Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Lukman Karim Ramdhani Mahu

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

“2013″ Apakah Menjadi Angka sial di Dunia Pendidikan “13″

OPINI | 18 April 2013 | 23:39 Dibaca: 195   Komentar: 1   0

Kebobrokan Pendidikan Pada Era 2013

Dunia pendidikan sekarang ini sedang ramai dengan pembahasan kurikulum 2013.Dari sistem ujian nasional yang menambah paket Dan juga dunia pendidikan sekarang juga sering disemarakkan dengan megahnya gedung dan fasilitas pendidikan. Kedua-duanya sering kali dianggap jaminan kualitas untuk melahirnya siswa yang berkualitas.

Dalam artikel di Kompas, 27 Agustus 2012, Wapres Boediono dengan tegas menyebutkan, sampai saat ini kita belum punya konsepsi yang jelas mengenai substansi pendidikan. Karena tak ada konsepsi yang jelas, timbullah kecenderungan untuk memasukkan apa saja yang dianggap penting ke dalam kurikulum. Akibatnya, terjadilah beban berlebihan pada anak didik. Bahan yang diajarkan terasa ”berat”, tetapi tak jelas apakah anak mendapatkan apa yang seharusnya diperoleh dari pendidikannya.

Akibat dari kerisauan Wapres itu, tiba-tiba timbullah proyek perombakan kurikulum yang terkesan dipaksakan. Kurikulum 2013 hasil perombakan kurikulum sebelumnya harus segera diberlakukan meski masyarakat luas belum melihat hasil satu penelitian ilmiah yang menyatakan bahwa mutu pendidikan kita terus merosot karena kesalahan kurikulum. Apakah tidak ada faktor lain yang lebih dominan dari kurikulum? Misalnya, sebagaimana telah diungkapkan Mendikbud Mohammad Nuh sendiri di hadapan Komisi X DPR pada 21 Maret 2011, terdapat 88,8 persen sekolah di Indonesia—SD hingga SMA/SMK—belum melewati mutu standar pelayanan minimal. Lalu, mengapa bukan itu yang dibenahi lebih dahulu?

Perubahan kurikulum dadakan ini cermin ketiadaan kerangka besar arah pembenahan pendidikan nasional. Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, keliru besar bila pembenahan pendidikan di semua jenjang, jenis, dan jalur—baik di pusat maupun di tiap kabupaten/kota—dilakukan secara parsial dan tidak menyentuh sistem karena tidak didasari hasil pengkajian ilmiah.

Padahal telah kita ketahui perubahan kurikulum ini tidak dapat teralisasikan dengan mudah tetapi membutuhkan waktu sekiranya 10- 20 tahun untuk menyesuaikanya efektifkah?menurut saya sih tidak. Seperti yang kita dapat lihat diatas di negeri tercinta kita ini masih terdapat 88,8 persen sekolah di indonesia, apakah tidak sebaiknya di benahi dahulu sekolah-seokolah itu daripada membuang banyak uang hanya untuk merombak kurikulum yang tidak efisien jika terus menerus diganti secara cepat

Perubahan kurikulum dadakan ini cermin ketiadaan kerangka besar arah pembenahan pendidikan nasional.Di tengah berbagai keterbatasan yang ada, keliru besar bila pembenahan pendidikan di semua jenjang, jenis, dan jalur—baik di pusat maupun di tiap kabupaten/kota—dilakukan secara parsial dan tidak menyentuh sistem karena tanpa didasari hasil pengkajian ilmiah.


Dalam era Orde Baru, misalnya, di berbagai periode kabinet, sejak periode Mashuri, Soemantri Brodjonegoro, Syarief Thayeb, Daoed Joesoef, Nugroho Notosusanto, Fuad Hassan, Wardiman Djojonegoro, Wiranto Arismunandar, hingga kabinet era Reformasi, betapa banyak gagasan inovatif dan strategis. Namun, gagasan-gagasan itu terkesan bersifat temporer, terlaksana sebatas masa jabatan menteri yang bersangkutan. Betapa banyak dana yang telah dihabiskan, tetapi akhirnya upaya tersebut tidak cukup terlihat dampaknya bagi pembenahan masalah pendidikan. Lihatlah, misalnya, pengembangan Sekolah Pembangunan, proyek CBSA, pengajaran Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa, dan pengembangan link and match.

Bahkan, jika kita membuka lembaran masa lalu, terlihat betapa lebih seabad silam visi besar pendidikan sudah dirumuskan Boedi Oetomo pada 1908. Angkatan ini sudah mengungkapkan dalam anggaran dasarnya yang dirumuskan pada Pasal 3: (1) usaha pendidikan dalam arti seluas-luasnya; (2) peningkatan pertanian, peternakan, dan perdagangan; (3) kemajuan teknik dan kerajinan; (4) menghidupkan kembali kesenian pribumi dan tradisi; (5) menjunjung tinggi cita-cita kemanusiaan; dan (6) hal-hal yang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan bangsa. Dalam pembahasan program juga telah dibahas pembangunan perpustakaan rakyat dan pendidikan untuk perempuan.

Sungguh begitu banyak pemikiran dan langkah besar yang telah dilakukan para pendahulu kita, tetapi hilang begitu saja, tidak diteruskan penerusnya. Jika kita selalu mengedepankan egoisme sektoral dan kepentingan politik pencitraan, kita akan selalu berada dalam cengkeraman dilema

Tidak tertutup kemungkinan apa yang telah dilakukan periode Mohammad Nuh akan diabaikan menteri berikutnya. Akibatnya, kita tidak akan pernah mencapai prestasi besar. Tembok China adalah salah satu wujud mahakarya peradaban umat manusia karena, meski mulai dibangun sebelum periode Dinasti Qin pada 722 SM, dinasti mana pun pada era kekuasaan berikutnya terus memelihara dan meneruskan hingga kini.

Begitupun halnya dari UNAS 2013 yang akan diprediksi akan banyak Siswa yang akan tidak lulus
Bukannya mendo’akan,
tetapi hanya main prediksi saja kalo Unas 2013 akan banyak siswa di indonesia yang itdak akan lulus Unas.

Unas 2013 Mempunyai jumlah soal 20 Paket. Coba kita bayangkan 1 Ruangan ada 20 Siswa Artinya setiap siswa soalnya berbeda, hanya akan sama dengansiswa di Ruang sebelah, itu pun anak yang duduk di pojok depan Ruang 1 memegang Paket 1 dan anak yang ada diruang 2 yang duduk di pojok depan juga pegang Paket 1, tetapi besok belum tentu Paket mereka akan sama kembali.
Apa arti dari sistem pemerintah
ini ?? itu agar siswa tdak bekerja sama, agar tidak terjadi kecurangan. Oke, Maksudnya memang benar, tapi lihat ke Sekolah.6 Mata pelajaran yang akan di ujikan di SMA, dan Ingat 1 Hal yang terpenting Setiap manusia tidak akan bisa menguasai 6 hal yang berbeda dengan sesempurna mungkin, setiap anak mempunyai kemampuan yg berbeda beda.

Mungkin pemerintah akan berkata : ”Makanya mulai dari awal persiapkanlah” Bayangkan 3 Tahun kita belajar kita disuruh menguasai begitu banyaknya mata pelajaran, sedangkan guru hanya
mempelajari pelajaran y
ang akan diajarkan ke muridnya. Jadi, Itu sangat sulit untuk dikuasai semuanya oleh semua murid bahkan mereka yang pintar sekalipun. Apakah Itu sebuah Keadilan?
Mungkin pemerintah akan
menjawab : ”Jika di Unas saja tdak Jujur apalagi nanti ketika menjadi Orang besar nan hebat Mencari kejujuran anak bangsa bukanlah
seperti itu
pak itu hanya membuat orang-orang yang menjalankan unas menjadi tertekan, Bukankah semua DPR itu adalah orang-orang yangPintar lulusan dari Universitas-universitas ternama yang dulu waktu ujian masuknya dia bekerja sendiri dan tidak mencontek orang lain tpi apa hasilnya Buktinya Koruptor merajalela dan menjamur bahkan sampai dibilang menjadi kebudayaan negeri tercinta ku ini apakah mendengar itu tidak menjijikan? bukan seperti itu jika ingin mencari
kejujuran
seorang anak anak bangsa, jka memang mau mencari kejujuran silahkan Undang
Undang
itu direvisi dan hukum Undang-Undang itu benar-benar ditegakkan, baru saya yakin pasti
akan ada Ana
k-anak jujur dia sebgai penerus bangsa.

Coba kita tengok di berita telah hadir Siswa yang bunuh diri akibat stres memikirkan Unas
y
ang terlalu banyak paket. 1 Korban telah ada, Bagaimana nanti jika bnyak Siswa
y
ang tidak lulus tahun ini ?? Kebanyakan Siswa jika tdak lulus dia akan berhent dani tidak mau mengulang, Jka dia laki-laki dia pelajar SMA tdak lulus dia berhenti maka yang dia punya hanya Ijazah SMP, pertanyaanya adalah perusahaan mana yang mau menerima dia sebagai pegawai ??
Akhirnya, dia akan menjdi pekerja
kasar, Kuli bagunan, Ikut orang ini yang baiknya tapi jka
dia t
idak Kuat dia akan melakukan kejahatan seperti pencopetan, perampokan
Dll , itu satu korban lagi.

Jika Siswanya anak perempuan dia sangat pintar dia mempunyai mimpi
untuk
kuliah di Universitas ternama tetapipi sayangnya dia lemah di satu pelajaran saja yg diujikan,dan kamu tau lah siswa perempuan yang baik tidak pandai dalm mencobtek bahkan dalam ulangan harian sekali pun dia tidak bisa mencontek ke temannya, akhirnya anak pintar ini tidak lulus ujian dan berhenti, kini dia hanya menunggu siapa yang akan datang melamarnya dan menjadikannya istri ia pun hanya akan menjadi ibu rumah tangga saja, mimpinya untuk kuliah di universitas favorit pupus sudah akibat satu mata pelajaran yang tidak ia kuasai, satu korban lagi. 20 Paket Unas 2013 apa yang akan terjadi ??? jika banyak siswa tahun ini yang tidak lulus, lalu pemerintah akan membuat Unas tahun depan lebih mudah lagi, itu Artinya Peserta Unas 2013
dijadikan
kelinci percobaan oleh pemerintah.

Untuk mengukur kepandaian dan kejujuran seseorang tidak usahlah berlebihan jangan jadikan Unas sebagai final tapi jadikanlah sebagai tolak ukur saja, kita bisa mencontoh finlandia negara pendidikan terbaik dan terakomodir di dunia dan jangan lupakan fakta indonesia:

Indonesia adalah negara no 1 yang melahirkan jenius di dunia sebanyak 17,5% kelahiran diindonesia adalah anak yang jenius terbukti bahwa indonesia banyak menyabet medali dalam setiap lomba dunia dan mampu menciptakan suatu penemuan yang sangat berguna yang nantinya akan dikembangkan oleh negara luar(Jepang urutan 2 melahirkan generasi jenius(7%) dan posisi ke3 ditempati oleh amerika(5%)) Jka itu memang benar terjadi, Maka Mitos angka 13 adalah angka sial memang benar-benar akan terbukti. Apakah itu akan terbukti ?? Semoga saja tidak. Semoga Kurikulum dan Unas 2013 akan berjalan dengan baik,untuk semua kalangan amien n_n.

Tags: tags tags

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Airin Menjawab Kritik Kinerja [HUT ke-6 Kota …

Gapey Sandy | | 26 November 2014 | 07:09

Situ Bungur dalam “CMORE” (HUT …

Agung Han | | 26 November 2014 | 07:13

Waduh! Denda 5000€ Untuk Rumah Bercat …

Gaganawati | | 26 November 2014 | 19:06

The Hunger Games-Reality Show? …

Iwan Permadi | | 26 November 2014 | 17:39

Tulis Aspirasi dan Inspirasi Aktif Bergerak …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 20:22



HIGHLIGHT

Rayuan Pohon Beringin …

Robby Anugerah | 8 jam lalu

Dalam Sebuah Hubungan, Jangan Gantung …

Syaiha | 8 jam lalu

Saran yang Menyesatkan Dari Petugas Call …

Erwin Mulialim | 8 jam lalu

Pangdam VII/Wirabuana Bakal Bekali Wawasan …

Ilmaddin Husain | 8 jam lalu

Pemuda Sebagai Ide …

Muhammad Handar | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: