Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Tri Utami

Dear mom...one day..I'll make you proud. I promise

Kaderisasi

OPINI | 27 April 2013 | 23:10 Dibaca: 68   Komentar: 0   0

Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi yang diberikan oleh Tuhan, dan karakter manusia sangat ditentukan oleh lingkungan. Karakter seseorang sangat dipengaruhi oleh masa lalu, teman bermain, kawan yang beraktifitas bersama, lingkungan akademik yang juga membentuk pola pikir, serta lingkungan kampus yang juga dapat mempengaruhi dalam pembentukan karakter. Sehingga bisa dikatakan lingkunganlah yang akan membuat seseorang menemukan karakternya. Seperti kemampuan memimpin (leadership), bekerjasama (teamwork), berbicara di depan umum, manajemen diri dan waktu. Untuk softskill ini bisa didapatkan melalui pengalaman.

kaderisasi organisasi dapat dipetakan menjadi dua ikon secara umum. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi (obyek). Untuk yang pertama, subyek atau pelaku kaderisasi sebuah organisasi adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi dan kebijakan-kebijakannya yang melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, dengan pengertian lain adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.

Kaderisasi bukanlah hal yang asing untuk sebuah organisasi, Kaderisasi sangat berguna untuk menemukan bibit unggul kader-kader baru yang siap untuk melanjutkan memimpin.

Kaderisasi bisa diibaratkan sebagi jantungnya sebuah organisasi, tanpa adanya kaderisasi rasanya sulit dibayangkan suatu organisasi mampu bergerak maju dan dinamis. Hal ini karena kaderisasilah yang menciptakan bibit-bibit baru yang nantinya akan memegang dan melanjutkan tongkat kepemimpinan dalam perjuangan organisasi. Kaderisasi berusaha menciptakan kader yang bukan hanya hebat dalam mengerjakan suatu program, tapi lebih dari itu. Kaderisasi haruslah mampu menciptakan kader yang memiliki jiwa pemimpin, memiliki emosi yang terkontrol, kreatif, tidak mudah putus asa dan mampu menjadi pemberi solusi yang baik dan adil untuk setiap permasalahan serta yang terpenting mampu dan pantas nantinya menjadi seorang teladan yang patut dicontoh bagi anggotanya.



Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ketika Keluarga Indonesia Merayakan …

Zulham | | 28 November 2014 | 11:19

Ahok, Kang Emil, Mas Ganjar, dan Para …

Dean | | 28 November 2014 | 06:03

Ditangkapnya Nelayan Asing Bukti Prestasi …

Felix | | 28 November 2014 | 00:44

Kay Pang Petak Sembilan …

Dhanang Dhave | | 28 November 2014 | 09:35

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50



HIGHLIGHT

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman Dalam …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | 8 jam lalu

Pembuktian Slogan Aku Cinta Indonesia …

Vera Barlianti | 8 jam lalu

Prosedur Sidang SIM di PN …

Kambing Banci | 8 jam lalu

Penundaan Revisi UU MD3 dan Kisruh Golkar …

Palti Hutabarat | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: