenal waktu karena mereka harus update terhadap situs jejaring sosial yang mereka miliki. Belakangan ini marak kasus penculikan terhadap gadis remaja setelah berkenalan lewat jejaring sosial, ada pula yang melarikan diri atau kabur dari rumah setelah berkomunikasi dengan teman jejaring sosialnya. Dampak negatif situs jejaring sosial juga nampak dalam perubahan sikap yang ditunjukan setelah remaja tersebut kecanduan jejaring sosial diantaranya mereka menjadi malas karena terlalu asyik dengan jejaring sosial, mereka juga lupa akan kewajiban mereka sebagai pelajar. Selain itu mereka juga akan bersikap egois, tidak peduli dengan lingkungan sekitar karena waktu yang mereka miliki dihabiskan untuk internet. Adapun solusi yang dapat mengatasi dampak negatif jejaring sosial tersebut adalah :

1. Membatasi waktu mengakses jejaring sosial dengan mencari kesibukan yang positif.

2. Bersikap waspada dan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru kita kenal.

3. Menggunakan bahasa dan perkataan yang sopan dalam menggunakan jejaring sosial.

4. Tidak lupa bersosialisasi di kehidupan nyata agar tidak terpengaruh terhadap dunia maya.

Maka dari itu perlu ada peranan dan kesadaran dari berbagai pihak untuk membina generasi penerus bangsa agar tidak terpengaruh terhadap hal yang merugikan dan melanggar norma masyarakat.

Selvi Indriani

1003967

3 IPS

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 10 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 11 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 12 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: