Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Agus Pribadi

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com selengkapnya

Mengajar: Kembali ke Tugas Utama Guru!

OPINI | 21 April 2013 | 14:40 Dibaca: 541   Komentar: 5   0

Guru disebut juga pengajar. Tugas utamanya mengajar. Guru mengajar murid, karenanya murid disebut juga dengan pelajar.

Sejak dulu sampai sekarang, tugas utama guru adalah mengajar. Mengkondisikan siswa untuk mau belajar. Hasil akhirnya adalah siswa yang kemampuannya terus meningkat dengan cara belajar sepanjang hayat. Kemampuan itu mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan karakter yang sedang terus didengungkan sebenarnya sejak dulu sudah ada yakni masuk dalam ranah afektif atau sikap.

Sepertinya sekarang sudah terlalu banyak konsep atau tuntutan yang disematkan pada seorang guru. Jika tidak dicermati, hal itu dapat mengaburkan tugas utama guru yakni mengajar.

Beberapa hal yang sebenarnya bukan merupakan tugas utama guru, yakni :

1. Menulis

Menulis sangat baik buat guru, bahkan sangat dianjurkan. Menulis sangat dekat dengan dunia pendidikan. Sangat cocok antara kegiatan menulis dengan diri seorang guru. Namun demikian perlu diingat, tugas utama guru bukan menulis. Menulis hanyalah kegiatan yang mendukung pengembangan diri seorang guru. Ada profesi lain yang lebih dekat dengan menulis, misalnya wartawan, dan lainnya.

2. Meneliti

Meneliti meskipun sederhana juga sangat baik dilakukan guru. Misalnya melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Namun perlu diingat, guru bukanlah dosen yang salah satu tugasnya adalah melakukan penelitian. Tugas utama guru bukan meneliti. Meneliti hanya kegiatan yang mendukung proses pembelajaran.

3. Tugas tambahan : Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah, kepala urusan, bendahara BOS, dan sebagainya

Jabatan atau tugas tambahan di atas jika dilakukan dengan baik akan mendukung proses pembelajaran di sekolah. Namun demikian jangan sampai mengganggu tugas utamanya sebagai seorang guru.

Tulisan ini tidak bermaksud menjadikan guru untuk pasif, namun sekedar pengingat bahwa tugas utama guru adalah mengajar. Kegiatan lain guru jangan sampai mengganggu tugas utamanya itu. Jangan sampai siswa menjadi pihak yang dirugikan. Muara dari semua itu adalah siswa. Siswa sebagai tunas muda penerus dan pengemban pembangunan bangsa yang bermartabat, bertakwa, cerdas, dan berkepribadian bangsa Indonesia.

Salam Kompasiana!

Banyumas, 21 April 2013

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mengulas Serpihan Tsunami Aceh …

Rinta Wulandari | | 26 December 2014 | 07:12

Mengenal “Tetangga” di Hari Natal, Korea …

Ony Jamhari | | 25 December 2014 | 19:31

Film “Supernova”: Kritikan …

Nararya | | 26 December 2014 | 07:06

Endorsement, Mutiara Buku Kita …

Much. Khoiri | | 25 December 2014 | 22:29

Yuk, Berbagi Cerita Natal dan Tahun Baru …

Kompasiana | | 24 December 2014 | 11:55


TRENDING ARTICLES

Dukung FPI dan PKS tentang Natal, Islam, …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

Keberanian Menteri Susi Ibarat “Politik …

Cecep Zafar Sofyan | 9 jam lalu

Kembalinya Anak yang Hilang …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Tim Anti-Mafia Migas Pun Harus Berpikir …

Adjat R. Sudradjat | 14 jam lalu

Pesta Diskon dan Kasir Curang …

Adi Kurniawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: