Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andreas Harianja

menulis adalah pekerjaan murid, dan berbicara adalah pekerjaan guru. | batak | student of geological engineering

Janji Rektorat Unsoed tidak Terpenuhi untuk UKT Baru

REP | 29 April 2013 | 15:48 Dibaca: 453   Komentar: 0   0

Polemik yang dibuat oleh seorang menteri pendidikan dan kebudayaan RI, M. Nuh. Suatu perubahan besar yang dibuat untuk mengganti sistem pembayaran uang kuliah di Indonesia, bagaimana tidak perubahan besar, dahulu pembayaran yang memakai sistem pembayaran uang pangkal saat ini tidak, dan anehnya sistem yang tadinya bayar uang semester murah sekarang jadi MAHAL.

Tidakah Pendidikan adalah hak segala bangsa, baik yang tua maupun yang muda, baik yang laki-laki juga perempuan, baik yang kaya maupun yang miskin. Kenapa di ranah pendidikan banyak sekali kebijakan aneh? Bagaimana Negara ini mau maju, pendidikan saja dijual, bagaimana bangsa ini mendapatkan para calon ahli keteknikan, arsitektur,ekonomi, tata negara, kesehatan??? Pemudanya saja banyak yang masih berfokus pada biaya, bukannya fokus kepada bidang ilmu kuliahnya. BAYANGKAN, Berapa banyak orang yang berprinsip kuliah sambil bekerja, sehingga setelah kuliahadalah suatu sarana untuk mendapatkan pangkat dan gaji yang lebih baik, HEMM,berarti mental bangsa Indonesia adalah mental jabatan dan gaji bukan mental untuk menemukan ide-ide yang baru, ini diakibatkan ketidakfokusan dalam berkuliah. Ada lagi gejala setelah lulus sekolah, mencari pekerjaan dahulu baru berkuliah, alasannya adalah kuliah itu mahal, jadi mencari pekerjaan untuk menutupi pengeluaran biaya kuliah kelak; ada dua kemungkinan, pertama pemuda tersebut akan mendapat gaji yang akan dipakainya untuk berkuliah, atau pemuda tersebut akan merasa nyaman bekerja dan tidak ingin lagi berkuliah, tapiapabila dia mengumpulkan dana untuk berkuliah, sampai kapan? 2 tahun setelahdia lulus SMA, dia tidak bisa lagi mengikuti SNMPTN, hanya maksimal 5 tahun setelah lulus SMA sebagai batas untuk masuk PTN melalui jalur Mandiri.

Banyaknya pro dan kontra terhadap UKT ini, UKT adalah baik, namun UKT yang baik direncanakan denganbaik, tidak asal tembak sebagai harga mati. Menurut Nuh dikutip dari kompas.com , “kendala yang dialami dalam penentuan UKT ini terkait dengan penghitungan biaya masing-masing universitas. Yang dibicarakan bukan hanya sekadar uang kuliah saja tapi juga biaya lain yang biasanya dibayarkan mahasiswa di luar biaya kuliah”. Biaya lain itulah yang disebut dengan unit cost, bayangkan bagaimana suatu Unsoed harus lebih mahal, coba lihat adapun ITB menentukan UKT dari Rp. 0-Rp. 10.000.000, kemudian UI dari Rp. 0-Rp. 7.500.000 dan IPB dari Rp. 0-Rp. 8.000.000 (dikutip dari kompas.com). Ada apa dengan Unsoed (AADU) ??? kenapa untuk biaya kedokteran saja bisa sampai 15 Juta dan Teknik 3,5 Juta ? Kenapa tidak ada sedikitpun penurunan? Miris sekali, praktikum dengan alat seadanya, fasilitas kampus yang seadanya, bahkan wifi kampus suka tidak berfungsi, dan joroknya WC kampus, uang UKM yang minim. HEBAT SEKALI UNSOED!!!

Bagaimanakah kita sebagai mahasiswa menanggapinya? Apa sampai saat ini kita harus diam? Mari kita suarakan dan mari kita bantu teman-teman pergerakan kampus ini untuk beradvokasi dengan birokrat, dan bilamanakah kita satu universitas ini tidak bayar uang kuliah? Apakah kita akan dikeluarkan dari kampus? Apakah kita akan kena denda? Kalaupun didenda dan kena sanksi mari kita laporkan ke Kemendikbud, Komnas HAM, atau jalan terakhir mari juga kita laporkan ke Media Massa yang notabene adalah kawan-kawan kita, DENGAN HARAPAN JUGA PAK PRESIDEN TURUN TANGAN, karena UKT kita mahal, UKT kita tidak memihak golongan bawah untuk berkuliah. Mari kita suarakan suara kita, jangan kita terbuai dengan jadwal praktikum yang membludak, itu semua pengalihan isu, mari kita fokus dulu benahi tata cara PEMUNGITAN DANA ini, jangan sampai uang ini tidak transparan dan terkesan dihamburkan pihak kampus, karena kampus adalah lahan basah untuk memainkan uang. Kita juga pasti tidak mau melihat para petinggi kampus kita ditangkap kan? Kita kasihankan dengan mereka? Kita juga tidak mau melihat keluarga petinggi kampus bersedih dan malu karena ayahnya atau ibunya ditangkap polisi kan? Kita juga tidak mau kan nama kampus kita tercemar??????
Mari kita galang persatuan kita, mari mahasiswa era 2000 kita berubah kita lihat Indonesia cemerlang dengan sarjana penuh inovator yang berintegritas. HIDUP MAHASISWA!!!!

Coba lihat table ini :

TABEL FIX Biaya UKT, yang harus dibayarkan tanggal 3 MEI 2013

13672248121917848333

Andreas Billy Graham Harianja
Kementerian Komunikasi dan Informasi BEM TEKNIK Unsoed Kabinet Madani.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kurikulum 2013: Buku, Seminggu Dibagikan …

Khoeri Abdul Muid | | 20 August 2014 | 17:25

Hati-hati, Cara Mengutip Seperti Ini Pun …

Nararya | | 20 August 2014 | 20:09

Keluarga Pasien BPJS: Kenapa Dokter Tulis …

Posma Siahaan | | 20 August 2014 | 12:48

Saonek Mondi Sebuah Sudut Taman Laut Raja …

Dhanang Dhave | | 20 August 2014 | 12:13

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Inilah Nama-nama Anggota Paskibraka 2014 …

Veronika Nainggolan | 7 jam lalu

Nikita Willy Memukul KO Julia Perez …

Arief Firhanusa | 10 jam lalu

Kalau Tidak Bisa Legowo, Setidaknya Jangan …

Giri Lumakto | 11 jam lalu

Di Balik Beningnya Kolang-kaling …

Hastira | 11 jam lalu

Menebak Putusan Akhir MK di Judgment Day …

Jusman Dalle | 13 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: