Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

M Farid W Makkulau

Regular called 'Etta Adil', a learner who live in village that has lost track of selengkapnya

Tradisi Wisuda “Tiga Bahasa” dalam Ponpes Putri IMMIM

REP | 05 May 2013 | 08:08 Dibaca: 615   Komentar: 4   2

1367713886114115453

Prosesi Wisuda Santri Putri IMMIM Pangkep (foto : humas_immim)

Setiap tahun Pesantren Modern Putri IMMIM mewisuda santriwatinya. Istilah “Wisuda” dipakai khusus bagi santriwati yang berhasil menyelesaikan pendidikannya di pesantren tersebut dalam masa enam tahun, yaitu tiga tahun Madrasah Tsanawiyah dan tiga tahun Madrasah Aliyah. Bagi santriwati yang baru tamat Madrasah Tsanawiyah hanya dipakaikan istilah “penamatan”. Di Pesantren putri IMMIM yang berlokasi di Jalan Fadheli Luran Minasatene Pangkep ini umum digunakan tiga bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Inggris dan Arab. Begitupula dalam prosesi wisudanya yang digagas pertamakali di masa pemerintahan Bupati  Pangkep, Kol (Purn) H. Djumadi Junus (Periode 1984-1989).

13677140751020931662

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid bersama unsur muspida dan para undangan. (foto : humas_immim)

1367714239176140652

Undangan yang hadir dalam Wisuda Santri IMMIM Angkatan XXXIII. (foto : humas_immim).

Hari Rabu (1/5) lalu, Pesantren Modern Putri IMMIM yang bernaung dibawah pengelolaan YASDIC IMMIM Pangkep ini mewisuda santriwatinya untuk Angkatan XXXIII sebanyak 27 orang dirangkaikan dengan penamatan santriwati Madrasah Tsanawiyah (MTs) IMMIM sebanyak 43 orang. Prosesi wisuda dipimpin langsung Bupati Pangkep H Syamsuddin A. Hamid yang juga sebagai Penasehat YASDIC IMMIM Pangkep.

Prosesi wisuda diawali dengan laporan panitia wisuda (dari santriwati pengurus OSIS) kepada pimpinan wisuda yang dilanjutkan dengan laporan pembawa bendera merah putih dan bendera IMMIM bahwa prosesi wisuda segera akan dimulai dalam tiga bahasa. Disertai dengan tabuhan drum band, langkah-langkah anggun santri wisudawati segera memasuki ruangan aula besar pesantren disaksikan ratusan pasang mata pejabat daerah, alim ulama, guru, pembina, orang tua santriwati serta para undangan yang hadir.

13677143301675033962

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid dan Pimpinan IMMIM berfoto bersama 27 wisudawati santri putri IMMIM Pangkep (foto : humas_immim).

13677144541292588126

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid dan Pimpinan IMMIM berfoto bersama dengan Santri MTs IMMIM yang tamat. (foto : humas_immim)

Setelah santri wisudawati dan yang tamat telah duduk ditempat yang disediakan, acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yaitu dari Direktur Pendidikan Dr Hj Amrah Kasim, MA, Ketua YASDIC IMMIM Pangkep Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam, Ketua DPP IMMIM, Drs KH Muhammad Ahmad dan Bupati Pangkep H Syamsuddin A. Hamid, SE.  Disela-sela acara Sambutan tersebut, juga dibacakan pembacaan SK Direktur Pendidikan mengenai nama-nama santri yang tamat dalam tahun pelajaran 2012-1013, penyerahan plakat dan ijazah, serta pembacaan kesan pesan dari santriwati yang diwisuda. Sepanjang prosesi wisuda, panitia wisuda dari OSIS memandu acara juga dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Arab) dan juga diserahkan nama – nama santriwati yang diwisuda tersebut ke Ketua IAPIM (Ikatan Alumni Pesantren IMMIM).

136771469485595917

M. Farid Wajdi, Humas Pesantren dan Ust Rasyid Usman, Pengawas Pesantren. (foto : humas_immim)

1367714759779978061

Kejari Pangkep bersama Pimpinan Kampus Putri IMMIM Dra Nurhudayah. (foto : humas_immim)

Dalam Sambutannya, Direktur Pendidikan Dr Hj Amrah Kasim, MA menyebutkan pentingnya pendidikan kepesantrenan dalam membina akhlaq dan budi pekerti yang baik serta menanamkan pemahaman agama, khususnya pendidikan Alqur’an kepada anak didik. Sementara itu, Ketua YASDIC IMMIM Pangkep, Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam mengungkap sejarah awal berdirinya pesantren putri IMMIM Pangkep oleh tiga serangkai umara (pemerintah), ulama, dan tokoh masyarakat, yaitu Bupati Pangkep HM Arsyad B, H. Fadheli Luran dan Drs HM Fachrul Islam di era Tahun 1970-an. Ketua DPP IMMIM Pangkep, Drs KH Muhammad Ahmad menyebut agar para santriwati tidak usah khawatir akan kemana melanjutkan pendidikan pasca lepas dari pesantren. Peluang itu terbuka lebar, apakah ke PTN Favorit, menjadi legislator, terjun ke dunia usaha ataukah mengurus rumah tangga karena santriwati yang telah diwisuda memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki siswa-siswi lulusan sekolah menengah umum.

13677152191562588039

Ketua YASDIC IMMIM Pangkep saat memberikan sambutan. (foto : humas_immim)

1367715378114150927

Dari kiri ke kanan: Direktur Pendidikan Dra Hj Amrah Kasim MA, Ketua YASDIC IMMIM Pangkep Dra Hj Sri Hajati Fachrul Islam, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Ketua DPP IMMIM, KH Muhammad Ahmad dan Ketua YASDIC IMMIM Pusat Ulfa F.Luran. (foto : humas_immim)

Bupati Pangkep H Syamsuddin A. Hamid dalam sambutannya justru mengungkap beberapa kebijakannya yang peduli dengan pembinaan kemasyarakatan, khususnya terkait pembinaan keagamaan. Diungkapkannya juga bahwa dirinya juga pernah mengenyam pendidikan pesantren di Maccopa, Maros dan dua adik perempuannya pernah menjadi santri di Ponpes Putri IMMIM Pangkep. Pada kesempatan wisuda itu, Bupati H Syamsuddin A Hamid juga memberikan bantuan pengaspalan jalan dalam lingkungan pesantren putri IMMIM.  Selesai prosesi wisuda, acara kemudian dilanjutkan dengan foto bersama Keluarga Besar Ponpes Putri IMMIM Pangkep dengan Bupati  H Syamsuddin A. Hamid dipandu oleh Muhammad Farid Wajdi, Humas dan TI IMMIM Pangkep. (*)

13677156661470058219

Hiburan Tari-tarian yang dibawakan santri putri IMMIM Pangkep. (foto : humas_immim)

1367715735580438204

Beberapa personil Drum Band Putri IMMIM Pangkep yang mengiringi prosesi wisuda. (foto : humas_immim)

1367715825321849693

Panitia Wisuda Santriwati IMMIM dari OSIS SMU Kelas II (foto : humas_immim).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 2 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 3 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 7 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 7 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: