Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Apa Arti Salaf dan Salafi?

REP | 07 May 2013 | 09:13 Dibaca: 763   Komentar: 10   2

Apa yang dimaksud dengan salaf? Dan apa yang dimaksud dengan salafi?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya:

ماالمقصود بالسلف؟

Apa yang dimaksud dengan salaf?

Beliau menjawab:

السلف معناه المتقدمون، فكل متقدم على غيره فهو سلف له، ولكن إذا أطلق لفظ السلف فالمراد به القرون الثلاثة المفضلة: الصحابة، والتابعون، وتابعوهم، هؤلاء هم السلف الصالح، ومن كان بعدهم وسار على منهاجهم فإنه مثلهم على طريقة السلف، وإن كان متأخراً عنهم في الزمن؛ لأن السلفية تطلق على المنهاج الذي سلكه السلف الصالح رضي الله عنهم، كما قال النبي عليه الصلاة والسلام: (إن أمتي ستفترق على ثلاث وسبعين فرقة،كلها في النار إلا واحدة، وهي الجماعة) . وفي لفظ: (من كان على مثل ما أنا عليه وأصحابي) . وبناء على ذلك تكون السلفية هنا مقيدة بالمعنى، فكل من كان على منهاج الصحابة والتابعين وتابعيهم بإحسان فهو سلفي وإن كان في عصرنا، هذا وهو القرن الرابع عشر بعد الهجرة.

Salaf artinya orang-orang terdahulu. Setiap orang yang lebih dulu dibandingkan yang lain, dinamakan salaf baginya. Namun, jika lafazh salaf ini dimutlakkan, maka maksudnya yaitu 3 generasi yang memiliki keutamaan: para sahabat Nabi, Tabi’in, dan Tabi’it Tabi’in. Merekalah salafus saleh. Dan siapa yang mengikuti jalan mereka setelah zaman mereka, maka orang tersebut seperti mereka yaitu di atas jalan salaf, walaupun hidupnya di zaman belakangan.

Sebab, salafiyyah dimutlakkan atas minhaj yang ditempuh oleh salafus saleh رضي الله عنهم. Sebagaimana sabda Nabi عليه الصلاة والسلام,”Sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi 73 golongan seluruhnya di neraka, kecuali satu yaitu Al-Jama’ah. ” dalam lafazh lain: “Yaitu siapa yang berada di atas jalanku dan para sahabatku. ” Karena itu, salafiyyah di sini terikat dengan makna (bukan person). Setiap orang yang ada di atas minhaj para sahabat, Tabi’in dan orang yang mengikuti dengan baik, maka dialah salafi, walaupun ada di masa sekarang, yaitu di abad 14 Hijriah.

(Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darb juz 2 hal 2)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keluarga Pejabat dan Visa Haji Non Kuota …

Rumahkayu | | 30 September 2014 | 19:11

Me-“Judicial Review” Buku Kurikulum …

Khoeri Abdul Muid | | 29 September 2014 | 22:27

Spongebob dalam Benak Saya …

Ire Rosana Ullail | | 30 September 2014 | 16:48

Sepak Bola Indonesia Kini Jadi Lumbung Gol …

Arief Firhanusa | | 30 September 2014 | 15:58

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Indahnya Teguran Allah …

Nduk_kenuk | 9 jam lalu

Kumpulan Berbagai Reaksi Masyarakat …

Elvis Presley | 11 jam lalu

Asian Games Incheon: Kagum atas Pelompat …

Hendi Setiawan | 13 jam lalu

UU Pilkada, Ahok dan Paham Minoritas …

Edi Tempos | 14 jam lalu

People Power Menolak Penghapusan Pilihan …

Daniel Setiawan | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Smartphone dan Pribadi Boros Energi …

Dian Savitri | 8 jam lalu

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai …

Rendra Manaba | 8 jam lalu

Pegawai BRI Beraksi Bak Debt Collector …

Rusmin Sopian | 8 jam lalu

Tradisi dan Teknologi …

Susy Haryawan | 8 jam lalu

Pisah Sambut Kejari Singaparna …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: