Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Zainal Abidin

Menyukai segala apa yang disebut kesederhanaan

Kewirausahaan dan Prakarya di Sekolah: Teori untuk Praktik

OPINI | 25 April 2013 | 14:55 Dibaca: 10678   Komentar: 5   1

Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan diajarkan kepada semua siswa SMA, MA, dan SMK sebagaimana tercantum dalam Kurikulum 2013. Pemberian materi ini, antara lain, untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan sejak dini dan merupakan langkah yang baik untuk menyiapkan lahirnya lebih banyak lagi wirausaha di Indonesia. Kewirausahaan itu bukan belajar teori lalu diujikan. Justru, pendidikan kewirausahaan harus bisa nyata dialami siswa.

Pendidikan kewirausahaan sekarang ini diarahkan untuk menciptakan entrepreneur yang inovatif dan kreatif. Jika mencermati kompetensi inti dan dasar mata pelajaran prakarya dan pendidikan kewirausahaan Kurikulum 2013, pendidikan lebih ditekankan pada prakarya semata. Prakarya yang dipelajari di jenjang pendidikan menengah meliputi kerajinan, rekayasa, budidaya, dan pengolahan.

Menurut saya, prakarya memiliki pengertian ketrampilan, hasta karya, atau disebut juga kerajinan tangan, atau ketrampilan tangan. Sebenarnya mata pelajaran ketrampilan sudah lama ada dalam kurikulum dengan nama ketrampilan bebas dan ketrampilan terikat. Materi Prakarya sebenarnya tidak perlu terlalu mengacu pada buku panduan yang akan dikeluarkan Kemendikbud. Guru bisa memanfaatkan apa saja sebagai sumber materi belajar.

Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan juga menjadi peluang yang luas bagi sekolah untuk berinovasi dan berkreasi dengan meperhatikan sumber daya guru dan potensi lingkungan di sekitar sekolah (“muatan lokal”). Misalnya bagaimana dengan keberadaan guru TIK selama ini? Menurut saya bisa saja sekolah misalnya menentukan mata pelajaran Pendidikan Prakarya dan Kewirauhaan TIK. Dengan mempertimbangkan kondisi sumber daya guru dan kondisi serta potensi lingkungan sekolah, saya membayangkan banyaknya variasi untuk mata pelajaran ini.

13668765031136427505

Sumberhttps://larrycuban.wordpress.com/2013/01/

Dalam Kurikulum 2013, dinyatakan bahwa Kompetensi Inti (KI) merupakan terjemahan atau operasionalisasi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki siswa yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills. Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan bagi saya dapat dikategorikan dalam dua bagian besar, sebagai hard skill-nya aalah prakarya dan soft skill-nya adalah kewirausahaan.

Bagaimana kewirausahaan di sekolah? Saya kira kewirausahaan di sekolah memberi bekal awal bagi siswa dalam praktek nyata berwirausaha. Labih berorientasi pada teori yang akan dipraktekkan nyata pada siswa.

Mari kita tinjau sekilas apa wirausaha itu? Wirausaha sama dengan wiraswasta. Pelopor di Indonesia adalah Suparman Sumahamijaya menekankan adaya peluang kelompok kreatif entrepreneur Indonesia untuk mengangkat bangsa dari kemiskinan. Istilah wiraswasta dihubungkan dengan istilahsaudagar, berasal dari bahasa Sansekerta yang memiliki pengertian, wira: manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan/pendekar kemajuan dan berwatak agung; swa: sendiri, dan stat: berdiri. Saudagar, sau: seribu dan dagar: akal. Jadi artinya seribu akal. Dan seterusnya dan seterusnya.

Wirausaha untuk prakarya. Learning by doing. Untuk belajar mandiri. Untuk belajar memimpin. Untuk belajar menjadi khalifah di bumi. Semoga.

—-

Bandar Lampung, 25 April 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 6 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 7 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 8 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: