Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Zainal Abidin

Menyukai segala apa yang disebut kesederhanaan

Fisika Dalam Perspektif Al-Quran

OPINI | 07 May 2013 | 17:08 Dibaca: 1857   Komentar: 6   1

Sains,  seperti juga fisika merupakan ilmu yang menguak rahasia alam dan mencari kebenaran tentang hukum-hukum yang berlaku di alam. Apakah Al-Qur’an memberi semangat bagi riset dalam fisika? Dalam kaitan dengan lingkup fisika, kita gunakan ayat-ayat Al-Qur’an  yang relevan dalam pengembangan fisika itu sendiri. Mari kita perhatikan sekilas fisika dalam perspektif Al-Qur’an.

Pertama, unsur pertama dalam kegiatan fisika adalah observasi atau pengamatan terhadap bagian alam yang ingin kita ketahui sifat dan kelakuan pada kondisi tertentu. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memerintahkan sebagaimana pada ayat 101 surah Yunus:

Katakanlah (wahai Muhammad): Periksalah dengan intizhor apa-apa yang ada di langit dan di bumi.

Perintah ini menunjukkan agar manusia mengetahui sifat-sifat dan kelakuan alam di sekitarnya, yang akan menjadi tempat tinggal dan sumber bahan serta makanan selama hidupnya.

Kedua, pengukuran. Kuantifikasi dilakukan semaksimal mungkin, sebab segala sesuatu akan menjadi kabur dalam fisika apabila hanya dinyatakan secara kualitatif. Fisika adalah ilmu kuantitatif sebagaimana sains pada umumnya. Di dalam Al-Qur’an sendiri dinayatakan dalam ayat 49 surah al-Qomar:

Sesungguhnya Kami menciptakan segala segala sesuatu dengan ukuran.

Ketiga, analisis data yang terkumpul dari berbagai pengukuran atas besaran-besaran fisika yang terlibat, yang dilakukan melalui proses pemikiran kritis, dan yang keempat adalah evaluasi hasil-hasilnya dengan penalaran yang sehat untuk mencapai kesimpulan yang rasional. Pentingnya peranan pikiran yang kritis dan penalaran yang rasional ini bagi pengungkapan kelakuan alam semesta ditekankan dalam ayat 11 dan 12 surah an-Nahl:

Dia menumbuhkan bagimu, dengan air hujan itu, tanaman-tanaman zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat ayatullah bagi orang yang mampu berpikir. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu; dan bintang-bintang itu ditundukkan (bagimu) dengan perintah-Nya; sebenarnya pada yang demikian itu terdapat ayatullah bagi kaum yang menalar.

1367920949301422174

Selembar Interpretasi Al-Qur’an (Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Quran)

Bagi Muslim, hukum alam tidak lain adalah peraturan Allah SWT (sunnatullah), yang diberlakukan pada alam semesta, sesaat setelah ia diciptakan, untuk diikutinya. (QS. Fushilat: 11)

Bandar Lampung, 7 Mei 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 6 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 8 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 10 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 11 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: