Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fitri Haryanti Harsono Saidil Anwar

Bachelor of Humanities. Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Minat dalam penulisan digital media selengkapnya

SMP Negeri 2 Depok, Sekolah Berbudaya Lingkungan

REP | 03 May 2013 | 11:54 Dibaca: 3872   Komentar: 7   1

1367554281154141910

Selamat Datang di Sekolah Berbudaya Lingkungan,SMP Negeri 2 Depok, Depok, Jawa Barat

“Selamat Datang di Sekolah Berbudaya Lingkungan SMP Negeri 2 Depok…”, sebuah spanduk selamat datang tergantung di atas pintu gerbang sekolah segera terlihat dengan jelas. Memasuki pintu gerbang sekolah, kita disambut pepohonan dan bunga-bungaan di kiri-kanan jalan lingkungan sekolah. Sebuah taman nan asri langsung menyapa dengan berbagai keindahan tanaman. Beberapa tempat duduk terletak di samping pepohonan, menambah kenyamanan sekaligus menggoda bagi siapapun untuk singgah sejenak.

Sapaan pertama tatkala kita menjejakkan kaki di sekolah ini menyuratkan pengelolaan sekolah tertata rapi, baik, bersih, dan hijau. SMP Negeri 2 Depok sebagai sekolah favorit beralamat di Jalan Bangau Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Penanaman nilai-nilai edukasi bukan hanya didukung dari kegiatan belajar mengajar di kelas saja, kurikulum berbasis lingkungan pun ikut andil memajukan prestasi sekolah ini.

Program Adiwiyata

Kurikulum berbasis lingkungan termasuk salah satu komponen program Adiwiyata. Adiwiyata sebagai tempat baik dan ideal untuk memperoleh segala ilmu pengetahuan juga berbagai norma dan etika. Hal ini bisa menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup dan cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Tujuan program Adiwiyata yakni mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam hal ini mewujudkan sekolah yang bersih, sehat, dan rapi. Bagi para siswa, kegiatan partisipasi mendukung program Adiwiyata, di antaranya piket kelas, Jumat bersih, kegiatan kebersihan yang diikuti ekstrakurikuler, membawa tempat makan dan minum dari rumah, ikut serta dalam pengolahan kompos, bakti sosial, berkebun, mengikuti ROMLI (Rombongan Lillahi Ta’ala) dalam memanfaatkan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), serta mengikuti diklat/pendidikan latihan dari Universitas Indonesia (UI) maupun Universitas Nasional (UNAS).

Latar belakang SMP Negeri 2 Depok mengikuti program Adiwiyata berawal dari ditunjuknya sekolah oleh Pemerintah Kota Depok. Penunjukkan tersebut bisa dilihat dari prestasi yang dicapai SMP Negeri 2 Depok, baik akademik maupun non-akademik. Prestasi yang diraih para siswa pun melanglang buana mulai dari kompetisi tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

Kegiatan Adiwiyata harus didukung seluruh warga sekolah, misal pemilahan sampah organik dan anorganik. Tempat-tempat sampah yang tersebar, di sudut-sudut sekolah hingga di depan kelas pun sudah terbagi sesuai jenis sampahnya. Secara otomatis, para siswa terbina memilah sampah. Penghematan listrik dan penggunaan air juga melatih siswa agar tidak boros.

1367554586924612134

Suasana hijau di depan kelas

Sebuah tanggung jawab besar dan penghormatan atas ditunjuknya SMP Negeri 2 Depok mengikuti program Adiwiyata. Sebelum mengikuti program Adiwiyata, SMP Negeri 2 Depok ikut serta dalam lomba sekolah sehat dan juara lomba UKS pada 2010 lalu. Khaerunisa, siswa kelas VIII selaku Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intrasekolah) menuturkan kesadaran lingkungan ini ditularkan kepada setiap siswa, seperti mengingatkan piket atau buang sampah ke tempatnya.

Pembinaan lingkungan hidup di lingkungan sekolah dilakukan para siswa dengan menanam tanaman obat-obatan, misal kunyit, jahe, dan lain-lain. Peran guru PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) sebagai pembimbing akan lingkungan hidup juga penting.

Kerjasama Adiwiyata dilakukan dengan pihak pengelola kantin sekolah, seperti menyediakan makanan dan minuman juga peralatan yang ramah lingkungan. Dukungan dari pihak komite sekolah, khususnya orangtua siswa berjalan baik. Mereka memberikan saran dan solusi terkait program Adiwiyata.

Akhirnya, kita bisa bekerjasama dengan pihak universitas. Seperti yang terlihat pada kegiatan pemilahan sampah beberapa waktu lalu, orangtua siswa ikut menyaksikan diklat/pelatihan kegiatan tersebut.

Lingkungan hidup dan Adiwiyata

Lingkungan hidup memiliki problematika yang kompleks. Oleh karena itu, program Adiwiyata sangat membantu kesadaran kita akan pentingnya lingkungan. Siswa diajak sadar lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan maupun mencontoh hal-hal yang tidak baik. Harapan adanya Adiwiyata menjadi alarm penting bahwa kita harus menjaga lingkungan sekitar agar tidak terjadi musibah yang buruk, terutama banjir.

Upaya mencintai lingkungan bisa tumbuh sedini mungkin. Pengembangan lingkungan kini dan nanti tergantung pengelolaannya. Alam sudah disediakan oleh Sang Pencipta, manusia sebagai pengelola bertanggung jawab penuh menjaga lingkungan tempat tinggal.

Keberkaitan dengan penerapan Adiwiyata untuk mewujudkan lingkungan yang hijau ternyata sulit. Kita dihadapkan pada kendala yang melilit jiwa bangsa ini, yaitu kesadaran tiap individu. Sejatinya, menumbuhkan sadar lingkungan harus murni dari individu masing-masing dan bukan dipaksa.

1367554788664208316

Lingkungan yang hijau

Namun, aplikasi di lapangan tidak sepenuhnya lancar. Tata tertib sekolah akan lingkungan harus dipatuhi para siswa sehingga penerapan yang awalnya “dipaksa, terpaksa” akhirnya membuahkan hasil ‘terbiasa’. Sosialisasi lingkungan hidup terus digalakkan, maka secara langsung mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan.

Pemantauan dan sosialisasi terus menerus menjadi pembiasaan bagi para siswa agar sadar lingkungan. Dampak program Adiwiyata akan lingkungan hidup ini tak main-main. Siswa makin sadar lingkungan, antarsiswa saling mengingatkan satu sama lain menjaga kebersihan. Selanjutnya, penghematan akan biaya listrik berkurang.

Saat jam pelajaran masuk mulai pukul 07.00-10.00 WIB, AC di dalam kelas tidak dinyalakan, semua jendela dibuka. Alhasil, udara pagi yang segar pun bebas dinikmati sehat dan alamiah. Mata segar memandang tanaman pot-pot di depan kelas makin terasa nyaman dan asri.

Pembinaan terhadap lingkungan hidup untuk menyukseskan program Adiwiyata terhambat berbagai kendala. Tak jarang, beberapa warga sekolah, termasuk siswa masih ada yang melanggar tata tertib lingkungan sekolah. Tentu saja jika ditilik, permasalahan tersebut dianggap lumrah. Jalan keluar menghadapinya, yakni siapapun bisa saling mengingatkan akan kesadaran menjaga lingkungan.

Penerapan Adiwiyata diharapkan menciptakan sekolah yang nyaman, asri, dan segar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kita bisa belajar di podium ataupun di sekitar lingkungan sekolah yang hijau. Suasana hijau dan alami bisa mendukung terciptanya kegiatan belajar yang menyenangkan.

Komponen program Adiwiyata, antara lain kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan

Sudut-sudut sekolah nan asri

1367554929936214287

Sejuk dan teduh

Suasana lingkungan sekolah yang asri dan hijau terpapar di setiap area sekolah, mulai dari pot-pot tanaman di depan kelas, pun hal serupa juga terlihat di depan ruang guru, ruang kepala sekolah, maupun ruang tata usaha. Tempat sampah yang tertulis organik dan anorganik menyadarkan siswa akan kebersihan lingkungan sekolah.

1367555031342645845

Sadar tidak buang sampah sembarangan

1367555121452558643

7 Kawasan Dilarang Merokok

Papan-papan berisi imbauan tertulis menciptakan kebersihan lingkungan dan penghematan listrik tergantung di dinding dan sepanjang jalan lorong-lorong kelas. Imbauan tentang tujuh kawasan dilarang merokok, antara lain tempat pelayanan umum, tempat kerja, sekolah, sarana pelayanan kesehatan, taman bermain, rumah ibadah, dan angkutan umum, terpampang di beberapa dinding kelas.

1367555214708319970

Taman sekolah yang hijau

13675552971121301806

Imbauan di taman sekolah

Siang yang terik dan menyengat sungguh reda tatkala melangkahkan kaki ke taman sekolah yang rimbun akan tanaman dan pepohonan. Mata dimanjakan dengan kolam yang berada di tengah taman. Tanaman tertata dengan rapi, terawat, dan terpelihara. Tapak kaki dari bebatuan juga kicauan burung makin menambah keteduhan.

13675554781038808307

Kolam ikan bersebelahan dengan ruang guru

1367555612884412498

Tanaman hidroponik

Kolam ikan bersebelahan dengan ruang guru begitu apik di kelilingi tanaman. Area tanaman obat-obatan di pot juga pupuk kompos tertata rapi. Tanaman hidroponik yang berada di sisi gerbang menuju area sekolah tak luput dari pandangan mata.

13675557271009239242

Bangku-bangku yang nyaman di bawah teduh pepohonan

Menelisik sudut-sudut sekolah, seperti kantin hingga toilet di SMP Negeri 2 Depok pun tetap terasa teduh akan kehijauan tanaman dan pepohonan di sekelilingnya. Program Adiwiyata menjadikan seluruh warga sekolah sadar lingkungan. Pendidikan lingkungan dalam proses kegiatan belajar sangat mendukung kepekaan siswa terhadap lingkungan sekitar, bukan hanya di lingkungan sekolah saja.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perjalanan Malam Hari di Jalur Pantura …

Topik Irawan | | 24 July 2014 | 15:41

Berlibur Sejenak di Malaka …

G T | | 24 July 2014 | 15:51

Indonesia Bikin Kagum Negara Tetangga …

Apriliana Limbong | | 24 July 2014 | 20:51

Taman Bunga Padang Pasir …

Ferdinandus Giovann... | | 24 July 2014 | 19:07

Permohonan Maaf kepada Ahmad Dhani …

Kompasiana | | 24 July 2014 | 20:27


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: