Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Inggrita Emanuelin

a student. a daughter

Penyebab UN Tidak Maksimal dan Solusinya (Pendapat Pribadi Anak Indonesia)

OPINI | 19 April 2013 | 19:37 Dibaca: 314   Komentar: 0   1

Tulisan ini berupa pendapat, pandangan, dan masukkan dari anak Indonesia untuk Indonesia :)

Euforia UN saat ini mengingatkan saya perjuangan setahun lalu untuk dapat lulus dari bangku SMA. Dan seperti biasa euforia pelaksanaan UN selalu tidak terlepas dari bocoran kunci jawaban yang mudah didapatkan.

Sebenarnya tujuan pemerintah menetapkan UN , sebagai syarat kelulusan merupakan tujuan yang sangat baik, pemerataan mutu pendidikan di semua daerah di Indonesia. Ya,hal ini bagus supaya anak- anak di daerah tidak kalah saing dengan anak- anak di kota

Namun menurut saya , pelaksanaannya yang kurang baik, kunci jawaban bersebaran di mana- mana. Kunci jawaban bukan menjadi hal yang tabu, tentu jika hal ini terus berlangsung, dimana titik pemerataannya?

Ada baiknya kalau kelulusan sepenuhnya menjadi hak sekolah. Karena sekolah yang lebih tahu kemampuan siswanya. Kalau boleh usul, biarkan sekolah yang membuat soalnya. Namun dengan standar- standar yang ditetapkan pemerintah. Nanti pemerintah bisa turun ke sekolah-sekolah melalui aparaturnya untuk melihat dan mengawasi soal-soal yang dibuat apakah sudah dibuat berdasarkan standar pemerintah.

Ya mungkin tidak sepraktis UN, tapi saya pikir ini lebih efektif untuk menghasilkan SDM yang benar- benar berkualitas. Masalah UN dan dampaknya bukanlah semata- mata persoalan pendidikan,karena ini bisa menimbulkan efek domino. Banyak anak SMA maupun SMK memutuskan untuk langsung bekerja, jika kemampuan mereka tidak memenuhi bagaimana mereka mau mendapatkan pekerjaan yang layak dengan upah yang layak. Oleh sebab itu, pemerintah harus benar- benar memikirkan cara yang paling tepat, karena dengan pendidikan , Indonesia bisa maju. Bravo Indonesia :D. Ini pendapat saya, apa pendapatmu? :D

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pembully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 7 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 7 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 7 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Senandung Rindu …

Ariesa Putris | 8 jam lalu

Perlukah Bbm Naik Karena Subsidi Jebol? …

Shohibul Hadi | 8 jam lalu

Serba Salah: Jokowi dan AM Tukang Tusuk Sate …

Stephanus Jakaria | 8 jam lalu

Hati Beling …

Binoto Hutabalian | 8 jam lalu

Berkaca Pada Dekrit Presiden …

Haries Sutanto | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: