Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Zainal Abidin

Menyukai segala apa yang disebut kesederhanaan

Investigasi Penelitian Ilmiah

REP | 13 May 2013 | 12:03 Dibaca: 166   Komentar: 3   1

Jumat - Sabtu (10 - 11 Mei 2013), saya bersama Dr. Pargito, M.Pd dari Universitas Lampung dan Drs. Sunanto menjadi juri Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat SMP/MTs se-Kota Bandar Lampung. Lomba ini diselenggarakan oleh Forum Guru Pembina Kelompok Ilmiah Remaja (FGPKIR) Kota Bandar Lampung. Lomba dibagi menjadi tiga bidang, yaitu bidang IPA, Bidang IPSK dan Bidang APTEK (Aplikasi Teknologi). Penilaian terdiri dari dua, yaitu karya tulis (60%) dan presentasi (40%). Ada 33 karya yang dipresentasikan pada lomba tersebut.

136841433195700417

Presentasi salah satu peserta (Dokumentasi Purwadi, M.Pd)

1368414449859022331

Saya (Dokumentasi Purwadi, M.Pd)

13684145461607738189

Dr. Pargito, M.Pd (Dokumentasi Purwadi, M.Pd)

1368414613967779793

Drs. Sunanto, M.Pd (Dokumentasi Purwadi, M.Pd)

13684149561660617389

Salah satu tim peserta dan guru pembinanya (Dokumentasi Purwadi, M.Pd)

13684150751084470101

Peserta dan guru pembina (Dokumentasi Purwadi, M.Pd)

Dilihat dari karya tulis terlihat bahwa secara keseluruhan perlu adanya pemfokusan pada proses dan metode sains. Hal ini tampak pada pemecahan masalah yang kurang memperlihatkan metodenya yang tepat dan ketidakjelasan instrumen sehingga hasil  dan pembahasannya menjadi tidak tepat. Untuk hal ini saya memberikan rumus kepada peserta, yaitu: observasi +  knowledge ke hypothesis ke prediction ke investigation.

Dari aspek presentasi karya tulis yang paling menarik adalah kemampuan siswa mengkomunikasikan hasil karyanya. Tampak lancar dan runtut. Bahkan ada beberapa peserta menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar presentasinya. Saya senang melihat kemampuan berkomunikasi siswa SMP/MTs. Mampu berkomunikasi adalah bagian dari kemampuan ilmiah. Saya juga melihat adanya kemampuan teknis menggunakan laptop dan hasil tampilan presentasinya.

—-

Bandar Lampung, 13 Mei 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-Keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 6 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 7 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Agung Laksono Lanjutkan Warisan Kedokteran …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Mengenal Bunga Nasional Berbagai Negara di …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Cemburu Bukan Represent Cinta …

Diana Wardani | 9 jam lalu

“Account Suspended @Kompasiana Diburu …

Tarjo Binangun | 9 jam lalu

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: