Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mahmuddin Patahangi

Seorang Guru di Yayasan Pendidikan Soroako

Ujian Nasional 2013, Tiada Hari tanpa Masalah

HL | 22 April 2013 | 10:12 Dibaca: 1855   Komentar: 1   5

13666135031139637860

Ilustrasi. Ujian Nasional/Admin (KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO)

Tiada hari tanpa masalah, dan berharap akan membuatnya semakin matang. Pernyataan ini sepertinya teapt bagi pelaksanaan ujian nasional 2013 di negeri Indonesia Raya ini.  Betapa tidak, pelaksanaan UN meski telah tertunda satu pekan, tapi tetap saja bermasalah.

Pelaksanaan UN SMA di hari ini (senin, 22/4/2013) merupakan jadwal tertunda dari jadwal semula senin pekan lalu  (15/4/2013) pada 11 propinsi. Sebagaimana kita tahu bahwa penundaan UN pekan lalu disebabkan keterlambatan soal dari pihak percetakan, sehingga distribusi soal ke sekolah penyelenggara menjadi terlambat. Namun kenyataannya, soal ujian untuk hari ini (senin, 22/4/2013) masih juga bermasalah. Di samping kedatangannya terlambat, jumlahnya pun juga kurang. Dua sekolah penyelenggara tidak mendapatkan kuota soal dari percetakan.

Kondisi ini dialami terjadi di Rayon Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Dua sekolah yang bernasib kurang beruntung itu adalah SMAN 1 Towuti dan SMAN 1 Burau. Setelah mengidentifikasi semua amplop soal yang tiba di kantor dinas pendidikan Kab. Luwu Timur, ternyata kedua sekolah tersebut sama sekali tidak mendapatkan satu pun amplop naskah soal ujian Bahasa Indonesia yang ujiannya dilaksanakan pada hari senin (22/4/2013).

Agar pelaksanaan ujian tetap dapat berjalan, setelah berkonsultasi dengan pengawas dari perguruan tinggi, maka panitia Rayon memutuskan menggandakan soal dengan proses foto copy dari master soal yang ada. Demi menjaga pelaksanaan ujian sebagaimana POS UN, keragaman soal tetap dibedakan bagi setiap peserta dalam satu ruang ujian.

13665999812019219835

Soal Ujian Nasional 2013 bahasa indonesia hasil foto copian

Mengetahui kondisi soal ujian yang digunakan hasil foto copian, beberapa siswa SMAN 1 Towuti menyatakan khawatir terhadap hasil ujiannya. Pasalnya LJUN mereka harus dikirim bersama dengan soal mereka kepemeriksaan. Selanjutnya, tenaga teknisi harus menemukan kode soal yang sama untuk mendapatkan LJUN yang sekode. Setelah itu, hasil jawaban peserta pada LJ sementara akan dipindahkan oleh tenaga teknisi ke LJUN yang semestinya. Begitulah efek lanjutan dari problematika ujian nasional 2013.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Goresan Tinta Kartini Berbuah Apa? …

Kompasiana | | 23 May 2015 | 15:12

Aduhainya #KompasKampus di Bandung …

Bang Aswi | | 23 May 2015 | 14:28

[Blog Competition] Selfie Moment …

Kompasiana | | 18 May 2015 | 17:04

Efesiensi Waktu, Kurir Ini Gunakan Google …

Darwin Arya | | 23 May 2015 | 15:27

Kirim Review Blogshop bersama JNE Anda dan …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:13


TRENDING ARTICLES

Favorit Bule, PSK Eksotis Indonesia dibayar …

Riana Dewie | 11 jam lalu

Dihantui Rasa Bersalah ,Tehnisi QZ8501 Bunuh …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Deadline FIFA Seminggu Lagi, PSSI justru …

Achmad Suwefi | 13 jam lalu

Belajar dari Jokowi memilih 9 Wanita …

Imam Kodri | 13 jam lalu

Jokowi Merekrut Orang Gila Agar Bisa Tetap …

Ahmad Maulana S | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: