Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ruli Mustafa

THE TWINSPRIME GROUP- Founder "Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang disampaikannya" (Ali bin selengkapnya

“Bagai Kacang Lupa Kulitnya”

OPINI | 23 April 2013 | 09:37 Dibaca: 1100   Komentar: 0   0

Ada pepatah klasik yang mengatakan “Bagai kacang lupa kulitnya”, ini adalah sebuah ungkapan tentang perbuatan atau sikap seseorang yang terlalu sombong, ujub , takabbur, menepuk dada hingga petantang-petenteng adigung adidaya sehingga melupakan asal usul atau latar belakangnya ; Kaya lupa saat miskin, Sehat lupa saat sakit, Lapang lupa saat sempit, melupakan begitu saja keluarga, kerabat maupun orang lain yang dulu membantunya. Eh, saat berhasil hidupnya lupa daratan, tak sadar bahwa cepat atau lambat dia akan temui ajal !. Dalam keseharian seringkali kita jumpai perilaku menyimpang seperti itu. Di lingkungan keluarga, kerabat dekat, tetangga, teramat banyak orang-orang yang dulunya “bukan siapa-siapa” kemudian dalam proses perjalanan waktu mereka menjadi orang-orang yang terpandang, populer, kaya raya dan dihormati. Peribahasa ini memang ternyata terjadi juga dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang sudah melupakan asal usulnya karena keberhasilan mereka saat ini. Pada proses “from zero to hero”, “from nothing to be something” atau “from nobody to somebody” tak ada yang keliru, semua sah-sah saja sebagai perjalanan takdir seseorang. Namun kesalahan terbesar terjadi justru pada puncak kejayaan yang diwarnai oleh tingkah polah keangkuhan. Merasa hebat sendiri, sementara orang lain dianggap nggak ada apa-apanya, merasa paling tahu dan orang lain dianggap bodoh, merasa paling benar dan orang lain salah . Yang paling parah adalah saat melupakan begitu saja asal-usul dan catatan sejarah ketika jaman mengais-ngais rejeki dengan susah payah, mengharap-harap bantuan orang lain dan sanak saudara. Tetapi di saat keberhasilan sudah ditangan, boro-boro mau membalas kebaikan orang-orang yang telah membantunya dimasa-masa sulit dulu, sebaliknya malah berbalik menghujat, mencela serta menghina, seolah-olah dia nggak pernah susah. Pamer harta serta sesumbar kesana-kemari dengan berita-berita bohong serta cerita-cerita dusta tentang amal dan “kepahlawanan”-nya membantu saudara dan sesama, padahal nol-besar !..Yah, terlalu banyak orang yang berkarakter “kacang lupa kulitnya”, dipenuhi perilaku superiority complex. Astagfirullah !. Tulisan singkat ini setidaknya mengingatkan kita semua agar terhindar dari sifat-sifat tercela seperti itu. Ingatlah dunia ini hanya tempat menetap sementara, dan akhiratlah tempat abadi untuk kembali !. Jangan ujub, sombong serta takabbur, apalagi berkarakter “kacang lupa di kulit “ !…Bertaubatlah kepada Allah dan minta maaflah kepada orang-orang yang sengaja atau tidak, telah terluka dan disakiti. Karenanya, segala perbuatanmu akan di pertanggung jawabkan secara detail di Mahkamah Illahi kelak. Perilaku “Kacang lupa di kulit” ekuivalen dengan penjabaran sifat “memalingkan muka dari manusia”. Maka silahkan simak ayat dan hadits berikut agar kita terus menerus ingat serta terhindar dari kekeliruan perilaku buruk itu : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18).“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Aku dan Kompasianival 2014 …

Seneng Utami | | 22 November 2014 | 02:18

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Seru! Beraksi bareng Komunitas di …

Kompasiana | | 19 November 2014 | 16:28


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri ini… …

Azis Nizar | 8 jam lalu

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 9 jam lalu

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 13 jam lalu

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 18 jam lalu


HIGHLIGHT

Asyiknya Wisata di TRMS Serulingmas …

Banyumas Maya | 8 jam lalu

Ajang Kompasianival Melengkapi Pertemanan …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Generasi Sandwich …

Sitti Fathimah Herd... | 9 jam lalu

Eh, Susi Nongol Lagi! …

Mbah Mupeang | 9 jam lalu

Indonesia Tidak Bisa Seenaknya Tenggelamkan …

Ibnu Purna | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: