Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rahmad Nuthihar

ada untuk belajar, menghargai hidup

Potret Kelam Pendidikan Aceh di Pidie

REP | 10 May 2013 | 20:59 Dibaca: 154   Komentar: 0   0

Pendidikan masih terbilang mahal di Provinsi Aceh. Di negeri yang mendapat  julukan ?Tionghoa hitam? ada gampong yang hanya terdapat satu Sekolah Dasar. Gampong Genteing Timur, Kecamatan Bate, Kabupaten Pidie, itulah tempatnya dan mutu pendidikan dinyatakan nol persen.

“Selain hanya memiliki satu sekolah dasar (SD), pendapatan rata-rata penduduk disitu hanya bekisar Rp 20-30 ribu, sehingga membuat mereka enggan melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Bukhari Keuchik Gampong Genteing Timur, kepada kepada acehonline.info Sabtu pekan lalu.

Keterbelakangan pendidikan mereka pun bukan tanpa sebab, jarak yang melintang sejauh 3Km dan  sarana transportasi yang terbatas membuat niat mereka urung untuk menimba ilmu pengetahuan ke jenjang lebih tinggi.

“Bagaimana mau sekolah lagi pak, SMP saja jaraknya mencapai tiga kilometer, naik ojek pulang pergi Rp 4 ribu belum lagi jajanannya. Pendapatan sehari orang tua mereka hanya  berkisar Rp20-30 ribu.  Adapun bus sekolah yang diberikan Pemkab Pidie, bus kecil (jumbo) dan itu tidak bisa menampung siswa banyak,” papar Bukhari.

Bukhari sangat berharap kepada Pemkab Pidieuntuk membangun sarana pendidikan lain  yang mudah dijangkau baik itu TK atau SMP, sehingga warga kemukiman kami yaitu Bintang Hu, khususnya Gampong Genteing Timur, mutu pendidikan lebih meningkat dan desanya kami lebih maju.

Sementara itu, rendahnya mutu pendidikan di Desa Genteng Timur, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, kata  Bukhari Taher selaku Kepala Dinas Pendidikan Pidie, bukanlah kesalahan pemerintah. Melainkan warga disana yang tidak mau melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Pihak dinas telah melakukan upaya maksimal untuk memudahkan masyarakat

“Mereka sendiri yang tidak mau melanjutkan, dinas telah menempatkan sebuah bus sekolah ditempat tersebut, upaya kami sudah maksimal,” ujar Kadis Pendidikan saat dikonfirmasi acehonline.info Jumat, (10/5)

Bukhari menambahkan, minimnya sarana transportasi berupa bus sekolah yang hanya mampu menampung 20 penumpang itu adalah permintaan warga saat itu.

“Jikalau pun saat itu mereka meminta mobil damri besar kita juga akan upayakan,” pungkasnya. (Acehonline.info)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Kopi Tambora Warisan Belanda …

Ahyar Rosyidi Ros | | 02 October 2014 | 14:18

Membuat Photo Story …

Rizqa Lahuddin | | 02 October 2014 | 13:28

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 2 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 6 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Merananya Fasilitas Bersama …

Agung Han | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Kenalkan Ini Batik Khas Bekasi …

Ahmad Syaikhu | 8 jam lalu

Pengembangan Migas Indonesia: Perlukah Peran …

Fahmi Idris | 8 jam lalu

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Muhammad Samin | 8 jam lalu

Celana Dalam Anti Grepe-grepe …

Mawalu | 8 jam lalu

Bioskop Buaran Tinggal Kenangan …

Rolas Tri Ganda | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: