Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rizky Ananda

Mahasiswa Teknik Fisika ITTELKOM 2011 | Love Music | Cinta minangkabau | Kaepala Departemen HUMAS KAMMI ITTELKOM 2013

Untuk Apa Menulis!

REP | 02 May 2013 | 14:57 Dibaca: 127   Komentar: 0   2

Menulis itu sulit namun mudah. Sulit karena tidak memiliki keinginan didalamnya untuk menulis dan mudah karena gairah untuk menulis itu tinggi. Bagi kebanyakan orang, menulis merupakan suatu hal yang membosankan. Tapi bagi mereka yang benar-benar mau belajar dan mempunyai motivasi didalamnya. Menulis itu akan menjadi kebiasaan dengan sendirinya. Karena sebagai seorang Muslim. Menulis itu sangatlah penting.

Karya-karya tulis akan kekal sepanjang masa. Sementara penulisnya, hancur terkubur dibawah tanah.”
-Ali Mustafa Yaqub

Dari kutipan kalimat diatas, dapat diambil hikmahnya bahwa mereka yang membuat tulisan, gagasan dan idenya akan tetap hidup meskipun ruh telah berpisah dari raga. Tidak akan pernah sia-sia bagi mereka yang meluangkan waktunya untuk menumpahkan pikirannya dalam sebuah tulisan.

Sebenarnya jika ada yang bertanya dari orang lain ataupun dari diri sendiri UNTUK APA MENULIS !!??.  Hmm tidak usah ditanya, begitu banyak hal-hal yang dapat dilakukan dengan tulisan. Misalkan, dengan menulis mampu menghasilkan uang, menggerakkan masa, membuat para pembacanya sedih atau marah, memainkan emosi melalui alunan kata, menyampaikan da’wah, membuat kerusuhan, menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, mengungkap fakta dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mari kita ambil salah satu contoh novel negeri 5 menara. Salah satu karya anwar fuadi ini mampu membakar semangat pemuda-pemudi indonesia khususnya para pelajar. Tak dapat dipungkiri lagi, melalui gaya bahasanya yang sederhana, anwar mampu memainkan emosi dan membawa para pembacanya jauh terbang tinggi dalam menembus keterbatasan. Beliau mampu mengemas kisah-kisah masa lalunya dengan lembut dan menyentuh. Dari hal yang sepele seolah-olah menjadi hal yang sangat luar biasa ketika kita lihat dari lembaran-lembaran kertas yang berisi deretan huruf. Maka dari itu, medal “BEST SELLER”pun bisa diraih novel ini.

Itu salah satu contoh sebuah karya tulisan yang begitu menghasilkan banyak manfaat baik bagi penulisnya maupun orang lain. Siapapun pasti bisa menulis asalkan mau menjalani proses, karena menulis itu tidaklah mudah dan tidak juga sulit.Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa menginspirasi terutama buat penulis. Jadi, UNTUK APA MENULIS ??.

Sumber : www.personal.edu

Sumber : www.personal.edu

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Berburu Oleh-oleh Khas Tanah Dayak di Pasar …

Detha Arya Tifada | | 26 November 2014 | 04:19

Menuju Jakarta, Merayakan Pestanya …

Hendra Wardhana | | 26 November 2014 | 07:59

Nangkring bareng Litbang Kementerian …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 19:25

Minum Air Lemon di Pagi Hari dan Manfaatnya …

Gitanyali Ratitia | | 26 November 2014 | 01:38

Ikuti Blog Competition ”Warna Warni Indah …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 10:50


TRENDING ARTICLES

Teror Putih Pemecah Partai Politik …

Andi Taufan Tiro | 3 jam lalu

Pak JK Kerja Saja, Jangan Ikutan Main di …

Hanny Setiawan | 4 jam lalu

Kisruh Golkar, Perjuangan KMP Menjaga …

Palti Hutabarat | 9 jam lalu

Golkar Lengserkan Aburizal Bakrie, Babak …

Imam Kodri | 10 jam lalu

5 Kenampakan Aneh Saat Jokowi Sudah …

Zai Lendra | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Membutuhkan Algojo Daripada Jaksa …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Ciremei 3078mdpl bersama Aprak Jaya …

Padlun Fauzi | 8 jam lalu

Bahasa Tarzan Di Pasar Perbatasan …

Nur Azizah | 8 jam lalu

Keroyokan Bangun Pasar Rakyat …

Ahmad Syam | 8 jam lalu

Berhentilah Bermimpi untuk Merdeka …

Eka Putra | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: