Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rizky Ananda

Mahasiswa Teknik Fisika ITTELKOM 2011 | Love Music | Cinta minangkabau | Kaepala Departemen HUMAS KAMMI ITTELKOM 2013

Untuk Apa Menulis!

REP | 02 May 2013 | 14:57 Dibaca: 129   Komentar: 0   2

Menulis itu sulit namun mudah. Sulit karena tidak memiliki keinginan didalamnya untuk menulis dan mudah karena gairah untuk menulis itu tinggi. Bagi kebanyakan orang, menulis merupakan suatu hal yang membosankan. Tapi bagi mereka yang benar-benar mau belajar dan mempunyai motivasi didalamnya. Menulis itu akan menjadi kebiasaan dengan sendirinya. Karena sebagai seorang Muslim. Menulis itu sangatlah penting.

Karya-karya tulis akan kekal sepanjang masa. Sementara penulisnya, hancur terkubur dibawah tanah.”
-Ali Mustafa Yaqub

Dari kutipan kalimat diatas, dapat diambil hikmahnya bahwa mereka yang membuat tulisan, gagasan dan idenya akan tetap hidup meskipun ruh telah berpisah dari raga. Tidak akan pernah sia-sia bagi mereka yang meluangkan waktunya untuk menumpahkan pikirannya dalam sebuah tulisan.

Sebenarnya jika ada yang bertanya dari orang lain ataupun dari diri sendiri UNTUK APA MENULIS !!??.  Hmm tidak usah ditanya, begitu banyak hal-hal yang dapat dilakukan dengan tulisan. Misalkan, dengan menulis mampu menghasilkan uang, menggerakkan masa, membuat para pembacanya sedih atau marah, memainkan emosi melalui alunan kata, menyampaikan da’wah, membuat kerusuhan, menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, mengungkap fakta dan masih banyak lagi yang lainnya.

Mari kita ambil salah satu contoh novel negeri 5 menara. Salah satu karya anwar fuadi ini mampu membakar semangat pemuda-pemudi indonesia khususnya para pelajar. Tak dapat dipungkiri lagi, melalui gaya bahasanya yang sederhana, anwar mampu memainkan emosi dan membawa para pembacanya jauh terbang tinggi dalam menembus keterbatasan. Beliau mampu mengemas kisah-kisah masa lalunya dengan lembut dan menyentuh. Dari hal yang sepele seolah-olah menjadi hal yang sangat luar biasa ketika kita lihat dari lembaran-lembaran kertas yang berisi deretan huruf. Maka dari itu, medal “BEST SELLER”pun bisa diraih novel ini.

Itu salah satu contoh sebuah karya tulisan yang begitu menghasilkan banyak manfaat baik bagi penulisnya maupun orang lain. Siapapun pasti bisa menulis asalkan mau menjalani proses, karena menulis itu tidaklah mudah dan tidak juga sulit.Mudah-mudahan tulisan singkat ini bisa menginspirasi terutama buat penulis. Jadi, UNTUK APA MENULIS ??.

Sumber : www.personal.edu

Sumber : www.personal.edu

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nazariah: Dari Tsunami ke Sokola Rimba …

Bai Ruindra | | 03 May 2015 | 16:54

Pemecah Granit di Tanjung Berbatu Pulau …

Rakhmad Fadli | | 03 May 2015 | 13:34

Juventus Kunci Juara, Chelsea Tinggal Tunggu …

Aditya Prahara | | 03 May 2015 | 16:02

Tiga Cerita Tetangga, Terpuruk pada Usia Tua …

Sugiyanto Hadi | | 02 May 2015 | 21:41

Mari Lestarikan Air Bersama AQUA! …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Mendambakan Kartun Jokowi yang …

Gustaaf Kusno | 4 jam lalu

Hukuman Apakah yang Pantas Buat Jenderal …

Avatar Aang | 8 jam lalu

Terpojok, Mayweather Angkat Sabuk 20 Miliar …

Fazrin Fadhillah | 9 jam lalu

Prestasi Terbesar Budi Waseso …

Ricky Vinando | 9 jam lalu

Sudahlah, Pak La Nyalla! Kami Mau Nonton …

Ade Adran Syahlan | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: