Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Derry Firmansyah

jadikan hari esok menjadi hari yang lebih baik dari sekarang.

Perbudakkan di Tengah Kita…

OPINI | 08 May 2013 | 17:20 Dibaca: 170   Komentar: 0   0

“PERBUDAKAN DI TENGAH KITA…..”
Mereka bekerja mulai dari jam 7 pagi sampai dengan jam 9 malam. Mereka bekerja seperti dengan biasanya, hanya saja mereka kurang merasa nyaman saat bekerja, karena mereka kadang di pukuli oleh mandornya. Mereka tidak berani melawan karena bukan takut dengan mandornya, mungkin saja mereka berani melawannya. Namun, hanya saja yang mereka takuti adalah karena adanya oknum aparat yang membantu.
Ada salah satu dari mereka yang mencoba melarikan diri, tetapi ia tertangkap oleh oknum tersebut. Dia dibawa kembali ke tempat bekerjanya. Dia diikat didapur, dipukuli dan disiram dengan air, lalu didiamkan sampai datangnya hari esok. Keesokkan harinya ia pun di suruh bekerja kembali seperti biasanya.
Salah satu dari mereka ada yang melaporkan hal ini kepada lembaga, instansi dan aparat yang sesungguhnya bekerja sesuai dengan tugasnya. Tidak lama setelah laporan tersebut diterima, mereka pun menindaklanjuti atas laporan tersebut. Mereka melakukkan penggerebekkan segera dan dengan hati - hati karena adanya oknum aparat yang terlibat juga dalam hal tersebut.
Mengapa masih saja ada masalah perbudakkan di negeri kita ini dengan zaman seperti sekarang ini yang semua - semuanya sudah modern. Mungkin saja ada yang salah dengan orang yang memiliki kekuasaan lebih tinggi dari yang lainnya dalam mempergunakan hak dan sikapnya yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.
Perbudakkan juga ada didalam kasus lain. Seperti contohnya, ada dari para TKI kita yang kurang mendapat perlakuan dengan baik oleh para majikannya. Mereka diperlakukan dengan tidak seharusnya, mereka disiksa atau mungkin saja ada yang lebih dari hal tersebut. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka semua ????
Kita mungkin saja bisa membantunya dalam hal memberi kebutuhan yang mereka perlukan, memberi wawasan yang berhubungan dan bermanfaat dalam hal tersebut. Untuk para petinggi juga membantu mereka dengan melalui petinggi di negara yang bersangkutan. Memang sudah tugas kita semua utuk saling membantu satu sama lainnya.
Semua yang saya uangkapkan dan tuliskan ini hanya berdasarkan atas apa yang saya ketahui, dengar dan lihat. Karena saya hanya ingin menuangkan apa yang saya ketahui. Jika ada yang salah, kurang atau berlebihan tidak ada maksud hal - hal yang negatif. Mari kita berani bersuara dan berpendapat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bledug Kuwu, Fenomena Langka Alam Indonesia …

Agoeng Widodo | | 27 August 2014 | 15:18

Taufik Mihardja dalam Sepenggal Kenangan …

Pepih Nugraha | | 27 August 2014 | 22:34

Ini yang Harus Dilakukan Kalau BBM Naik …

Pical Gadi | | 27 August 2014 | 14:55

Cinta dalam Kereta (Love in The Train) …

Y.airy | | 26 August 2014 | 20:59

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Hilangnya Acara Budaya Lokal di Televisi …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Lamborghini Anggota Dewan Ternyata Bodong …

Ifani | 9 jam lalu

Cara Mudah Latih Diri Agar Selalu Berpikiran …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

3 Kebebasan di K yang Buat Saya Awet Muda …

Hendrik Riyanto | 11 jam lalu

Boni Hargens cs, Relawan atau Buruh Politik …

Munir A.s | 20 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: