Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ruli Mustafa

THE TWINSPRIME GROUP- Founder "Jangan lihat siapa yang menyampaikan, tapi lihat apa yang disampaikannya" (Ali bin selengkapnya

“Bagai Kacang Lupa Kulitnya”

OPINI | 23 April 2013 | 09:37 Dibaca: 948   Komentar: 0   0

Ada pepatah klasik yang mengatakan “Bagai kacang lupa kulitnya”, ini adalah sebuah ungkapan tentang perbuatan atau sikap seseorang yang terlalu sombong, ujub , takabbur, menepuk dada hingga petantang-petenteng adigung adidaya sehingga melupakan asal usul atau latar belakangnya ; Kaya lupa saat miskin, Sehat lupa saat sakit, Lapang lupa saat sempit, melupakan begitu saja keluarga, kerabat maupun orang lain yang dulu membantunya. Eh, saat berhasil hidupnya lupa daratan, tak sadar bahwa cepat atau lambat dia akan temui ajal !. Dalam keseharian seringkali kita jumpai perilaku menyimpang seperti itu. Di lingkungan keluarga, kerabat dekat, tetangga, teramat banyak orang-orang yang dulunya “bukan siapa-siapa” kemudian dalam proses perjalanan waktu mereka menjadi orang-orang yang terpandang, populer, kaya raya dan dihormati. Peribahasa ini memang ternyata terjadi juga dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang sudah melupakan asal usulnya karena keberhasilan mereka saat ini. Pada proses “from zero to hero”, “from nothing to be something” atau “from nobody to somebody” tak ada yang keliru, semua sah-sah saja sebagai perjalanan takdir seseorang. Namun kesalahan terbesar terjadi justru pada puncak kejayaan yang diwarnai oleh tingkah polah keangkuhan. Merasa hebat sendiri, sementara orang lain dianggap nggak ada apa-apanya, merasa paling tahu dan orang lain dianggap bodoh, merasa paling benar dan orang lain salah . Yang paling parah adalah saat melupakan begitu saja asal-usul dan catatan sejarah ketika jaman mengais-ngais rejeki dengan susah payah, mengharap-harap bantuan orang lain dan sanak saudara. Tetapi di saat keberhasilan sudah ditangan, boro-boro mau membalas kebaikan orang-orang yang telah membantunya dimasa-masa sulit dulu, sebaliknya malah berbalik menghujat, mencela serta menghina, seolah-olah dia nggak pernah susah. Pamer harta serta sesumbar kesana-kemari dengan berita-berita bohong serta cerita-cerita dusta tentang amal dan “kepahlawanan”-nya membantu saudara dan sesama, padahal nol-besar !..Yah, terlalu banyak orang yang berkarakter “kacang lupa kulitnya”, dipenuhi perilaku superiority complex. Astagfirullah !. Tulisan singkat ini setidaknya mengingatkan kita semua agar terhindar dari sifat-sifat tercela seperti itu. Ingatlah dunia ini hanya tempat menetap sementara, dan akhiratlah tempat abadi untuk kembali !. Jangan ujub, sombong serta takabbur, apalagi berkarakter “kacang lupa di kulit “ !…Bertaubatlah kepada Allah dan minta maaflah kepada orang-orang yang sengaja atau tidak, telah terluka dan disakiti. Karenanya, segala perbuatanmu akan di pertanggung jawabkan secara detail di Mahkamah Illahi kelak. Perilaku “Kacang lupa di kulit” ekuivalen dengan penjabaran sifat “memalingkan muka dari manusia”. Maka silahkan simak ayat dan hadits berikut agar kita terus menerus ingat serta terhindar dari kekeliruan perilaku buruk itu : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18).“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 4 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 5 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 6 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 7 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: