Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Inggrita Emanuelin

a student. a daughter

Penyebab UN Tidak Maksimal dan Solusinya (Pendapat Pribadi Anak Indonesia)

OPINI | 19 April 2013 | 19:37 Dibaca: 316   Komentar: 0   1

Tulisan ini berupa pendapat, pandangan, dan masukkan dari anak Indonesia untuk Indonesia :)

Euforia UN saat ini mengingatkan saya perjuangan setahun lalu untuk dapat lulus dari bangku SMA. Dan seperti biasa euforia pelaksanaan UN selalu tidak terlepas dari bocoran kunci jawaban yang mudah didapatkan.

Sebenarnya tujuan pemerintah menetapkan UN , sebagai syarat kelulusan merupakan tujuan yang sangat baik, pemerataan mutu pendidikan di semua daerah di Indonesia. Ya,hal ini bagus supaya anak- anak di daerah tidak kalah saing dengan anak- anak di kota

Namun menurut saya , pelaksanaannya yang kurang baik, kunci jawaban bersebaran di mana- mana. Kunci jawaban bukan menjadi hal yang tabu, tentu jika hal ini terus berlangsung, dimana titik pemerataannya?

Ada baiknya kalau kelulusan sepenuhnya menjadi hak sekolah. Karena sekolah yang lebih tahu kemampuan siswanya. Kalau boleh usul, biarkan sekolah yang membuat soalnya. Namun dengan standar- standar yang ditetapkan pemerintah. Nanti pemerintah bisa turun ke sekolah-sekolah melalui aparaturnya untuk melihat dan mengawasi soal-soal yang dibuat apakah sudah dibuat berdasarkan standar pemerintah.

Ya mungkin tidak sepraktis UN, tapi saya pikir ini lebih efektif untuk menghasilkan SDM yang benar- benar berkualitas. Masalah UN dan dampaknya bukanlah semata- mata persoalan pendidikan,karena ini bisa menimbulkan efek domino. Banyak anak SMA maupun SMK memutuskan untuk langsung bekerja, jika kemampuan mereka tidak memenuhi bagaimana mereka mau mendapatkan pekerjaan yang layak dengan upah yang layak. Oleh sebab itu, pemerintah harus benar- benar memikirkan cara yang paling tepat, karena dengan pendidikan , Indonesia bisa maju. Bravo Indonesia :D. Ini pendapat saya, apa pendapatmu? :D

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemeriksaan di Bandara Sydney Ekstra Ketat …

Tjiptadinata Effend... | | 20 November 2014 | 18:49

Divisi News Anteve Diamputasi! …

Syaifuddin Sayuti | | 20 November 2014 | 22:45

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08

Kenapa Wisatawan Asing Suka Datang ke …

Elly Maria Silalahi | | 21 November 2014 | 00:18

Panduan Mengikuti Kompasianival 2014 …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19


TRENDING ARTICLES

Islah DPR, Pramono Anung, Ahok, Adian …

Ninoy N Karundeng | 14 jam lalu

Putra Kandias, Kini Ramai Dibully Karena …

Djarwopapua | 15 jam lalu

Ahok, Gubernur Istimewa Jakarta …

Rusmin Sopian | 15 jam lalu

Keberanian Seseorang Bernama Jokowi …

Y Banu | 15 jam lalu

Kesalahan Jokowi Menaikan BBM …

Gunawan | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Dari Negeri Petro Dollar Menuju Panggung …

Muhammad Samin | 8 jam lalu

Pagi-pagi Kena Tilang …

Ridlo Syamsul | 8 jam lalu

Ayo Sukseskan Hari Ikan Nasional (Harkanas) …

Ratna Amaliania | 9 jam lalu

Calon Polwan (Tidak) Harus Perawan …

Arief Firhanusa | 9 jam lalu

Inspirasi dari Seorang “Penjual …

Fathan Muhammad Tau... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: