Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa

REP | 14 May 2013 | 17:04 Dibaca: 167   Komentar: 0   0

PAJAK : Membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa (part 1)

Sebuah Modernisasi

2002, tahun dimana tonggak sebuah kata “modernisasi” olehku yang bernama Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) mulai dipancangkan. Mengapa “modernisasi” ? Apakah sebuah kata “modernisasi” terdengar cool ?

Ketika telinga menangkap kata “modernisasi”, maka otak kita akan mengeluarkan berbagai hal canggih seperti super komputer, smartphone, tablet PC, touch screen, dan lain-lain…..ups..lupa..tahun segitu belum pada smartphone¸ maupun gadget lain yang sangat familiar dengan pendengaran kita saat ini.

Trus….mahluk apa sih “modernisasi “ itu… ???

Modernisasi….ya…betul, secara mendasar dan umum modernisasi bisa diartikan sebagai suatu perubahan dari sesuatu yang kuno (old fashion) kepada sesuatu yang baru (new style) dalam arti positip

Perubahan pada dirika yang dilakukan dalam proses modernisasi antara lain : pertama¸ perubahan untuk peningkatan kemampuan komputerisasi pada diriku dengan menggunakan teknologi informatika terkini dan terbaik; kedua, perubahan mendasar pola kerja dari pelaksanaan pekerjaan berdasarkan jenis pajak seperti PPh Orang Pribadi, PPh Badan, Pemotongan dan pemungutan PPh, PPN dan PBB , menjadi melakukan pekerjaan berdasarkan fungsi seperti fungsi pelayanan, pengawasan, konsultasi, pemeriksaan, penagihan, keberatan dan banding; dan ketiga, perubahan yang seharusnya menjadi inti dan senjata pamungkas dari modernisasi adalah perubahan mindset dan attitude tentang diriku olehku maupun menurut orang lain.

Perubahan pertama terkait teknologi informatika aku lakukan dengan membuat berbagai sistem yang nantinya akan terintegrasi di antara sistem yang ada serta melakukan upgrade kemampuan hardware, software maupun brainware.

Perubahan kedua yang aku lakukan adalah dengan merubah secara besar-besaran terhadap struktur diriku dari level tertinggi sampai dengan level terendah, yaitu dengan merubah struktur organisasi yang semula berdasarkan jenis pajak menjadi struktur organisasi berdasarkan fungsi.

Perubahan ketiga dan yang paling utama adalah perubahan mindset (pola pikir) dan attitude (perilaku). Perubahan ini merupakan hal yang paling utama dari modernisasi dimana perubahan ini tidak bisa aku lakukan sendirian. Ibarat kolam renang bertaraf internasional, maka aku hanyalah seseorang yang berusaha berenang dan membuat ombak di kolam yang terlihat tenang dipermukaan tapi sangat berarus dibawahnya.

Bisakah ?

Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini selama kita percaya bahwa sebuah perubahan bisa dilakukan oleh seseorang selama kita yakin bahwa itu adalah yang terbaik. Dan aku yakin bahwa kita bisa melakukan perubahan itu…

karena apa…..karena aku tidak pernah berhenti untuk berusaha menjadi terbaik….

Karena apa…..karena aku yakin bahwa usahaku ini adalah untuk yang benar-benar memerlukan…

I strong because I fight for the people

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 11 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 14 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah Untuk …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Usul Mengatasi Kemacetan ” Kiss and …

Isk_harun | 8 jam lalu

Kakek Moyangku Seorang Pelaut …

Sunu Purnama | 9 jam lalu

Harga Mahasiswa …

Muhammad Nur Ichsan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: