Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Fahmi Irhamsyah

pegiat out door activity, pemerhati isu humaniora, sosial, religius dan pendidikan. departemen Sejarah Universitas Negeri selengkapnya

Hati-hati Geng Motor, Jangan Gunakan HP di Jalan

REP | 13 May 2013 | 09:33 Dibaca: 199   Komentar: 1   0

Baru saja melihat diskusi antara Indro dengan Mba Indi TV One tentang Geng Motor, ada hal menarik yang dilontarkan Indro, menurutnya itu bukan Geng, Tapi penjahat yang menggunakan motor. benarkah pernyataan Indro tersebut? mari kita lihat pengertian ilmiah tentang Geng.
Thrasher menyatakan bahwa Geng memiliki pengertian suatu kelompok yang memiliki kesamaan karakteristik seperti penampilan, tindakan, konflik dan perencanaan. Namun karena hasil dari evolusi, kelompok ini akhirnya menjadi suatu bentuk gengster yang sering
melakukan aktivitas yang becorak anti sosial ( Thrasher, 1963). Geng sangat jelas identik
dengan kehidupan berkelompok, hanya saja geng memang memiliki makna yang
sedemikian negatif. Geng bukan sekadar kumpulan remaja yang bersifat informal. Geng
adalah sebuah kelompok penjahat yang terorganisasi secara rapi. Dalam konsep yang
lebih moderat, geng merupakan sebuah kelompok kaum muda yang pergi secara bersama-sama dan seringkali menyebabkan keributan (Triyono Lukmantoro, 2007).
Jika melihat tanggapan Indro sebagai Aktivis komunitas motor besar disertai pengertian Geng secara akademik, maka memang kita dapat menyimpulkan bahwa padanan kata Geng memang cenderung negatif. meskipun demikian, tidak adil rasanya bila pada akhirnya seluruh komunitas Motor mendapatkan citra negatif akibat oknum-oknum penjahat yang menggunakan motor, karena memang masih cukup banyak komunitas-komunitas motor yang punya kepekaan sosial tinggi, mereka pun sangat sering melakukan aksi-aksi sosial membantu masyarakat.
Dalam tulisan ini saya tidak akan memperdebatkan definisi, persamaan ataupun perbedaan antara Geng dengan Penjahat. saya ingin menyampaikan. pertama, Geng Motor yang telah mencederai nama komunitas motor harus bertanggung jawab untuk memulihkan nama baik para Bikers. kedua, saya ingin menghimbau masyarakat untuk lebih hati-hati dalam aktivitasnya diluar rumah. sebagaimana pengalaman yang pernah saya dapatkan tahun 2010 silam.
Waspada-waspada
Gelap sedang menyelimuti wilayah Rawamangun yang saat itu sedang mati lampu. Rintik-rintik hujan pun mewarnai perjalanan, meski jam baru menunjukkan sekitar pukul 22.00 namun suasana jalan memang cukup lengang.
saat itu saya bersama seorang kawan sedang mengendarai motor masing-masing dari kampus A UNJ menuju ke rumah makan Cirebon yang terletak dibelakang Arion. saat baru melintasi Pemadam Kebakaran Jakarta Timur dari jauh terlihat tiga orang wanita yang saya perkirakan Mahasiswi kost sekitar Rawamangun, mereka berjalan sambil bersenda gurau dan memagang Handphone masing-masing. salah satu wanita tersebut memegang Handphone seperti orang yang sedang mengetik SMS. Tiba-tiba saja sebuah motor yang ditunggangi dua orang berhenti di dekat mereka, Orang yang diboncengi pun turun dan bergegas mengambil Handphone oleh salah satu wanita. saya melihat aksi tarik menarik Handphone oleh keduanya.
saya yang melihat kejadian tersebut awalnya hanya berfikir itu mungkin pacarnya dan sedang Ribut karena suatu permasalahan. karena jika itu kejahatan harusnya ada motor atau mobil yang berhenti, namun itu tidak terjadi. saya baru menyadari ini sebuah kejahatan ketika wanita yang berusaha menarik handphonenya terjatuh, batin saya. ini adalah penjambretan.
Motor sang pencuri langsung dilaju dengan kencang oleh penjambret, dengan modal nekat saya hampiri motor sang pencuri, saya tendang motor tersebut hingga mereka terjatuh. apa yang terjadi kemudian? jambret yang dibonceng melarikan diri dan langsung dikejar oleh kawan saya, kemudian jambret pengendara motorĀ  berusaha mengendarai motornya, namun dengan nekat saya melepas Helm dan menghantamkan ke wajahnya. sejujurnya saya sangat takut jika ia melawan dan menggunakan senjata, namun tidak disangka-sangka. pengendara tersebut justru lari dan meninggalkan motornya. saya tidak mengejar, hanya berteriak-terriak hingga akhirnya banyak pengendara motor yang berhenti dan mengejar Jambret tersebut, namun mereka berhasil lari. yang menarik, Handphone yang tadi di jambret oleh mereka ternyata dilempar sehingga berhasil kita dapatkan dan serahkan pada wanita pemilik HP. bagaimana dengan motornya? motor sang penjahat ditinggal begitu saja, hingga akhirnya polisi datang dan saya serahkan motor tersebut pada polisi.
ada beberapa point penting yang dapat kita ambil dari persitiwa ini :
1. tidak perlu mengutuk geng motor, karena cukup banyak komunitas-komunitas motor yang baik dan punya jiwa sosial tinggi.
2. dari pada kutuk geng motor, lebih baik tingkatkan kewaspadaan. jangan gunakan HP atau barang-barang mewah lainnya dilokasi-lokasi publik seperti jalan raya atau tempat umum lainnya yang dapat memunculkan “hasrat jahat”.
3. Sebagai pengendara kendaraan kita harus peka dengan keadaan sekitar kita, jangan tinggal diam jika ada kejahatan disekitar kita, karena saya amat yakin mengapa penjahat sangat berani melakukan kejahatan di lokasi umum kota metropolitan, ini disebabkan mereka meyakini bahwa orang-orang kota itu individualis. ini yang harus kita ubah, bayangkan jika ternyata salah satu korban tersebut adalah saudara kita dan kita cuek terhadap peristiwa itu, atau sebaliknya kita yang menjadi korban kejahatan mereka dan tidak ada satu orang pun yang menolong kita padahal banyak orang berlalu lalang disekitar kita. tetap semangat

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

(Foto Essai) Menyambut Presiden Baru …

Agung Han | | 20 October 2014 | 20:54

Inilah Reaksi Mahasiswa Australia untuk …

Tjiptadinata Effend... | | 20 October 2014 | 19:16

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

10 Tips untuk Komedian Pemula …

Odios Arminto | | 21 October 2014 | 01:11

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Najwa Shihab Jadi Menteri? She Is A Visual …

Winny Gunarti | 2 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 4 jam lalu

Ini Kata Koran Malaysia Mengenai Jokowi …

Mustafa Kamal | 11 jam lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Lagi di Piala AFF …

Djarwopapua | 12 jam lalu

BJ Habibie, Bernard, dan Iriana Bicara …

Opa Jappy | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: