Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Indra Wibisana

Anak Indonesia, yang mencoba hidup di negeri orang, yang benci tapi rindu pada negeri sendiri, selengkapnya

Fotocopy Tidak Merusak E-KTP

REP | 08 May 2013 | 03:15 Dibaca: 542   Komentar: 4   0

Mencermati Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 471.13/1826/SJ Perihal : Pemanfaatan e-KTP dengan Menggunakan Card Reader, pada poin 2 peringatan kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, tertulis:

2. Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat bahwa e-KTP tidak diperkenankan di foto copy, distapler, dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat “Nomor Induk Kependudukan (NIK)” dan “Nama Lengkap”.

Poin dua ini menyiratkan bahwa proses foto copy dilarang karena dapat merusak fisik e-KTP. Saya sangat mempertanyakan dasar pernyataan ini. Setahu saya mesin foto copy hanya mengenakan cahaya biasa kepada suatu objek dan kemudian pantulan cahaya tersebut ditangkap oleh fotokonduktor. e-KTP hanya dikenai cahaya biasa, bukan gelombang radioaktif atau gelombang mikro apalagi gelombang laut.

Satu lagi yang menarik buat saya dari surat edaran ini adalah tembusan nomor delapan. Ada apa ini? Apa kaitannya? Apakah nomor delapan ini bertanggung jawab dalam pelarangan fotokopi e-KTP?

Intinya, Pak Menteri, tolong stop pembodohan publik!

Sumber:
Antara News: Ini Surat Edaran Mendagri yang larang fotocopy e-KTP
Wikipedia: Photocopier

Tags: e ktp

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menghitung Peluang Jokowi …

Goenawan | | 16 April 2014 | 04:38

Hamil Ikut UN, Boleh? …

Khoeri Abdul Muid | | 15 April 2014 | 21:42

Mengapa Pembunuhan Kennedy Tak Pernah …

Mas Isharyanto | | 16 April 2014 | 06:25

Menilik Macan Putih, Pahlawan Superhero …

Rokhmah Nurhayati S... | | 15 April 2014 | 21:51

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Belum Semua Kartu Jokowi Terbuka …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

Yess, Jokowi Berani Menantang 10 Partai …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Inikah Pemimpin yang Kalian Inginkan? …

Mike Reyssent | 10 jam lalu

The Jakarta Post, The Washington Post dan …

Ira Oemar | 18 jam lalu

Nama Jokowi Muncul di Soal UN, Pencitraan? …

Pical Gadi | 19 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: