Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Apa Itu Jam Linear pada Dapodik

OPINI | 09 May 2013 | 19:32 Dibaca: 2404   Komentar: 0   1

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas Jam Linear pada DAPODIK. Sebagai mana kita ketahui bahwa mulai tahun 2013 data DAPODIK dijadikan sebagai sumber acuan untuk Tunjangan Profesi guru oleh karena itu kelengkapan dan validitasi data merupakan syarat mutlak bagi terbitnya SK Tunjangan Profesi guru.Tentunya kita tidak ingin data kita tidak lengkap atau kurang valid yang akan berbuntut pada tidak terbitnya SK Tunjangan Profesi.

Kurangnya informasi mengenai Jam mengajar,Jam KTSP dan Jam linear sering menjadi masalah tentang kelengkapan data. Dari banyak kasus tidak terbitnya SK Tunjangan Profesi guru dikarenakan Jam Linear yang 0 sedangkan jam mengajar dan jam KTSP sudah melebihi syarat minimum yaitu 24 jam mengajar.

Kasus-kasus tersebut timbul dikarenakan kekurangtahuan kawan-kawan guru dan kawan-kawan operator tentang pengertian jam linear.disini saya akan menjelaskan satu persatu tentang pengertian Jam Mengajar, Jam KTSP dan Jam Linear.

1.  Jam Mengajar (JJM) adalah Jumlah Jam Mengajar tiap minggunya. Data ini dapat di entry melalui aplikasi DAPODIK pada kolom ROMBEL:.minimum syarat JJM adalah 24 jam mengajar tiap minggunya.Untuk data yang jumlah JJM nya kurang dari 24 jam sudah barang tentu tidak masuk syarat minim Tunjangan Profesi guru.

2.  Jam KTSP adalah Jam Mengajar berdasarkan kurikulum operasional sekolah.Jam KTSP biasanya di awal tahun pelajaran sudah disusun dan menjadi sumber acuan pada satuan pendidikan masing-masing sekolah

3. Jam Linear adalah Jam mengajar yang berdasarkan sertifikasi guru yang bersangkutan, misal (guru sertifikasi guru kelas,Guru Penjasorkes,Guru PAI dll). Jam Linear ini sering menjadi masalah kurang lengkapnya data guru pada DAPODIK online, dari banyak kasus yang terjadi Jam Linear 0 dikarenakan belum memiliki sertifikasi guru.Jam Linear ini tidak bisa di entry pada Aplikasi DAPODIK melainkan berdasarkan validitasi keabsahan dari no sertifikasi yang di entry dalam Aplikasi DAPODIK.

untuk lebih jelasnya saya ilustrasikan :

Di sebuah SD seorang guru dengan status PNS mengajar di kelas 6 dengan jam mengajar 26 jam perminggunya.sedangkan Jam KTSP yang sudah disusun di awal tahun pelajaran untuk kelas 6 25 jam mengajar.Guru tersebut sudah memiliki seritifikasi sebagai guru kelas dengan no sertifikasi dan no nrg yang valid.

maka pada data DAPODIK online akan terbaca data

JJM = 26 jam

Jam KTSP = 25 jam, dan

Jam Linear = 26 jam (jam linear akan sebanding lurus seperti JJM selama no sertikasi / NRG yang dientry pada aplikasi DAPODIK valid)

Ilustrasi yang ke 2 :

Kawannya dari guru tersebut dari sekolah yang sama mengajar di kelas 5 dengan jumlah jam mengajar 25 dan Jam KTSP 26 jam,meski sudah berstatus PNS akan tetapi guru yang ini belum memiliki sertifikasi guru sehingga tidak memiliki no sertifikasi/no NRG.pada aplikasi DAPODIK kolom no sertifikasi dan kolom no NRG kosong dikarenakan memang belum memiliki sertifikasi.

maka pada data DAPODIK online akan terbaca data :

JJM = 25 jam

Jam KTSP = 26 jam

Jam Linear = 0 (dikarenakan belum memiliki sertifikasi guru)

Ilustrasi yang ke 3 :

Kawannya lagi dari sekolah yang sama mengajar PAI = 18 jam dan Mulok = 6 jam dengan Jumlah JJM 24 jam.dan KTSP 24 jam.guru yang ini sudah berstatus PNS dan sudah bersertifikasi sebagai Guru PAI dengan no sertifikasi dan no nrg valid.

maka pada data DAPODIK online akan terbaca data :

Jam PAI = 18 jam

mulok = 6 jam

jumlah JJM = 24 jam

Jam KTSP = 24 jam

Jam linear akan 0 (dikarenakan meski sudah memiliki sertifikasi sebagai guru PAI akan tetapi yang bersangkutan juga mengajar palajaran mulok dimana yang bersangkutan untuk pelajaran mulok tidak bersertifikat)

Demikian penjelasan saya mengenai Jam JJM,Jam KTP dan Jam linear mudahan2 dengan ke3 ilustrasi diatas dapat dipahami. sekali lagi kami himbau untuk perbaikan data DAPODIK untuk segera berkonsultasi dengan Operator Sekolah masing-masing.jika terjadi sebuah perbedaan pendapat antara guru dan operator kami himbau untuk tidak saling menyalakan alangkah baiknya untuk berkonsultasi dengan hati tenang. Guru akan tenang operator yang mengentri data pun tidak terbebani.

sekian informasi saya mudah2an dapat dipahami baik oleh guru maupun oleh kawan-kawan operator.

Sumber : http://info-operator-sekolah.blogspot.com

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Fort Marlborough dan Tugu Thomas Parr, Saksi …

Sam Leinad | | 21 April 2014 | 12:34

Dekati ARB, Mahfud MD Ambisius Atau …

Anjo Hadi | | 21 April 2014 | 09:03

Menjadi Sahabat Istimewa bagi Pasangan Kita …

Cahyadi Takariawan | | 21 April 2014 | 07:06

Bicara Tentang Orang Pendiam dan Bukan …

Putri Ratnaiskana P... | | 21 April 2014 | 10:34

Yuk, Ikuti Kompasiana Nangkring bareng …

Kompasiana | | 15 April 2014 | 20:47


TRENDING ARTICLES

Bagaimana Rasanya Bersuamikan Bule? …

Julia Maria Van Tie... | 9 jam lalu

PDIP dan Pendukung Jokowi, Jangan Euforia …

Ethan Hunt | 10 jam lalu

Akuisisi BTN, Proyek Politik dalam Rangka …

Akhmad Syaikhu | 12 jam lalu

Jokowi-JK, Ical-Mahfudz, Probowo-…? …

Syarif | 13 jam lalu

Pengalaman Bekerja di Luar Negeri …

Moch Soim | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: