Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Apa Arti Salaf dan Salafi?

REP | 07 May 2013 | 09:13 Dibaca: 777   Komentar: 10   2

Apa yang dimaksud dengan salaf? Dan apa yang dimaksud dengan salafi?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya:

ماالمقصود بالسلف؟

Apa yang dimaksud dengan salaf?

Beliau menjawab:

السلف معناه المتقدمون، فكل متقدم على غيره فهو سلف له، ولكن إذا أطلق لفظ السلف فالمراد به القرون الثلاثة المفضلة: الصحابة، والتابعون، وتابعوهم، هؤلاء هم السلف الصالح، ومن كان بعدهم وسار على منهاجهم فإنه مثلهم على طريقة السلف، وإن كان متأخراً عنهم في الزمن؛ لأن السلفية تطلق على المنهاج الذي سلكه السلف الصالح رضي الله عنهم، كما قال النبي عليه الصلاة والسلام: (إن أمتي ستفترق على ثلاث وسبعين فرقة،كلها في النار إلا واحدة، وهي الجماعة) . وفي لفظ: (من كان على مثل ما أنا عليه وأصحابي) . وبناء على ذلك تكون السلفية هنا مقيدة بالمعنى، فكل من كان على منهاج الصحابة والتابعين وتابعيهم بإحسان فهو سلفي وإن كان في عصرنا، هذا وهو القرن الرابع عشر بعد الهجرة.

Salaf artinya orang-orang terdahulu. Setiap orang yang lebih dulu dibandingkan yang lain, dinamakan salaf baginya. Namun, jika lafazh salaf ini dimutlakkan, maka maksudnya yaitu 3 generasi yang memiliki keutamaan: para sahabat Nabi, Tabi’in, dan Tabi’it Tabi’in. Merekalah salafus saleh. Dan siapa yang mengikuti jalan mereka setelah zaman mereka, maka orang tersebut seperti mereka yaitu di atas jalan salaf, walaupun hidupnya di zaman belakangan.

Sebab, salafiyyah dimutlakkan atas minhaj yang ditempuh oleh salafus saleh رضي الله عنهم. Sebagaimana sabda Nabi عليه الصلاة والسلام,”Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi 73 golongan seluruhnya di neraka, kecuali satu yaitu Al-Jama’ah. ” dalam lafazh lain: “Yaitu siapa yang berada di atas jalanku dan para sahabatku. ” Karena itu, salafiyyah di sini terikat dengan makna (bukan person). Setiap orang yang ada di atas minhaj para sahabat, Tabi’in dan orang yang mengikuti dengan baik, maka dialah salafi, walaupun ada di masa sekarang, yaitu di abad 14 Hijriah.

(Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb juz 2 hal 2)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 9 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 10 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 11 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 8 jam lalu

Photo-Photo: “Manusia Berebut Makan …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Kisruh di DPR: Jangan Hanya Menyalahkan, …

Kawar Brahmana | 8 jam lalu

Saran Prof Yusril Ihza Mahendra Kepada …

Thamrin Dahlan | 8 jam lalu

Korupsi yang Meracuni Indonesia …

Cynthia Yulistin | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: