Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dzulfikar

Suka kopi darat, kopdarnya ya sama kamu, iya kamuuu about.me/dzulfikar

Fakta-fakta Tentang Ujian Nasional 2013

OPINI | 18 April 2013 | 15:31 Dibaca: 1872   Komentar: 21   4

Kisruh Ujian Nasional 2013 mencoreng muka bangsa. Betapa pendidikan di Indonesia sangat memprihatinkan. Disaat negara lain sudah menargetkan mendapatkan nobel 20 sampai 30 tahun kedepan, Indonesia masih berkutat dengan berbagai persoalan teknis yang memalukan. Kisruh Ujian Nasional 2013 bukan hanya isu Nasional semata karena sudah menjadi konsumsi publik dunia di dunia maya.

Siswa kelas 3 SMA merasa dijadikan kelinci percobaan kebijakan Ujian Nasional 2013. Terlebih gurunya pun merasa dijadikan kelinci percobaan dengan rencana diterapkannya Kurikulum 2013. Meskipun Mendikbud M.Nuh dianggap orang baik, namun gagal dalam menyelenggarakan Ujian Nasional 2013 sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ujian Nasional 2013 adalah penyelenggaraan ujian negara terburuk sepanjang sejarah Indonesia setelah kemerdekaan.

Berikut adalah sedikit fakta-fakta tentang Ujian Nasional SMA 2013 yang dihimpun dari berbagai sumber;

1. Ada beberapa siswa yang mendapatkan soal susulan dan bukan soal ujian yang seharusnya.
2. Ada sebagian siswa yang tidak kebagian soal ujian.
3. Ada siswa SMA malah mendapatkan soal ujian siswa SMK. Soalnya jelas beda.
4. Kualitas LJK sangat tipis. Jika salah jawaban kemudian dihapus kemungkinan besar LJK nya bisa sobek. Jika sudah sobek tidak akan bisa di scan. Jika gagal di scan artinya harus di koreksi manual.
5. Soal dilengkapi 20 paket bahkan disertai barcode untuk mencegah sontek massal.
6. Ujian tidak serentak karena ada 11 Porvinsi yang mengalami penundaan. Bahkan setelah ditunda ternyata tidak juga terlaksana sesuai dengan jadwal ulangan tunda. Ujian jadi tertunda berkali-kali.
7. Tidak satupun siswa yang merasa soalnya sama dengan yang lain. Jadi kemungkinan mencontek sudah pasti tertutup.
8. Ada beberapa siswa yang tidak mendapatkan LJK, jadi dia ujian dengan menjawab di lembar soal ujian. Padahal LJK akan di koreksi dengan scanner. Jika dikerjakan di soal ujian kemungkinan di periksa manual.
9. Siswa kelas 3 SMA merasa di permainkan oleh Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud. Mereka sudah mati-matian belajar untuk menghadapi Ujian Nasional mulai dari ikut les, bimbel, try out bahkan sampai menggelar istighosah tapi kondisi kejiwaan mereka malah di permainkan dengan soal yang tertunda. Dampak tekanan psikologis semakin hebat karena harus menunggu kembali, sementara teman-teman lainnya sudah ada yang melaksanakan Ujian Nasional.
10. Pelaksanaan Ujian Nasional tidak semuanya dilakukan pada pagi hari sesuai dengan jadwal. Karena keterlambataan soal dan menunggu penggandaan soal fotokopian sampai-sampai ada sekolah yang harus memulai Ujian Nasional pada pukul 14.00 SIANG. Kondisi demikian merugikan siswa karena siswa sudah stressss menunggu soal dan mengerjakan soal ujian dikala stamina sudah turun dan kelaparan. Ujungnya tidak fokus ujian dan bisa-bisa hasilnya tidak maksimal.
11. Pengawas tidak bisa bekerja maksimal karena tidak memahami dan tidak diberikan pengarahan sebelumnya jika terjadi ketiadaan soal, tertukarnya soal bahkan jumlah paket soal tidak lengkap. Akhirnya masing-masing pengawas memutuskan sendiri sampai-sampai ada siswa yang harus menjawab di lembar soal ujian.
12. Para siswa SMA menganggap Pemerintah tidak memiliki itikad baik dalam mempersiapkan Ujian Nasional yang notabene merupakan “hajatan” Nasional yang diselenggarakan tiap tahun.
13. Para siswa SMA merasa dikorbankan dengan ketidakberesan pemerintah dalam mempersiapkan segalanya. Tidak ada Plan B bahkan plan C ketika Plan A gagal.
14. Anggaran 800 Milyar dirasa tidak sebanding dengan kualitas yang diberikan, sementara siswa sampai-sampai harus mengerjakan soal Ujian Sekelas Negara di lembar soal yang baru saja di fotokopi oleh pengawas yang bukan merupakan gurunya sendiri di sekolah yang sama.
15. Pengawas ikut merasa tertekan dengan kekisruhan penyelenggaraan Ujian Nasional 2013.
16. Siswa SMA menganggap bahwa pemerintah main-main dalam mempersiapkan Ujian Nasional 2013.
17. Ujian Nasional yang di gadang-gadang bebas kecurangan dan kebocoran soal ternyata tidak bisa dibuktikan. Dengan penundaan di beberapa Provinsi justru akan semakin besar peluang terjadinya kebocoran dan kecurangan.
18. Mendikbud M.Nuh dianggap mengolok-ngolok ketika di minta untuk mundur dengan memperagakan mundur dua langkah dari tempatnya semula.
19. Para siswa stress karena Ujian Nasional 2013 seperti bukan ujian sekelas ujian negara.
20. Para guru dan orang tua cemas dengan hasil ujian nasional karena peliknya problem yang terjadi pada saat penyelenggaraan Ujian Nasional.
21. Kelulusan 100% patut dicurigai karena banyak hal yang tidak masuk akal dalam penyelenggaraan Ujian Nasional 2013 dengan seabrek kegagalan disana sini.
22. Pemerintah seolah tidak peka dan melawan keputusan MA. Contoh yang tidak baik bagi penegakan hukum di Indonesia.
23. Banyak pihak yang mendesak untuk menghapuskan Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan.
24. Perguruan Tinggi Negeri sejak awal sudah menolak jika Ujian Nasional dijadikan tiket masuk Perguruan Tinggi Negeri karena kredibilitas Ujian Nasional tidak bisa dipertanggung jawabkan.
25. Tidak sedikit anak SMA yang waswas jika tidak lulus harus mengikuti ujian paket C karena tidak ada ujian ulangan.
26. Beberapa lembaga anti korupsi mulai melakukan investigasi dalam penyelenggaraan Ujian Nasional 2013.
27. Proyek Ujian Nasional diduga dijadikan bancakan sama halnya dengan proyek Kurikulum 2013 menuju pemilu 2014.
28. Pemerintah mencari kambing hitam dengan menyalahkan percetakan yang terlambat mendistribusikan soal-soal ujian ke 11 porvinsi.
29. Beberapa lembaga anti korupsi memepertanyakan tender yang dimenangkan salah satu percetakan yang memberikan penawaran paling mahal dalam tender proyek Ujian Nasional 2013
30. …… (jika ingin nambahin fakta-fakta yang belum dituliskan disini silahkan tambahin di komentar)

Itulah beberapa fakta yang berhasil dihimpun. Dibalik itu semua tentu ada NIAT BAIK yang sebetulnya ingin dicapai oleh Kemendikbud. Sayangnya seperti yang diutarakan mbak Septin bahwa BAIK SAJA TIDAK CUKUP!

Tags: un2013

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | | 23 October 2014 | 12:52

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | | 23 October 2014 | 09:45

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | | 23 October 2014 | 10:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 6 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 8 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Terapi Cahaya PINK di Rosereve Plaza …

Mila Vanila | 8 jam lalu

Menanti …

Rizki Fujiyanti | 8 jam lalu

Let’s Do Together …

Ayumulya | 8 jam lalu

Jokowi: Buah Demokrasi atau Kegagalan Total …

Jaka Pujiyono | 8 jam lalu

Banjir Melanda SMP Rehoboth Formasi …

Jurnalis Warga Samb... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: