Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Zainal Abidin

Menyukai segala apa yang disebut kesederhanaan

Keanekaragaman Hayati di Indonesia: Pesan dari Ruang Kelas

OPINI | 23 April 2013 | 11:07 Dibaca: 355   Komentar: 0   0

Di sela-sela ketika mengajar fisika di kelas saya sering mengingatkan dua hal pada para siswa. Pertama, . pentingnya ilmu dasar yang menjadi dasar bagi pencarian ilmu selanjutnya di perguruan tinggi, apalagi jika menjadi peneliti sebagai profesi. Kedua, anugerah sumber daya alam Indonesia merupakan karunia Tuhan yang perlu dijaga kelestariannya dan diolah untuk kemanfaatan kemanusiaan, hal ini perlu didukung oleh kemampuan sumber daya manusia.

Salah satu anugerah sumber daya alam dari Tuhan itu adalah keanekaragaman hayati (biodiversity). Sebagai salah satu megabiodiversity di dunia, ada dua pertanyaan dalam sebuah slide dari salah satu presentasi Seminar Sains di Institut Pertanian Bagor, Nopember 2009, yaitu: 1. Hanya sekedar slogan untuk dikagumi? dan 2. Bagaimana pemanfaatan dan peningkatan nilai tambahnya?

13666897111212646397

Megabiodiversity Indonesia (Sumber: Antonius Suwanto. Membangun penelitian Biologi yang Tanggap Terhadap Kebutuhan Industri. Seminar Nasional Sains. IPB Bogor. Nopember 2009)

Inilah latar belakang geografis Indonesia. Negara kepulauan dengan lebih dari 18.000 pulau. Total luas kawasan tidak kurang 7.700.000 km persegi. Panjang garis pantai 80.791 km. Tidak kurang dari 42 jenis alam daratan dan 5 jenis ekosistem laut. Mempunyai kekayaan sumber daya alam, khususnya sumber daya alam hayati yang berlimpah (kasus Tesso Nillo di Sumatera dan Bukit Bangkirai di Kalimantan). Kehadiran garis Wallacea, memperkaya keanekaragaman hayati dengan terentuknya 4 wilayah distribusi tumbuhan. Malesias yang mengidentifikasikan keunikan dan kekhasan flora dan fauna.

1366691638627033758

Garis Wallacea

Secara ekosistem, Indonesia memiliki setidaknya 40.000.000 hektar (ha) ekosistem basah termasuk di dalamnya 20.000.000 hektar ekosistem gambut. Di negeri ini terdapat 31 Taman Nasional dengan luas 7.915.331 ha termasuk di dalamnya Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya dan Taman Buru. Enam di antaranya termasuk kelompok Cagar Biosfer yang diakui dunia. Suaka Alam yang berjumlah 174 meliputi 6.111.458 ha dan 40 lokasi tempat perlindungan satwa liar Suaka Margasatwa dengan luas wilayah 2.918.924 ha.

Keanekaragaman hayati di Indonesia, walaupun wilayah seluruhnya hanya sekitar 1,3 % dari total daratan dunia namun memiliki sekitar 17 % dari jumlah total jenis makhluk hidup dunia. Belum terhitung serangga, jasad renik, gen.

1366691680225217410

Keanekaragaman hayati Indonesia sebagai bagian dari Indo-Pasifik

Pertanyaan kita sekarang adalah bagaimana bangsa Indonesia dalam keadaan seperti ini bersikap agar dapat memanfaatkan keanekaragaman hayati dan menjadi peluang dalam upaya pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan? Semoga para ahli (experts) berkenan menjawab dan memberi solusinya. Saya hanya selalu mengingatkan anak-anak didik saya: Selamatkan kekayaan alam negeri ini – biodiversity – . Olah dan persembahkan untuk kemakmuran negeri ini.

Bandar Lampung, 23 April 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 5 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 5 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 9 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: