Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Antonius Lukas Subekty

Isteri Lusiana Maria Widya Permana Sari Anak 1 Felisitas Arum Permana Nina Prastiwi Anak 2 Agata Laras selengkapnya

Bang Dais Pedagang Durian

OPINI | 12 May 2013 | 22:26 Dibaca: 150   Komentar: 0   0

Jika ngomongin durian, nama Bang Dais pasti keinget. Tinggal di Purworejo dan jadi pedagang durian Kaligesing sejak muda. Ada beberapa wilayah di Purworejo Jawa Tengah yang merupakan sentra perkebunan durian, seperti Loano, Gebang dan Bruno. Akan tetapi penghasil durian terbesar di Purworejo adalah wilayah Kecamatan Kaligesing.

Semula Bang Dais lebih mementingkan cari laba sebanyak mungkin dengan cara yang kadang hanya menguntungkan diri sendiri. Di antaranya adalah melunasi pemasok ketika dagangan sudah habis; dan jarang berterusterang kepada pembeli mana durian yang bagus dan enak. Salah satu yang melatarbelakangi perilaku Bang Dais adalah kecenderungan takut rugi dan banyak saingan yang bisa membahayakan diri dan bisnis durian itu.

Akan tetapi ketika diperhatikan dengan seksama dalam kurun waktu dua tahun, ada temuan signifikan.

Apakah itu?

Justru ketika Bang Dais dalam perilaku yang didasari pikiran semacam itu, banyak kerugian dialami dibandingkan untung.

Kok bisa?

Ya itulah faktanya. Ada banyak komplein dari pembeli yang membuat sering terjadi suasana bersitegang antara Pembeli dan Bang Dais. Ternyata hal ini membawa dampak pada berkurangnya pelanggan setia karena kecewa. Terlebih pasokan dari Kaligesing pun banyak kali dengan kualitas rendah.

Oh ya?

Ya, itu semua bermula dari cara Bang Dais memperlakukan para Pemasok. Menuntut banyak dan macem-macem kriteria serta bayaran kagak lancar, membikin mereka enggan dan nyuekin Bang Dais. Alhasil lebih beralih ke Pedangan lain yang jauh lebih lancar dalam pembayaran dengan metode ‘cash and carry’.

Rupanya Bang Dais orang yang termasuk ‘fast learner’.

Bagaimana itu?

Berkat masukan Neng Onon, Bininya – Bang Dais mulai mengubah Strategi Bisnis.

Wah, pasti seru nih!

Kini durian Bang Dais boleh dipilih dan bergaransi. Beli Lima Pasti Bagus. Semula ada banyak tanda tanya kesungguhan promo ini. Beruntung, nama Bang Dais masih diperhatikan pelanggan lama. Itu semua berkaitan selain dengan Pembeli juga para Pemasok. Mereka puas dengan pelunasan Bang Dais dan kekecewaan masa lalu bisa diobati dengan segera. Kualitas durian yang dikirim kepada Bang Dais pasti berkualitas.

Kisah ini terkesan begitu simple.

Memang, semakin hidup dijalani dengan benar dan berfokus pada keBAIKan dan keKUATan seseorang; menjadi simple. Sesungguhnya setiap orang ingin, apa saja yang bisa diperoleh itu termasuk dalam kategori berkualitas dan bermanfaat. Dengan demikian, di situlah terjadi banyak pengurangan ‘biaya tidak perlu’ yang seringkali berupa tindakan menyimpang dari kaidah harmonis rohani jasmani. Itulah cara hidup Bang Dais yang dulu.

Saatnya mendengarkan suara hati…

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hikayat Baru Klinting di Rawa Pening …

Dhanang Dhave | | 24 April 2014 | 14:57

Uniknya Gorila Bule di Pusat Primata …

Dzulfikar | | 24 April 2014 | 14:49

Kota: Kelola Gedung Parkir atau Hunian …

Ratih Purnamasari | | 24 April 2014 | 13:59

Arloji Sang Jenderal dan Si Putri …

Subagyo | | 24 April 2014 | 09:52

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 12 jam lalu

Bila Separuh Gaji Karyawan Memang untuk …

Agung Soni | 14 jam lalu

Demam Masha and Bear, Lagi-lagi Film Animasi …

Heru Andika | 18 jam lalu

Senayan, Panggung Baru Para Artis… …

Iswanto Junior | 20 jam lalu

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 21 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: