Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Shifa Hidayati

Bersyukurlah dengan apa yang kita miliki, karena belum tentu orang lain mempunyai apa yang kita selengkapnya

Apakah masih harus ada ujian nasional di tahun depan?

REP | 19 April 2013 | 12:57 Dibaca: 586   Komentar: 2   0

Ujian nasional di tingkat SMA saat ini begitu sangat kacau dan tidak efektif. Udah mah soal-soalnya yang datang terlambat ditambah sekarang jadi 20 paket. Hallooo? Terkadang saya ingin bertanya sama Bapak Mentri “Bapak maunya apa sih? Mau bikin pelajar tertekan?”

Coba kalo kita berpikir kesini deh :

Sekolah yang kita tempuh selama 12 tahun hanya di tentukan oleh ujian nasional yang berlangsung HANYA 4 hari !! Bisalah kalo di bilang ijazah SMA yang paling penting, terus jika SMA pas ujiannya ga lulus gimana? Anak-anak stress dong. Kadang-kadang apa yang dibilang Bapak Mentri itu juga ada benarnya “Penambahan jumlah paket soal ini merupakan cara pemerintah untuk menekan angka kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional” tapi apa ga pernah berpikir kesini ya? Banyak siswa yang ga lulus rata-rata adalah siswa-siswi yang berprestasi ! Pemerintah ga pernah tau siapa-siapa saja pelajar yang berprestasi di kelasnya, yang bisa belajar benar di kelasnya, ga pernah tau kan? Hanya guru-guru yang mengajarnya yang tau. Ujian nasional amat sangat tidak efektif karena selama kita belajar hanya di tentukan dengan ujian yang seperti itu. Apakah pemerintah akan tanggung jawab dengan anak-anak yang tidak lulus? Kadang-kadang saya suka berpikir konyol “apakah bapak mentri sendiri bisa mengerjakan soal-soal UN itu dengar benar?” Haha (konyolkan pertanyaan saya?

Saya mewakili siswa-siswi yang pernah merasakan UN, kenapa anak yang pintar ga lulus atau mendapatkan nilai yang kecil sedang kan maaf-maaf nih ya? Anak-anak yang biasa saja atau bodoh bisa lulus UN dan mendapatkan nilai yang tinggi. Faktor Keberungtungankah? Tapi begitu amat tidak adil menurut saya jika di kaitkan dengan pengorbanan anak-anak yang telah menempuh pendidikan selama 6 tahun, 3 tahun, 3 tahun = 12 tahun jika harus di tentukan oleh nilai UN mah, iya ga sih?

Saya mah hanya masyarakat awam, yang selalu di pusingkan dengan kabar-kabar UN yang begitu amat mengejamkan. Mudah-mudahan siswa-siswi semua nya lulus ujian nasional dan semoga tahun depan tidak ada lagi yang namanya ujian nasional. Ujian nasional bisa di ganti mungkin dengan penelitian ilmiah atau apalah, mudah”an tulisan saya ga ada yang menyinggung siapa pun di luar sana. Sukses selalu untuk adik-adikku :) Rintangan Kehidupan tidak berhenti sampai disini, di depan sana masih banyak rintangan yang telah menunggu kita ! Cemunguuddtth :D

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pak Angin, Derita Pengamen Sepuh Jalanan dan …

Agung Soni | | 19 August 2014 | 23:04

Ada Apa di Papua? …

Petrus Pit Supardi ... | | 20 August 2014 | 06:12

Foto Payudara Jupe Dipegang Diego Michel, …

Ifani | | 20 August 2014 | 07:44

Situasi Keamanan Berwisata di Mesir: Rute …

Andre Jayaprana | | 19 August 2014 | 23:19

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 3 jam lalu

Massa ke MK, Dukungan atau Tekanan Politis? …

Herulono Murtopo | 4 jam lalu

Sadarkah Anda Telah Mem-bully Anak Anda …

Seneng Utami | 4 jam lalu

Memprediksi Kepemimpinan Berdasarkan …

Rahman T. Hakim | 5 jam lalu

Analisis Kroco: Jelang Putusan PHPU oleh MK …

Sicillia Leiwakabes... | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: