Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Meila Nurhidayati

jadilah seorang pemenang dalam kehidupan demi tujuan yang sudah terencana

Profesi (Guru) harus Menjadi Sebuah Kebanggaan

REP | 14 May 2013 | 23:17 Dibaca: 156   Komentar: 0   0

Saya seorang mahasiswa yang sekarang menempuh pendidikan di salah satu Universitas Negeri, yang hampir semua jurusannya itu bertitlekan pendidikan, terpikir sebelumya saya tidak mau kuliah yang titlenya itu pendidikan, tapi setelah saya menerima pendapat dari seseorang yang berprofesi sebagai guru, dari situ saya melihat perjuangan merekayang tujuan  utamanya  hanyalah untuk mencerdaskan  generasi muda yang akan menjadi bibit penerus bangsa dalam mensejahterakan bangsa. Penghinaan saat sesorang yang menempuh pendidikan di universitas swasta  memberikan suaranya “ PROFESI GURU KO BANGGA ? SO WHAT ? omongan yang keluar dari mulutnya sungguh tidak etis, apa dia tidak berpikir siapa yang banting tenaga untuk mencerdaskan anak didik sehingga sampe saat ini seseorang yang memberikan suaranya bisa menempuh pendidikan sampe tingkat perguruan tinggi ? SIAPA KAH YANG MEMBERIKAN ILMU KEPADANYA ? KEAJAIBANKAH ? Bagaimana kondisi pendidikan akan maju jika masih ada orang yang menghina profesi guru ?

Kenapa profesi guru selalu di rendahkan ? Apakah bagi dia profesi guru itu harusnya di tutup dan tidak pernah ada lagi guru di Indonesia ? terus siapa yang mencerdaskan anak- anak bangsa ?

Menurut saya profesi guru tidak memalukan justru suatu kebanggaan dimana mereka tidak pantang menyerah mengajar, serta membagi ilmunya kepada anak didiknya. Guru dalam dunia pendidikan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, pendidikan akan hidup ketika guru mampu menciptakan suasana belajar (learning situation) yang humanis dan demokratis dengan orientasi visi yang jelas. keberhasilan dunia pendidikan yang bakal melahirkan out put yang berkualitas, bahkan guru pula-lah yang dapat menentukan maju dan hancurnya sebuah negara.

Bagaimana dengan penghinaan itu apakah orang yang di hina yang nantinya akan berprofesi sebagai guru hanya terdiam atas ucapanya yang menyinggung ? tidak ada yang harus di lakukan kecuali hanya terdiam dan cukup tersenyum.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ozi Destayuza, Lahirkan Atlit Taekwondo Bawa …

Muhammad Samin | | 30 September 2014 | 21:47

Bercengkrama Bersama Museum NTB …

Ahyar Rosyidi Ros | | 30 September 2014 | 21:35

Berani Klaim Gadjah Mada, Harus Hargai Kali …

Viddy Daery | | 30 September 2014 | 20:57

(Macau) Mengapa Anda Harus Berlibur ke …

Tria Cahya Puspita | | 30 September 2014 | 20:06

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Tifatul Sembiring di Balik Hilangnya …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Skenario Menjatuhkan Jokowi, Rekayasa Merah …

Imam Kodri | 10 jam lalu

SBY Hentikan Koalisi Merah Putih …

Zen Muttaqin | 10 jam lalu

Dari Semua Calon Menteri, Cuma Rizal Ramli …

Abdul Muis Syam | 11 jam lalu

Layakkah Menteri Agama RI Menetapkan Iedul …

Ibnu Dawam Aziz | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

(H-8) Jelang Piala Asia U-19 : Skuad …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Saat Impian Negara Menjadi Aksi Keluarga …

Zulfikar Akbar | 8 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 9 jam lalu

Misteri Coban Lawe di Lereng Gunung Wilis …

Nanang Diyanto | 9 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: