Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Angga Bratadharma

Pembaca dan Penulis More Info visit my blog : Bratadharma.blogspot.com

Komunikasi (yang sulit) Antara Bawahan dan Atasan

OPINI | 12 May 2013 | 16:58 Dibaca: 602   Komentar: 0   0

Jakarta, AnggaBratadharma (12/5) - Komunikasi pada hakikatnya merupakan salah satu bidang studi yang mungkin diantara lain diminati oleh para pelajar diberbagai belahan dunia. Komunikasi memiliki peranan penting dalam sebuah kehidupan. Dengan komunikasi, seseorang memperoleh apa yang diinginkan, terbatas pada apa yang diusahakan dan apa yang dikatakan pada seseorang atau kelompok orang.

Manusia yang mampu memerankan perananya dengan baik terkadang tidaklah cukup bila ditempatkan pada posisi dalam sebuah kehidupan. Kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan mampu tersalurkan dengan baik dan dipersepsikan secara baik oleh si penerima pesan dari seseorang yang tidak pandai dalam berkomunikasi itu.

Elemen-elemen yang penting dalam komunikasi itu sendiri perlu diketahui dengan baik, sehingga pesan yang bermakna mendalam atau secara permukaan dapat terjadi dan bisa diterima dengan baik. Elemen komunikasi itu sendiri, yakni Komunikator (pemberi pesan) - Pesan - Media - Komunikan (penerima pesan) - feedback. Elemen ini terkadang berubah seiring kondisi yang berbeda yang dialami oleh seseorang.

Pada dasarnya seorang komunikasi itu harus bisa mengetahui dan menyadari betul elemen-elemen komunikasi, sebelum nantinya masuk lebih dalam tentang apa itu komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi massa, komunikasi bisnis, komunikasi antar budaya, komunikasi politik, komunikasi organisasi, dan komunikasi-komunikasi lainnya. Bila dasar sudah diketahui, maka akan lebih mudah diketahui kepentingan dari sang pemberi pesan itu.

Berbicara tentang komunikasi, salah satu sisi kehidupan yang perlu dimengerti betul ialah bentuk komunikasi seorang pemimpin terhadap karyawan atau seorang leader kepada sekelompok bawahannya. Hal ini penting dan sangat krusial karena sebab-sebab yang cukup banyak dan utamanya berdampak kepada kinerja dari perusahaan itu sendiri. Namun,  sayangnya banyak sekali para pemimpin yang tidak pandai berkomunikasi dengan bawahannya. termasuk di dalamnya berupa komunikasi organisasi dan komunikasi politik.

Tidak pandainya seorang pemimpin dalam membawa diri, dan tidak pandainya dalam berkomunikasi biasanya mengantarkan pemimpin pada titik terbawah, yakni hanya mengetahui sebuah perkembangan dipermukaan tanpa mengetahui secara mendalam psikologi dan psikkologi komunikasi seseorang yang bekerja di perusahaan sama atau menjadi bawahanya.

Pada akhirnya, banyak kebijakan yang tercipta adalah kebijakan-kebijakan tidak populis atau kebijakan yang tidak menyentuh ranah sanubari para karyawan. Biasanya dalam konteksi ini pemimpin cenderung menjadi buah bibir yang negatif dan memunculkan stereotype berlebihan dari karyawan kepada pemimpin itu atau dipukul rata kepada manajemen perusahaan.

Secara akademisi, komunikasi antar atasan dan bawahan akan lebih mudah ketimbang komunikasi antar bawahan kepada atasan. Alasanya sangat banyak dan tergantung darimana konidisi perusahaan itu sendiri. Karena itu, pemimpin yang baik idealnya ialah pemimpin yang mengerti betul siapa bawahannya. Bahkan, pemimpin yang pandai ialah pemimpin yang mampu berkomunikasi dan mengkomunikasikan keinginan bawahanya melalui kebijakan-kebijakan yang menyentuh perbaikan dan motivasi serta kedisiplinan yang mengatur bawahan itu sendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Main ke Jogja, Mari Mampir ke Youthphoria …

Widioke | | 01 November 2014 | 13:09

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Serunya Workshop Hijab Mazaya di Trans …

Efii Fitriyyah | | 01 November 2014 | 18:00

DIY = Do It Yourself, Cara Membuat Teh …

Gitanyali Ratitia | | 01 November 2014 | 17:24

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | | 01 November 2014 | 19:54


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | 8 jam lalu

I Love My Job and I Love My Small Team …

Adolf Isaac Deda | 9 jam lalu

Pemimpin untuk Kepentingan Bersama dan atau …

Adrian Mamahit | 9 jam lalu

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 9 jam lalu

Puisi untuk Pergantianmu …

Salimun Abenanza | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: