Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Inggrita Emanuelin

a student. a daughter

Penyebab UN Tidak Maksimal dan Solusinya (Pendapat Pribadi Anak Indonesia)

OPINI | 19 April 2013 | 19:37 Dibaca: 312   Komentar: 0   1

Tulisan ini berupa pendapat, pandangan, dan masukkan dari anak Indonesia untuk Indonesia :)

Euforia UN saat ini mengingatkan saya perjuangan setahun lalu untuk dapat lulus dari bangku SMA. Dan seperti biasa euforia pelaksanaan UN selalu tidak terlepas dari bocoran kunci jawaban yang mudah didapatkan.

Sebenarnya tujuan pemerintah menetapkan UN , sebagai syarat kelulusan merupakan tujuan yang sangat baik, pemerataan mutu pendidikan di semua daerah di Indonesia. Ya,hal ini bagus supaya anak- anak di daerah tidak kalah saing dengan anak- anak di kota

Namun menurut saya , pelaksanaannya yang kurang baik, kunci jawaban bersebaran di mana- mana. Kunci jawaban bukan menjadi hal yang tabu, tentu jika hal ini terus berlangsung, dimana titik pemerataannya?

Ada baiknya kalau kelulusan sepenuhnya menjadi hak sekolah. Karena sekolah yang lebih tahu kemampuan siswanya. Kalau boleh usul, biarkan sekolah yang membuat soalnya. Namun dengan standar- standar yang ditetapkan pemerintah. Nanti pemerintah bisa turun ke sekolah-sekolah melalui aparaturnya untuk melihat dan mengawasi soal-soal yang dibuat apakah sudah dibuat berdasarkan standar pemerintah.

Ya mungkin tidak sepraktis UN, tapi saya pikir ini lebih efektif untuk menghasilkan SDM yang benar- benar berkualitas. Masalah UN dan dampaknya bukanlah semata- mata persoalan pendidikan,karena ini bisa menimbulkan efek domino. Banyak anak SMA maupun SMK memutuskan untuk langsung bekerja, jika kemampuan mereka tidak memenuhi bagaimana mereka mau mendapatkan pekerjaan yang layak dengan upah yang layak. Oleh sebab itu, pemerintah harus benar- benar memikirkan cara yang paling tepat, karena dengan pendidikan , Indonesia bisa maju. Bravo Indonesia :D. Ini pendapat saya, apa pendapatmu? :D

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Agnezmo Masuk Final Nominasi MTV EMA 2014, …

Sahroha Lumbanraja | | 16 September 2014 | 19:37

60 Penyelam Ikut Menanam Terumbu Karang di …

Kompas Video | | 16 September 2014 | 19:56

“Penjual” Perdamaian Aceh …

Ruslan Jusuf | | 16 September 2014 | 17:33

Musim Semi di Australia Ular Berkeliaran …

Tjiptadinata Effend... | | 16 September 2014 | 15:54

Ibu Rumah Tangga, Profesi atau Bukan? …

Mauliah Mulkin | | 16 September 2014 | 13:13


TRENDING ARTICLES

PKS Pecundang Menolak Pilkada Langsung …

Damang Averroes Al-... | 6 jam lalu

Jusuf Kalla Sebaiknya Belajar dari Ahok …

Relly Jehato | 8 jam lalu

Wanda Hamidah Bukan Ahok …

Mawalu | 10 jam lalu

Ini Kepemimpinan Ala Jokowi …

Sjahrir Hannanu | 10 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Oh…Tidak, Gas Pertamina Non-Subsidi …

Ronald Haloho | 8 jam lalu

Pak Ridwan! Contoh Family Sunday di Sydney …

Isk_harun | 8 jam lalu

Gol Pinalti Gerrard di Injury Time Bawa …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Mengapa Nama Tegar …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: