Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Abdi Tumanggor

Pesan si Pak Tua, "Cukup tidak berkurang, banyak tak berlebihan". Dan, lakukanlah yang benar.

Potret Buram Pendidikan Indonesia

OPINI | 18 April 2013 | 05:32 Dibaca: 708   Komentar: 3   0

Pendidikan sebagai landasan masa depan bangsa. Bagaimana jadinya suatu bangsa jika pendidikan itu dihancurkan melalui penanganan pihak-pihak yang tidak berkompeten, dikorupsi, dipolitisir,dan diintimidasi?.

Sedihku untuk pendidikan di Indonesiaku! Pendidikan diotak-atik, bukannya lebih maju tapi lebih kacau. Setiap menteri pendidikan ganti, kebijakannya baru pula, kurikulum juga berubah-ubah. Setiap sang menteri pendidikan yang baru ingin membuat gebrakan baru.

Dana BOS dan bantuan lainnya di sunat secara turun temurun oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab,  sehingga sampai ke sekolah maupun ke siswanya tinggal “setetes”, yang seharusnya diperuntukkan untuk menunjang kemajuan pendidikan.

Pendidikan indonesia benar-benar seperti “dimutilasi”. Aturan ujian nasional yang semakin memberatkan siswa, ditambah lagi ujian nasional yang carut marut.  Ujian nasional yang ditunda. Sudah ditunda tak serentak pula. Pemerintah dan perusahaan pengadaan kertas ujian saling tuding. Pemerintah (Mendikbud) menyalahkan Perusahaan percetakan kertas ujian, sementara itu perusahaan percetakan tidak mau disalahkan dan  balik menuding Mendikbud bahwa tidak cepatnya menyerahkan berkas-berkas data ujian yang ingin dicetak.  Selain itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Fitra menuding ada indikasi penyalahgunaan anggaran keuangan negara pada proyek tender ujian nasional.

Tuduhan indikasi penyalahgunaan anggaran itu bisa juga ada benarnya, karena di beberapa sekolah kertas ujiannya sangat tipis. Akibat kertas ujian tipis ini, siswa khawatir kertas ujian tersebut akan banyak tak ter-scan, apalagi bekas-bekas hapusan yang bisa saja koyak. Yang korban justru siswa itu sendiri.

Benar-benar sudah wajah buram pendidikan kita. Sudah ujian nasional carut marut, ditambah lagi oknum-oknum guru-kepala sekolah- yang mencabuli siswinya. Bagaimana pendidikan kita maju untuk masa depan bangsa, jika pendidiknya saja tidak bermoral (bejad).  Beberapa sekolah memiliki kasus oknum gurunya yang terekspos ke publik  melakukan pelecehan terhadap anak didiknya.

Para pendidik bukannya menjaga, mendidik, mengayomi, malah diduga mencabuli anak didiknya. Yang terungkap sementara ini, diantaranya:

1. Wakepsek paksa siswi SMU layani nafsu bejat

T (45), guru Biologi yang juga wakil kepala sekolah di salah satu SMA di Utan Kayu, Jakarta Timur melecehkan muridnya, MA (17), siswi kelas XII. Guru tersebut masih mengajar di sekolah yang sama dengan MA. MA (17), siswi di salah satu SMU di daerah Matraman, Jakarta Timur, mengaku dipaksa melayani nafsu bejat T. MA mengatakan, pelecehan itu sudah dialaminya pada bulan Juni dan Juli 2012 lalu.

2. Kepala sekolah cabuli 10 siswinya

Guru bejat lainnya adalah seorang Kepala Sekolah MTsN Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berinisial KSPL. Dia diduga mencabuli 10 siswinya. Akibat perbuatannya, dia diancam 12 tahun penjara.

3. Guru SD RSBI cabuli 6 murid

Guru Sekolah Dasar (SD), di salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencabuli 6 anak didiknya. Kasus pencabulan itu terjadi di lingkup sekolah dan sudah berlangsung lama, namun baru orangtua dan sanak keluarga korban baru mengadukan hal itu ke Polsek Mataram hingga dilimpahkan ke Polres Mataram, pada 11 September 2012. Jumlah korban dilaporkan mencapai belasan orang, namun baru enam orang korban yang dilaporkan orangtua atau sanak keluarganya ke polisi, hingga masalah tersebut disidangkan di pengadilan.

4. Guru SD cabul di Boyolali

Suroso, mantan guru di Boyolali harus mendekam di penjara selama 3,5 tahun penjara. Gara-garanya, Suroso mencabuli siswinya yang masih kelas 2 SD. Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban melapor ke Polres Boyolali. Dari hasil pemeriksaan Polisi, Suroso mengaku melakukan aksi pencabulan tak hanya kepada siswa kelas 2 SD tersebut, melainkan juga beberapa siswi lainnya. Pengakuan tersebut juga diperkuat keterangan sejumlah saksi. Tak hanya dipenjara, hakim juga meminta Suroso membayar denda Rp 60 juta. Suroso juga telah diberhentikan dari PNS atas perbuatannya itu.

5. Pembina Pramuka bejat cabuli 10 orang siswi

Pembina Pramuka harusnya mengajarkan siswa soal teladan dan rasa cinta Tanah Air. Tapi pembina Pramuka bejat berinisal DN malah mencabuli 10 siswinya. Berdalih memeriksa kesehatan, DN malah memanfaatkan kesempatan. Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. DN ditangkap polisi karena diduga mencabuli sejumlah siswi sebuah SMA di kabupaten tersebut.

6. Kepala sekolah sebuah SMP di Batam cabuli 15 orang siswinya

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak (KPPA) Provinsi Kepulauan Riau, menerima pengaduan dari orang tua siswi SMP di Batam soal perilaku kepala sekolah yang diduga telah mencabuli 15 muridnya. Kepala sekolah itu berinisial R. Diduga kepala sekolah itu melakukan pelecehan seksual terhadap siswinya sejak 2012. Kasus itu baru terungkap sekarang lantaran salah satu dari keluarga korban melaporkan kepada komite sekolah dan pihak kepolisian. Masyarakat meminta kepala sekolah diproses sesuai hukum yang berlaku karena sudah merusak masa depan murid-murid tersebut. Benar-benar memprihatinkan!!!.

Salam Kompasiana.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Laporan dari Kupang, Sambutan Sederhana …

Opa Jappy | | 20 December 2014 | 16:29

Pendekar Tongkat Emas, Karya Anak Bangsa …

Murda Sulistya | | 20 December 2014 | 15:53

5 Alasan Berhenti Menggunakan Styrofoam, …

Gede Surya Marteda | | 20 December 2014 | 12:17

Be a Role Model : Do it Now and Start From …

Fifin Nurdiyana | | 20 December 2014 | 14:14

Blog Competition Coca-Cola Sampai Akhir …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Konyol, @estiningsihdwi Bantah Sanggahannya …

Gatot Swandito | 17 jam lalu

Jangan Nodai Sukacita Natal Kami dengan …

Sahroha Lumbanraja | 19 jam lalu

Presiden Jokowi-Wapres JK Atasi Korban …

Musni Umar | 19 jam lalu

Dihina “Kampret”, Pilot Garuda …

Felix | 20 jam lalu

Salahkah Menteri Rini Menjual Gedung BUMN? …

Daniel Setiawan | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: