Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Jimin Andri Sarosa

Bapak yang bangga punya 5 Anak + 1 Istri

Penyebab Keterlambatan Distribusi Soal UN SMA Terungkap (?)

REP | 22 April 2013 | 10:13 Dibaca: 877   Komentar: 2   0

Belum bosen membahas keterlambatan distribusi soal UN SMA 2013?

Yuk, kita lanjutkan …

 **

Anggota DPR di Indonesia memang ditakdirkan untuk komentar. Tanpa komentar mereka, dunia ini jadi monoton. Ada komentar-komentar yang masuk akal tapi banyak juga komentar yang tidak masuk logika sekalipun.

Ada satu komentar menarik untuk dijawab dari anggota DPR Dedi “Miing” Gumelar tentang keterlambatan distribusi soal UN SMA, pada saat wawancara di sebuah radio swasta di Jakarta, “Kalau 5 percetakan lain bisa distribusi tepat waktu kenapa yang 1 itu tidak?”.

 **

Uraian saya tentang lika-liku dunia percetakan mungkin bisa sedikit menjawab tentang rumitnya dunia cetak jauh lebih rumit daripada mencetak file dari komputer ke printer http://edukasi.kompasiana.com/2013/04/17/analisa-buruh-percetakan-kenapa-un-terlambat-552241.html 

Tapi, mudah-mudahan uraian dibawah ini sedikit membuka cakrawala bagi DPR atau KPK atau Polisi atau siapa saja yang ingin menginvestigasi kasus ini, bahwa memang ada masalah di internal PT Ghalia sehingga menyebabkan distribusi soal-soal UN SMA jadi terlambat.

Mari kita lihat komentar dan data berikut ini dari Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kemendikbud, Amin Priatna “Walau jumlah provinsinya banyak, tetapi jumlahnya hampir sama dengan kelima perusahaan lainnya,” ujarnya.

Datanya sbb.:

Paket satu : PT Balebat Dedikasi Prima, dengan total oplah 91,2 juta soal ujian dengan nilai tender Rp12,9 miliar
Paket dua : PT Pura Barutama dengan total oplah 96,8 juta dengan nilai Rp14,5 miliar
Paket tiga : PT Ghalia dengan total oplah 106,5 juta dengan nilai tender sebesar Rp22 miliar
Paket empat : PT Jasuindo Tiga Perkasa dengan total oplah 102,2 juta dengan nilai Rp13,7 miliar
Paket lima : PT Karsa Wira Utama dengan total oplah 103,9 juta lembar dengan nilai Rp16,3 miliar
Paket enam : PT Temprina Media Grafika dengan total oplah sebanyak 90 juta dengan nilai Rp14,7 miliar

(VIVA.co.id)

 

Dari segi jumlah total soal ujian yang dicetak, memang hampir sama tapi dari segi jumlah provinsi PT Ghalia mendapat jumlah provinsi terbanyak dibanding paket lain yang, bahkan, ada yang hanya untuk 2 provinsi saja.

Lihat informasi berikut ini :

PT Ghalia berkewajiban menyelesaikan percetakan paket 3 naskah UN dan mendistribusikannya ke Indonesia Tengah, yang terdiri dari 11 provinsi. Masing-masing,  Bali, Kaltim, Kalsel, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sultra, NTB, NTT, Gorontalo dan Sulbar. Jumlah siswa di 11 daerah ini mencapai 1,1 juta orang di 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK (Okezone).

Dari data diatas tergambar bahwa proses distribusi soal UN inilah yang menjadi masalah internal di PT. Ghalia. Karena dari segi teknis cetak, kondisi mesin cetak dan lain-lain, PT Ghalia termasuk yang terbaik di Indonesia. Tentunya waktu 25 hari yang diberikan Kemendikbud untuk mencetak 106,5 juta lembar soal bisa disiasati dan bisa selesai sebelum 25 hari.

Anda perlu membayangkan, bahwa soal UN SMA yang 106,5 juta lembar itu harus dipilah-pilah menjadi 6 mata pelajaran (IPA dan IPS + Bahasa). Selain itu dipilah lagi menurut jenis peruntukan soalnya (SMA/MA, SMALB, SMK, Paket A/Ula, Paket B/Wusta, Paket C, dan Paket C Kejuruan untuk paket 3).

Dari sana perlu dipilah lagi untuk 11 provinsi. Dalam 1 provinsi ada beberapa Rayon. Dalam 1 Rayon ada beberapa Sekolah. Dalam 1 Sekolah, tentunya dibagi lagi menurut jumlah peserta masing-masing jurusan (IPA dan IPS + Bahasa).

Waktu 60 hari yang tertera pada kontrak adalah total waktu yang diminta PT Ghalia adalah dari terima data sampai selesai distribusi ke 11 provinsi sehingga jelas waktu distribusi inilah yang terpangkas. Ini terbukti dengan belakangan ada penambahan 200 orang sumber daya manusia menjadi 500 orang untuk menyelesaikan distribusi soal tersebut.

 

Apakah anda sudah bisa membayangkan, betapa njelimet-nya pemilahan soal UN SMA untuk 11 provinsi?

 

*

Tidak ada persiapan dan pelatihan SDM yang baik di PT Ghalia adalah Root Cause dari masalah carut marutnya penyelenggaraan UN SMA tahun 2013 ini.

*

 Itulah jawaban untuk kang Miing kenapa hanya satu percetakan yang tidak bisa menyelesaikan distribusi soal UN SMA.
**

13666019161081287132

habis

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalahkan Norwich, Liverpool Kian Dekat …

Achmad Suwefi | | 20 April 2014 | 19:54

Ketagihan “Pecel Senggol” …

Hendra Wardhana | | 20 April 2014 | 16:01

Kebijakan Mobil LCGC Yang Akhirnya Membebani …

Baskoro Endrawan | | 20 April 2014 | 13:30

My Mother Is…? …

Salmah Naelofaria | | 20 April 2014 | 15:03

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Awas Pacaran Sama Bule Player! Tips dari …

Cdt888 | 16 jam lalu

Mari Jadikan Sekolah Benar-Benar Sebagai …

Blasius Mengkaka | 17 jam lalu

Hargai Pilihan Politik Warga Kompasiana …

Erwin Alwazir | 18 jam lalu

Mandi Air Soda di Kampung, Ajaib! …

Leonardo Joentanamo | 19 jam lalu

Prediksi Indonesian Idol 2014: Virzha …

Arief Firhanusa | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: