Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nurir Rohmah

Love travelling and understanding freedom expression worldwide..

Mengajar “English”

REP | 24 April 2013 | 18:21 Dibaca: 91   Komentar: 0   0

Guru-guru bahasa inggris terutama yang mengajar SD, SMP, ataupun SMA mungkin sedang dilanda “galau” akhir-akhir ini berkaitan dengan akan diterapkannya kurikulum 2013 yang akan mengurangi jumlah jam mengajar mata pelajaran bahasa inggris. Hal ini akan member dampak yang signifikan terhadap masa depan guru bahasa inggris. Guru-guru pun dituntut tetap kreatif ditengah penerapan kurikulum baru ini.

Isu hangat ini ditanggapi serius oleh pusat bahasa Universitas Trunojoyo Madura yang pada tanggal 06 April kemarin mengadakan workshop bagi guru dan mahasiswa yang ingin menjadi guru bahasa inggris dengan tema “teaching English for young learners.” Tidak kurang dari 85 peserta dari kalangan guru dan mahasiswa bahasa inggris di wilayah bangkalan menghadiri workshop ini. Pembicara workshop ini adalah English Language Fellow dari Regional English Language Office. Workshop ini dibagi menjadi 2 sesi.

Sesi pertama diisi oleh Dr. Dzo’ul Milal, ketua ELTIS IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang memberikan teknik-teknik mengajar bahasa inggris yang komunikatif terutama bagi pelajar-pelajar muda. Selain itu, sesi pertama ini juga diisi pula oleh Elizabeth England, P.Hd. yang merupakan senior fellow yang saat ini mengajar di Universitas Alauddin Makassar. Beliau memberikan isu-isu krusial tentang pentingnya menjadi guru yang kreatif.

Tidak kalah serunya, sesi kedua diisi oleh Joshua Yardley dan Jonathan Gasbar yang sama-sama merupakan English Language Fellow. Joshua yang saat ini membantu pengajaran di pemerintah Aceh, memberikan materi tentang “reward system” atau pemberian penghargaan yang tepat bagi anak sehingga anak lebih tertantang untuk belajar. Pada kesempatan tersebut pula, Joshua yang lebih senang dipanggil dengan sebutan “abang” ini, memberikan informasi bahwa English Language Fellow telah meluncurkan website MengajarEnglish.com yang dapat menjadi rujukan guru-guru yang ingin mendapatkan data-data mengajar yang lebih aktraktif ditengah era digital ini.

Sedangkan Jonathan Gasbar, yang saat ini mengajar di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin menerangkan tentang beberapa tips yang dapat digunakan para peserta agar tidak membosankan dalam mengajar bahasa inggris dalam kelas. Jonathan juga mengajak peserta untuk melakukan permainan dan melakukan tarian yang juga bisa dilakukan dalam kelas sambil mengajar bahasa inggris.

Workshop ini menjadi tolak ukur bahwa simpang siur kurikulum baru 2013 tidak menyurutkan minat para guru untuk tetap mengajarkan bahasa inggris pada murid-muridnya secara kreatif. Serta tidak menyurutkan minat para mahasiswa untuk terus belajar menjadi guru yang baik di masa yang akan datang. Dr. Suryo Tri Saksono selaku Pembantu Rektor I yang membuka acara berharap bahwa ke depan, Universitas Trunojoyo Madura dapat menjadi pelopor pelatihan-pelatihan serupa yang berkaitan dengan kemajuan dan perkembangan guru kearah yang lebih positif.

Ditulis oleh:

Nurir Rohmah

Lulusan Sastra Inggris Universitas Trunojoyo Madura

nurirrohmah@gmail.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 4 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: