Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ruli Mustafa

THE TWINSPRIME GROUP- Founder "Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang disampaikannya" (Ali bin selengkapnya

“Bagai Kacang Lupa Kulitnya”

OPINI | 23 April 2013 | 09:37 Dibaca: 991   Komentar: 0   0

Ada pepatah klasik yang mengatakan “Bagai kacang lupa kulitnya”, ini adalah sebuah ungkapan tentang perbuatan atau sikap seseorang yang terlalu sombong, ujub , takabbur, menepuk dada hingga petantang-petenteng adigung adidaya sehingga melupakan asal usul atau latar belakangnya ; Kaya lupa saat miskin, Sehat lupa saat sakit, Lapang lupa saat sempit, melupakan begitu saja keluarga, kerabat maupun orang lain yang dulu membantunya. Eh, saat berhasil hidupnya lupa daratan, tak sadar bahwa cepat atau lambat dia akan temui ajal !. Dalam keseharian seringkali kita jumpai perilaku menyimpang seperti itu. Di lingkungan keluarga, kerabat dekat, tetangga, teramat banyak orang-orang yang dulunya “bukan siapa-siapa” kemudian dalam proses perjalanan waktu mereka menjadi orang-orang yang terpandang, populer, kaya raya dan dihormati. Peribahasa ini memang ternyata terjadi juga dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang sudah melupakan asal usulnya karena keberhasilan mereka saat ini. Pada proses “from zero to hero”, “from nothing to be something” atau “from nobody to somebody” tak ada yang keliru, semua sah-sah saja sebagai perjalanan takdir seseorang. Namun kesalahan terbesar terjadi justru pada puncak kejayaan yang diwarnai oleh tingkah polah keangkuhan. Merasa hebat sendiri, sementara orang lain dianggap nggak ada apa-apanya, merasa paling tahu dan orang lain dianggap bodoh, merasa paling benar dan orang lain salah . Yang paling parah adalah saat melupakan begitu saja asal-usul dan catatan sejarah ketika jaman mengais-ngais rejeki dengan susah payah, mengharap-harap bantuan orang lain dan sanak saudara. Tetapi di saat keberhasilan sudah ditangan, boro-boro mau membalas kebaikan orang-orang yang telah membantunya dimasa-masa sulit dulu, sebaliknya malah berbalik menghujat, mencela serta menghina, seolah-olah dia nggak pernah susah. Pamer harta serta sesumbar kesana-kemari dengan berita-berita bohong serta cerita-cerita dusta tentang amal dan “kepahlawanan”-nya membantu saudara dan sesama, padahal nol-besar !..Yah, terlalu banyak orang yang berkarakter “kacang lupa kulitnya”, dipenuhi perilaku superiority complex. Astagfirullah !. Tulisan singkat ini setidaknya mengingatkan kita semua agar terhindar dari sifat-sifat tercela seperti itu. Ingatlah dunia ini hanya tempat menetap sementara, dan akhiratlah tempat abadi untuk kembali !. Jangan ujub, sombong serta takabbur, apalagi berkarakter “kacang lupa di kulit “ !…Bertaubatlah kepada Allah dan minta maaflah kepada orang-orang yang sengaja atau tidak, telah terluka dan disakiti. Karenanya, segala perbuatanmu akan di pertanggung jawabkan secara detail di Mahkamah Illahi kelak. Perilaku “Kacang lupa di kulit” ekuivalen dengan penjabaran sifat “memalingkan muka dari manusia”. Maka silahkan simak ayat dan hadits berikut agar kita terus menerus ingat serta terhindar dari kekeliruan perilaku buruk itu : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18).“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kuliner: Dari Mesir ke Yordania Bersama …

Andre Jayaprana | | 20 September 2014 | 18:49

Judika Bangga Membagikan Budaya di Rising …

Sahroha Lumbanraja | | 20 September 2014 | 23:05

Asian Games 2018, tantangan bagi Presiden …

Muhamad Kamaluddin | | 21 September 2014 | 04:34

Bingung Mau Buka Usaha Apa? Ini caranya …

Yos Asmat Saputra | | 21 September 2014 | 06:39

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 4 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 jam lalu

Jokowi Pernah Disumbang Tahir, Kenapa TNI …

Aqila Muhammad | 22 jam lalu

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 20 September 2014 08:47


HIGHLIGHT

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 8 jam lalu

Jangan Sampai Pemerintahan Jokowi-JK …

Abdul Muis Syam | 8 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Puisi: Angin Generasi …

Wiwin Purwosetiono | 9 jam lalu

Biang Macet Kota Bogor …

Cucum Suminar | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: