Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Dues K Arbain (sufi Anak Zaman)

Slogan Sufi Anak Zaman : Jika Allah mencintai manusia, maka akan terwujud dalam tiga kwalitas : selengkapnya

Ternyata PKS Sudah Mendidik Kadernya Sejak Dari Ayunan

OPINI | 14 May 2013 | 19:02 Dibaca: 559   Komentar: 7   2

Ribut-ribut akan hancurnya PKS setelah berhasil dibombastis KPK bersama sayup-sayup dengungan dukungan dari lawan politiknya, membuat sebagian orang memprediksi PKS akan buyar dan bubar. Ini tentu saja tak luput dari prediksi masyarakat yang memandang sinis setiap sepak terjang PKS sehingga sedikit banyak mempengaruhi opini publik akan merosotnya moral petinggi PKS di tingkat pusat.

13685321051535174990

Keakraban antara guru dan murid sangat terasa (dok. pribadi)

Akan tetapi seburuk apapun opini publik terhadap bejatnya petinggi PKS tak akan berpengaruh pada level bawah yang sudah ditanamkan norma agama sehingga mampu membentengi kader-kader mereka dari pengaruh amoral yang dipertontonkan segelintir petingginya saat ini. PKS tidak perlu takut akan kehancuran masa depan partainya. Bahkan mereka tetap berpendapat bahwa semua yang terjadi saat ini adalah permainan politik. Hidup itu bagaikan wayang, sekarang Sang Dalang sedang menghendaki kejadian seperti ini pada lakon PKS. Mereka yakin sekali bahwa inilah ujian yang sering mereka dengungkan dalam khutbah-khutbahnya, jika mampu melewati ini maka PKS akan naik kelas ke level yang lebih tinggi.

Dan walaupun PKS akan lumpuh serta babak belur, tetapi PKS akan tetap hidup, seperti semangat Islam yang selalu mereka kumandangkan. Mereka telah membentuk kader-kader sejak dari ayunan sampai dewasa. Mereka mendirikan sekolah-sekolah yang berhaluan Islam mulai dari tingkat Play Group hingga ke tingkat Perguruan Tinggi. Kader-kader yang terdidik mulai dari ayunan ini sangat minded dengan PKS. Di jiwa mereka sudah tertanam sebagai tentara Allah yang siap memperjuangkan kebesaran agamanya dalam bentuk kasih sayang yang mereka tebar.

13685322361371055064

Mereka sudah terdidik untuk selalu bergandengan tangan (dok. pribadi)

Simak saja sekolah-sekolah yang digawangi oleh PKS ini, kegiatan sosial mereka banyak sekali. Mengajak anak-anak mulai dari TK ke Panti-panti Asuhan maupun Panti Jompo untuk memberikan bantuan dan sumbangan yang didapat secara sukarela. Memberikan makan atau nasi bungkus kepada masyarakat miskin di setiap hari Jumat. Membantu musibah-musibah yang dialami oleh warga dalam lingkungannya maupun tempat lainnya. Menampung pakaian-pakaian bekas yang setiap saat dapat mereka sumbangkan pada masyarakat yang membutuhkan, itu adalah sisi sosial yang selalu ditanamkan pada anak didik yang bersekolah di Yayasan milik PKS. Mengajarkan hubungan yang harmonis sesama teman sekolah dengan kasih sayang bagaikan saudara sekandung, tidak pandang bulu dari tingkatan mana ia berada, kakak kelas melindungi adik kelas, adik kelas menjaga level sekolah di bawahnya, sehingga mereka saling berinteraksi dengan baik satu sama lainnya.

13685323851385533613

Kegiatan teater yang penuh dengan dakwah sudah mereka kuasa semenjak dini (dok. pribadi)

Keunikan lain lagi dari Yayasan Sekolah yang dibentuk oleh PKS ini adalah, menarik biaya sekolah yang tinggi bagi keluarga mampu (dengan kesepakatan) dan merendahkan biaya bahkan gratis bagi yang tidak mampu. Tentu saja dengan kualitas pendidikan yang sama rata. Tebar simpatik yang ditanamkan oleh para guru adalah merangkul setiap murid didik baik itu dari Play Group hingga ke Perguruan Tinggi dengan kasih sayang kemanusiaan, sehingga belum pernah terdengar seorang guru dari Yayasan ini melempar penghapus ke meja siswa didiknya, ataupun meringankan tangan ke tubuh muridnya. Di beberapa kasus banyak seorang murid yang sudah merasa nyaman bersekolah di Yayasan bentukan PKS ini tidak berkeinginan lagi untuk melanjutkan sekolah ke tempat lain, sekalipun diiming-iming beasiswa ataupun sekolah gratis.

Oleh sebab itu pendapat saya, PKS tidak perlu panik, PKS tak perlu takut akan kehancuran masa depan partai ini. Sekalipun ia hangus, biar luluh lantak partaimu, tapi semangat perjuangannya sudah tertanam di sanubari kader-kader besutanmu. Sama halnya dengan semangat Islam yang tak akan pernah padam sekalipun negara-negara yang mayoritas berpenduduk Islam sudah hancur lebur semua.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Makan Ikan Petrus dari Laut Galilea …

Andre Jayaprana | | 23 August 2014 | 00:20

Pihak Jokowi-JK Sudah Tepat Bila Mengadopsi …

Abdul Muis Syam | | 23 August 2014 | 03:40

Mana Gaya Manajemen Konflik Anda? …

Pical Gadi | | 23 August 2014 | 07:51

Goa Kalak Pertapaan Prabu Brawijaya …

Nanang Diyanto | | 23 August 2014 | 02:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58


TRENDING ARTICLES

Dapatkah MK Dipercaya? (2) …

Pecel Tempe | 11 jam lalu

Mulianya Hamdan Zoelva, Hinanya Akil Mochtar …

Daniel H.t. | 13 jam lalu

Ada Foto ‘Menegangkan’ Ibu Ani …

Posma Siahaan | 14 jam lalu

Mempertanyakan Keikhlasan Relawan Jokowi-JK …

Muhammad | 15 jam lalu

Pesta Perkawinan Mewah, Apa Ngaruh dalam …

Ifani | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: