Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Angga Bratadharma

Pembaca dan Penulis More Info visit my blog : Bratadharma.blogspot.com

Komunikasi (yang sulit) Antara Bawahan dan Atasan

OPINI | 12 May 2013 | 16:58 Dibaca: 684   Komentar: 0   0

Jakarta, AnggaBratadharma (12/5) - Komunikasi pada hakikatnya merupakan salah satu bidang studi yang mungkin diantara lain diminati oleh para pelajar diberbagai belahan dunia. Komunikasi memiliki peranan penting dalam sebuah kehidupan. Dengan komunikasi, seseorang memperoleh apa yang diinginkan, terbatas pada apa yang diusahakan dan apa yang dikatakan pada seseorang atau kelompok orang.

Manusia yang mampu memerankan perananya dengan baik terkadang tidaklah cukup bila ditempatkan pada posisi dalam sebuah kehidupan. Kemampuan yang dimiliki seseorang tidak akan mampu tersalurkan dengan baik dan dipersepsikan secara baik oleh si penerima pesan dari seseorang yang tidak pandai dalam berkomunikasi itu.

Elemen-elemen yang penting dalam komunikasi itu sendiri perlu diketahui dengan baik, sehingga pesan yang bermakna mendalam atau secara permukaan dapat terjadi dan bisa diterima dengan baik. Elemen komunikasi itu sendiri, yakni Komunikator (pemberi pesan) - Pesan - Media - Komunikan (penerima pesan) - feedback. Elemen ini terkadang berubah seiring kondisi yang berbeda yang dialami oleh seseorang.

Pada dasarnya seorang komunikasi itu harus bisa mengetahui dan menyadari betul elemen-elemen komunikasi, sebelum nantinya masuk lebih dalam tentang apa itu komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi massa, komunikasi bisnis, komunikasi antar budaya, komunikasi politik, komunikasi organisasi, dan komunikasi-komunikasi lainnya. Bila dasar sudah diketahui, maka akan lebih mudah diketahui kepentingan dari sang pemberi pesan itu.

Berbicara tentang komunikasi, salah satu sisi kehidupan yang perlu dimengerti betul ialah bentuk komunikasi seorang pemimpin terhadap karyawan atau seorang leader kepada sekelompok bawahannya. Hal ini penting dan sangat krusial karena sebab-sebab yang cukup banyak dan utamanya berdampak kepada kinerja dari perusahaan itu sendiri. Namun,  sayangnya banyak sekali para pemimpin yang tidak pandai berkomunikasi dengan bawahannya. termasuk di dalamnya berupa komunikasi organisasi dan komunikasi politik.

Tidak pandainya seorang pemimpin dalam membawa diri, dan tidak pandainya dalam berkomunikasi biasanya mengantarkan pemimpin pada titik terbawah, yakni hanya mengetahui sebuah perkembangan dipermukaan tanpa mengetahui secara mendalam psikologi dan psikkologi komunikasi seseorang yang bekerja di perusahaan sama atau menjadi bawahanya.

Pada akhirnya, banyak kebijakan yang tercipta adalah kebijakan-kebijakan tidak populis atau kebijakan yang tidak menyentuh ranah sanubari para karyawan. Biasanya dalam konteksi ini pemimpin cenderung menjadi buah bibir yang negatif dan memunculkan stereotype berlebihan dari karyawan kepada pemimpin itu atau dipukul rata kepada manajemen perusahaan.

Secara akademisi, komunikasi antar atasan dan bawahan akan lebih mudah ketimbang komunikasi antar bawahan kepada atasan. Alasanya sangat banyak dan tergantung darimana konidisi perusahaan itu sendiri. Karena itu, pemimpin yang baik idealnya ialah pemimpin yang mengerti betul siapa bawahannya. Bahkan, pemimpin yang pandai ialah pemimpin yang mampu berkomunikasi dan mengkomunikasikan keinginan bawahanya melalui kebijakan-kebijakan yang menyentuh perbaikan dan motivasi serta kedisiplinan yang mengatur bawahan itu sendiri.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Australia Jawara Piala Asia 2015 …

Achmad Suwefi | | 31 January 2015 | 18:50

Penyimpangan Perilaku Penyelenggara Siaran …

Budiyanto | | 31 January 2015 | 16:50

PKS Selundupkan RUU Wajib Militer …

Hendra Budiman | | 31 January 2015 | 16:33

Hou Yifan Memecahkan 26 Tahun Rekor Judit …

Cut Ayu | | 31 January 2015 | 19:20

Dari Undangan Diskusi di Kompasiana TV; …

Subronto Aji | | 31 January 2015 | 08:45


TRENDING ARTICLES

Titik Temu, Catatan Kritis untuk Mata Najwa …

Mahi Baswati | 5 jam lalu

Siapa Adu Domba Jokowi dan Megawati? …

Nusantara Link | 6 jam lalu

Menyorot Sisi Humanitas Kisruh Sawito, Samad …

Nararya | 7 jam lalu

Abraham Samad di Ujung Tanduk …

Inesya Sisca | 7 jam lalu

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: