Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

M. Rasyid Nur

M. Rasyid Nur, pendidik yang bertekad "Ingin terus belajar dan belajar terus". Silakan juga diklik: selengkapnya

LKS dan Prestasi Siswa

REP | 07 May 2013 | 13:07 Dibaca: 233   Komentar: 3   0

KARIMUN kembali dipercaya Provinsi Kepri untuk melaksanakan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Tahun 2013 ini. Setelah lima tahun lalu, tahun ini kembali SMK Negeri 1 Karimun menjadi tuan rumah. Dari hari Senin (06/ 05) sampai lima hari ke depan kegiatan adu keterampilan antarpeserta didik SMK se-Provinsi Kepulauan Riau itu akan berlangsung dalam berbagai cabang skill yang akan diperlombakan.

Kita tahu bahwa kegiatan LKS adalah salah satu ajang adu kemampuan dan keterampilan antar anak-anak SMK di Indonesia. LKS kurang lebih sama atau selevel dengan oliampiade yang digelar untuk peserta didik di SMA (Sekolah Menengah Atas). Lomba dengan berbagai cabang keterampilan ini juga akan berlanjut dari Kabupaten ke tingkat Provinsi, Nasional bahkan ke tingkat Regional ASEAN dan Dunia.

LKS memang diadakan setiap tahunnya. Di tingkat Nasional kegiatan ini (seperti juga di tingkat kabupaten dan provinsi) merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetensi masing-masing dan akan diikutsertakan pada kompetisi keahlian tingkat yang lebih tinggi itu. Mereka akan beradu keterampilan lagi di tingkat ASEAN dan Dunia.

Bagi Karimun, menjadi tuan rumah tentu saja merupakan satu kehormatan dan kebanggaan tersendiri. Bukan hanya warga SMK Negeri 1 yang bangga tapi sekolah-sekolah lain pun terutama SMK-SMK lainnya di kabupaten ini merasa bangga. Ada belasan SMK di Provinsi ‘Segantang Lada’ ini yang beroperasi dan berada di tujuh kabupaten/ kota se-Provinsi Kepri.  Dipilihnya Kabupaten Karimun kembali dalam kurun waktu kurang dari tujuh tahun tentu saja menjadi suatu kehormatan bagi kabupaten ‘berazam’ ini.

Ketika Gubernur Kepri H. Muhammad Sani memberi sambutan dalam acara pembukaan Senin semalam, dia juga menyatakan kebanggaannya. Sebagai anak asli Karimun dia menyatakan apresiasinya yang tinggi karena kampung halamannya kembali mendapat giliran sebagai tuan rumah. “Saya berharap kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar.” Pesan M. Sani kepada panitia pelaksana kegiatan LKS dalam kata sambutannya. Dan kepada para peserta pula dia berharap dapat membuktikan keterampilannya dengan baik. “Saya sangat bangga dengan kegiatan ini,” jelasnya sampai dua kali.

Hanya saja yang tidak membuat sang gubernur bangga adalah ketika Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Yatim Mustafa memberi sambutan sekaligus melaporkan ke gubernur dan hadirin semua tentang beberapa prestasi yang sudah diraih para siswa SMK selama mengikuti ajang yang sama sebelumnya terutama LKS Tingkat Nasional dan Internasional. Puluhan siswa SMK dibeber Yatim telah meraih prestasi gemilang di tingkat Nasional bahkan dunia itu. Sayangnya, puluhan nama yang dilaporkan itu, tidak satu pun anak-anak SMK di kabupaten ini. Itulah yang menyedihkannya.

“Saya jadi malu sebagai anak Karimun, kok tak ada nama-nama tadi disebut SMK di Karimun,” katanya bergurau. Walaupun itu hanya sekedar gurau, saya menyimak sambutan orang Nomor Satu Kepri (Kepri-1) itu sangat perlu direnungkan oleh para siswa, guru, Kepala Sekolah bahkan para pejabat Dinas Pendidikan di Karimun ini.Sambutan itu cukup menusuk para pengambil kebijakan dan pelaksana pendidikan di daerah ini. Mengapa gubernur sampai menyebut tidak ada anak-anak Karimun yang berprestasi sebagaimana dibacakan Kepala Dinas Provinsi itu?

Dalam ingatan saya, prestasi anak-anak Karimun selama ini tidaklah selalu jelek. Di dua bidang, olahraga dan lomba baca alquran misalnya, Karimun bahkan lebih mendominasi prestasi berbanding kabupaten lainnya. Sebutlah di bidang lomba membaca Al-quran (MTQ) Karimun malah lebih banyak menjuarai lomba membaca Kita Suci itu dari pada Daerah Tingkat Dua lainnya dengan beberapa kali meraih juara umum. Beberapa qori/ qoriahnya juga menjadi utusan Kepri ke MTQ Nasional. Bidang lainnya yang juga cukup disegani adalah bidang olahraga. Hanya saja untuk bidang yang secara khusus melibatkan siswa, Karimun belum terlalu menonjol. Prestasi siswa Karimun harus diakui belum mampu mengatasi para siswa di Batam atau Tanjungpinang.

Untuk nilai-nilai tertinggi dalam UN (Ujian Nasional) misalnya, belum terdengar nama anak-anak Karimun menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepri. Setiap tahun selalu yang tersebut adalah Kota Tanjungpinang dan Batam. Peraih Sepuluh Besar Nilai Tertinggi UN selalu didominasi SMA-SMA Tanjungpinang dan Batam. Dan ternyata untuk LKS yang sudah berlangsung beberapa tahun ini, pemenangnya juga didominasi anak-anak Batam dan Tanjungpinang. Itulah sebabnya barangkali gubernur sambil bergurau menyebut, “Sedih dan malu juga aku sebagai anak Karimun,” katanya sambil tertawa.

Mungkin perlu menjadi renungan semua pihak di daerah ini. Apa yang salah dengan para peserta didik di Karimun? Adakah strategi dan kebijakan yang tidak tepat yang menyebabkan potensi kehebatan anak-anak Karimun tidak muncul? Bukankah para pelajar Karimun juga sama dengan anak-anak Batam dan Tanjungpinang? Semoga menjadi PR semua pihak di sini.***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Seluk Beluk Industri Plastik …

Dhanang Dhave | | 16 April 2014 | 13:07

Perang Saudara Kian Dekati Timur Eropa …

Adie Sachs | | 16 April 2014 | 17:51

Pelecehan Anak TK di Jakarta International …

Sahroha Lumbanraja | | 16 April 2014 | 13:53

Cinta Nggak Cinta Itu Bisa Dijelaskan, …

Gilang Parahita | | 16 April 2014 | 14:49

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


TRENDING ARTICLES

Memalukan! Kapten Persebaya dan Pelatih …

Ethan Hunt | 12 jam lalu

Tolak Mahfud MD atau Cak Imin, PDIP Duetkan …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

Benarkah ‘Bertemu Dubes AS, Jokowi …

Kosmas Lawa Bagho | 13 jam lalu

ILC dan Rakyat yang Mata Duitan …

Jonny Hutahaean | 14 jam lalu

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: