Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kesha Meisatu

Pengamat kebijakan Politik Islam, Indonesia, Amerika Non Mainstream. jangan berharap tulisan saya seperti kebanyakan media selengkapnya

Rusaknya Etika Moral Para Remaja

OPINI | 17 April 2013 | 16:50    Dibaca: 492   Komentar: 0   0

RUSAKNYA ETIKA MORAL REMAJA

Sahabat sekalian, beberapa tahun belakangan ini terdapat fenomena yang sangat memprihatinkan, dimana banyak sekali data – data dari suatu penelitian yang mengatakan bahwa hamper diatas 50% para remaja di Indonesia telah melakukan seks di usia pranikah. Astaghfirullah, mau jadi apa negeri ini? Sudah untung Allah tidak menurunkan azabnya segera kepada negara kita ini. Berbicara tentang moral dan etika, penulis teringat saat masih kecil usia 6-8 tahun. Saat itu jika di kompleks rumah penulis tinggal ada wanita atau gadis yang memakai pakaian mini, maka akan jadi perbincangan banyak orang, karena pada waktu itu jarang sekali orang yang memakai pakaian mini atau seksi. Karena pada waktu itu orang masih punya etika dan moral yang tinggi. Namun yang terjadi sekarang pada zaman ini sangatlah mengkhawatirkan, para remaja sudah tidak malu lagi menampakkan aurat nya di depan umum, memakai hot pan tanpa ada rasa malu. Padahal Rasulullah pernah bersabda bahwa rasa malu ialahsebagian dari pada keimanan.

Sungguh ironis memang, bahakn jika direnungi pakaian anak zaman sekarang kalah sopannya sama Kuntilanak J, klw pernah nonton film misteri, kuntilanak itu memakai pakaian panjang menutup seluruh tubuh namun tidak memakai jilbab. Jadi lebih sopan kuntilanak kan dari pada remaja putrid saat ini yang penampilannya selalau terbuka. Bahkan pocong lebih sopan lagi, J karena dia pakaiannya sangat tertutup hihihi,… so, jangan salahkan kaum pria yang melakukakan tindak kejahatan pemerkosaan akibat melihat aurat wanita yang terbuka. Dan jangan beranggapan memang prianya yang berpikiran kotor melihat wanita terbuka atau tertutup ya pikirannya kotor,. TIDAK. Dalam ilmu Psikologi ada teori stimulus dan respon, dikatakan bahwa respon tidak akan terjadi bila tidak ada stimulus. Dan pakaian mini seorang wanita adalah bagain dari stimulus dan pemerkosaan adalah respon dari pria akibat pakaian mini tersbut.mencegah lebih baik dari pada mengobati, maka cegahlah diri anda dan keluarga daritindak kejahatan seksuak dengan berpakaian yang sopan dan anggu. Jangan kalah sopan dengan kuntilanak dan pocong hehe …

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pulang ke Solo, Presiden Kejutkan Arena CFD …

Niken Satyawati | | 24 May 2015 | 22:16

Kasus Ijazah Bodong, Kampus Ini Akan Somasi …

Abd. Ghofar Al Amin | | 25 May 2015 | 10:35

Dunia Lain Sinetron Kita …

Fandi Sido | | 25 May 2015 | 12:42

Beras Sintetis Beredar, Coba Pangan Lokal …

Suci Handayani | | 25 May 2015 | 09:21

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Wacana Menristek Opsionalkan Skripsi, Kabar …

Liafit Nadia Yuniar | 8 jam lalu

Cara Mudah Mendeteksi Gelar Palsu …

Ronny Noor | 8 jam lalu

Beras Plastik Buatan PDIP, KMP atau Mafia …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Joko Widodo Presiden Kebetulan …

Muhammad Armand | 11 jam lalu

Etika Presiden Naik-Turun Pesawat dengan …

Daniel H.t. | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: