Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Derry Firmansyah

jadikan hari esok menjadi hari yang lebih baik dari sekarang.

Perbudakkan di Tengah Kita…

OPINI | 08 May 2013 | 17:20 Dibaca: 174   Komentar: 0   0

“PERBUDAKAN DI TENGAH KITA…..”
Mereka bekerja mulai dari jam 7 pagi sampai dengan jam 9 malam. Mereka bekerja seperti dengan biasanya, hanya saja mereka kurang merasa nyaman saat bekerja, karena mereka kadang di pukuli oleh mandornya. Mereka tidak berani melawan karena bukan takut dengan mandornya, mungkin saja mereka berani melawannya. Namun, hanya saja yang mereka takuti adalah karena adanya oknum aparat yang membantu.
Ada salah satu dari mereka yang mencoba melarikan diri, tetapi ia tertangkap oleh oknum tersebut. Dia dibawa kembali ke tempat bekerjanya. Dia diikat didapur, dipukuli dan disiram dengan air, lalu didiamkan sampai datangnya hari esok. Keesokkan harinya ia pun di suruh bekerja kembali seperti biasanya.
Salah satu dari mereka ada yang melaporkan hal ini kepada lembaga, instansi dan aparat yang sesungguhnya bekerja sesuai dengan tugasnya. Tidak lama setelah laporan tersebut diterima, mereka pun menindaklanjuti atas laporan tersebut. Mereka melakukkan penggerebekkan segera dan dengan hati - hati karena adanya oknum aparat yang terlibat juga dalam hal tersebut.
Mengapa masih saja ada masalah perbudakkan di negeri kita ini dengan zaman seperti sekarang ini yang semua - semuanya sudah modern. Mungkin saja ada yang salah dengan orang yang memiliki kekuasaan lebih tinggi dari yang lainnya dalam mempergunakan hak dan sikapnya yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya.
Perbudakkan juga ada didalam kasus lain. Seperti contohnya, ada dari para TKI kita yang kurang mendapat perlakuan dengan baik oleh para majikannya. Mereka diperlakukan dengan tidak seharusnya, mereka disiksa atau mungkin saja ada yang lebih dari hal tersebut. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka semua ????
Kita mungkin saja bisa membantunya dalam hal memberi kebutuhan yang mereka perlukan, memberi wawasan yang berhubungan dan bermanfaat dalam hal tersebut. Untuk para petinggi juga membantu mereka dengan melalui petinggi di negara yang bersangkutan. Memang sudah tugas kita semua utuk saling membantu satu sama lainnya.
Semua yang saya uangkapkan dan tuliskan ini hanya berdasarkan atas apa yang saya ketahui, dengar dan lihat. Karena saya hanya ingin menuangkan apa yang saya ketahui. Jika ada yang salah, kurang atau berlebihan tidak ada maksud hal - hal yang negatif. Mari kita berani bersuara dan berpendapat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 4 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 8 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 8 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: