Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Tyo Mokoagow

Haus ilmu. Saya bisa sakit bila tak memahami apa-apa dalam sehari

Loyalitas

OPINI | 09 May 2013 | 20:36 Dibaca: 211   Komentar: 0   0

www. Triwardanamokoagow.blogspot.com

Dalam zaman dimana hubunganberdasarkan pada rasa saling ketergantungan dngan muatan kepentingan, loyalitasadalah harga yang mahal untuk ditemukan. Kerja hanyalah semata-mata untuk uangdan keuntungan dan akhirnya hidup yang bermaartabat meninggalkan orang sepertiitu. Mengutip apa yang dikatakan oleh Ray Kros (penggagas Mc Donald),  “Jika anda mencintai pekerjaan yang andalakukan, kejayaan akan menjadi milik anda.”

Loyalitas merupakan suatu sikapyang timbul sebagai akibat dari keinginan untuk setia dan berbakti secaratulus, baik itu pada pekerjaannya, kelompoknya, atasannya, maupun pada tempatkerjanya. Jadi apabila seseorang dengan keyakinan dan keihkhkasan bekerja padaposisinya tanpa mementingkan materi sebagai imbalan maka loyalitas akan membawaorang itu ke kejayaan seperti yang pernah dialami oleh Ray Kros ketika diaberhasil membesarkann McDonald.

Sejarah kesuksesan seseorangtidak akan bisa lepas dari hubungan antara loyalitas dengan prestasi kerja yangmereka bangun secara terus menerus. Prestasi kerja dan loyalitas bagaikan suatusimbiosis mutualisme yang antara satu dan lainnya saling menopang danmempengaruhi. Seseorang yang meraih prestasi dalam hidupnya dapat mempengaruhilevel loyalitas seseorang terhadap pekerjaannya. Begitu pula jika seseorangberusaha membangun sikap loyalitas, maka dipastikan prestasi akan mengikuti.

Mengenai persoalan bagaimanamengukur loyalitas seseorang, loyalitas seseorang tidak hanya diukur darikesetiaannya terhadap tempat kerjanya, yang lebih penting, seseorang dapatmemberikan kontribusi yang berarti dan positif bagi tempat kerjanya. Denganperbandingan seperti seorang karyawan yang pada jam kerjanya hanyabermalas-malasan dan seorang karyawan yang memadatkan kerjanya pada jam kerjatentu kita telah dapat menilai, mana yang berpotensi membangun sikap loyalitasdiantara keduanya.

Untuk itu dalam rangka membangunsikap loyalitas perlu adanya pengetahuan dan pengamalan terhadap faktor-faktoryang dapat mempengaruhi loyalitas yaitu faktor rasional dan faktor emosional.Faktor rasional berbicara menyangkut hal-hal yang bisa dijelaskan secara logis,seperti gaji, bonus, jenjang karir dan fasilitas-fasilitas yang diberikanseorang leader kepada followers. Dengan adanya topangan fasilitas dan finansialpada karyawan maka motivasi priabdinya akan meningkat dalam rangka menjagareputasinya.

Faktor kedua yang dapatmempengaruhi loyalitas seseorang adalah factor emopsional yang menyangkutperasaan atau ekspresi diri dari pekerjaan yang menantang, lingkungan kerja yangmendukung, perasaan aman karena lembaganya merupakan tempat beraktualisasidalam jangka panjang, pemimpin yang berkharisma, pekerjaan yang membanggakan,penghargaan yang diberikan perusahaan dan budaya kerja. Faktor emosionalmerupakan factor yang sangat mempengaruhi loyalitas seseorang karean kenyamanandi tempat kerja merupakan garansi loyalitas yang tinggi.

Dengan mempertimbangkanfactor-faktor yang mempengaruhi level loyalitas followers perlu pula kitamenyadari bahwasanya tidak menutup kemungkinan bahwa sewaktu-waktu loyalitasseseorang akan menurun. Indikasi menurunnya loyalitas bisa saja terjadi karenarendahnya produktivitas kerja, kegelisahan atau bisa juga terjadi karenatuntutan dari followers yang merupakan perwujudan dari ketidakpuasan terhadap faktor-faktor  rasional dan emosional yang sebelumnya telahsaya paparkan.

Seorang yang memiliki levelloyalitas yang tinggi akan mendapatkan kepercayaan dari lembaga tempat dimanadia mengabdi. Lembaga atau tempat dia beraktualisasi itu akan memberikan poin pluskepadanya dan hal itu kemudian mempengaruhi konvensasi yang dia dapat.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

ISIS Tak Berani Menyentuh Perusahaan yang …

Andi Firmansyah | 11 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 12 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 12 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 15 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Buzz!!! Apa Sih Maumu? …

Lipul El Pupaka | 7 jam lalu

Bersikap Bijak Ketika Harga Elpiji Melonjak …

Sam Leinad | 8 jam lalu

Kicau Cendrawasih Tersisih …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Melihat Perjuangan Rakyat Bali Mengusir …

Herdian Armandhani | 8 jam lalu

Belajar Open Mic Matematika …

Andi Setiyono | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: