Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mahmuddin Patahangi

Seorang Guru di Yayasan Pendidikan Soroako

Akhirnya Ujian Nasional Juga!

REP | 18 April 2013 | 09:15 Dibaca: 332   Komentar: 3   2

1366251006488714471

Soal Ujian Nasional 2013 di SMA YPS akhirnya tiba di sekolah Pukul 09.00 Wita, dan UN dilaksanakan pukul 10.00 (tertunda 2 jam)

Setelah mengalami penundaan selama 7 hari (sejak jumat, 12/4/2013), akhirnya soal Ujian Nasional 2013 untuk Kab. Luwu Timur Sulawesi Selatan tiba juga pada sekitar pukul 07.00 WITA. Dan setelah melalui proses penyortiran, tepat pukul 08.00 soal dapat diantar menuju sekolah masing-masing. Khusus di SMA YPS Soroako, soal tiba pada pukul 09.10. Akhirnya Ujian Nasional di sekolah dapat terlaksana di sekolah kami.

Sebagaimana berita heboh negeri ini selama pekan ini, Ujian Nasional sedianya dilaksanakan pada senin 15 April 2013. Namun karena adanya kendala soal yang belum rampung dari pihak percetakan, sehingga pelaksanaan UN mengalami penundaan ke 18/4/2013 di 11 propinsi. Selama 7 hari terakhir pendidikan Indonesia benar-benar dalam kondisi “Darurat Ujian Nasional”. Presiden pun harus turun tangan menginstruksikan TNI dan Polri untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki guna mendukung distribusi logistik UN ke daerah-daerah. Pak Wamen juga harus ikut terbang dengan pesawat Hercules bersama soal. Meski demikian, soal UN untuk Kab. Polman Sulbar pun masih sempat nyasar ke Manado.

Horeeee….Ujiaaaaaaannnn……….! teriak serentak siswa ketika melihat soal diturunkan dari mobil pengangkut. Hari ini mereka telah menunggu ujian sejak pukul 07.00 pagi.  Akhirnya ujian nasional juga! Saya benar-benar stress pak! demikian komentar salah seorang siswa.

Ujian Nasional hari pertama ini dilaksanakan dengan dua mata pelajaran, yakni Kimia dan Biologi (Program IPA), Sosiologi dan Geografi (program IPS). Jadwalnya pun molor 2 jam yakni jam I pukul 10.00 - 12.00 dan jam II pukul 13.00 - 15.00. Antisipasi logistik untuk makan siang siswa pun terpaksa harus diakomodir sekolah. Inilah kenyataan yang harus diterima oleh sekolah, guru, siswa, dan orang tua akibat carut marut Ujian Nasional.

Kondisi UN 2013 ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah. Atau mungkinkah kondisi ini dapat menjadi momentum untuk mendorong reposisi UN kembali ke kithahnya, yakni tujuan pemetaan kualitas pendidikan dan bukan penentu kelulusan siswa. Jadi UN mau serentak atau tertunda bukan masalah bagi bangsa. Anomali pendidikan sebagai bias UN pun sudah tidak terjadi lagi.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nestapa “Peti” Emas di Sulawesi …

Dhanang Dhave | | 21 April 2015 | 10:28

Katanya “Tak Peduli” Kok Road Show ke …

Hery | | 21 April 2015 | 10:40

[ACEH] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:27

Film Filosofi Kopi, Memahami Kehidupan dari …

Hery Supriyanto | | 21 April 2015 | 08:58

Mari Lestarikan Air bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Kebenaran Universal Tidak Akan Mampu …

Abu Hisyam | 6 jam lalu

PSSI Beku, FIFA Tunggu Pemerintah Tegakkan …

Zen Muttaqin | 7 jam lalu

Dinasehati Presiden, Ahok Terus Serang …

Rizal Amri | 7 jam lalu

Ismi Riza Juara X Factor 2015? …

Alan Budiman | 8 jam lalu

Kisruh PSSI Jilid III …

Andra Flea | 9 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: