Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Ketika Wanita Tidak Berjilbab,…………..

OPINI | 15 May 2013 | 21:13 Dibaca: 1045   Komentar: 42   23

Artikel hebat dan luar bisa mencengangkan dari Sutomo Paguci membuat penulis berkeyakinan dan menyimpulkan bahwa, wanita tidak akan berjilbab karena antara lain;

1. Bodoh, karena belum diterimanya ilmu yang menyadarkan betapa jilbab adalah kewajiban bagi wanita-wanita yang telah mukallaf/baligh.

2. Bebal, karena ilmu yang sampai didepan hidungnya berkali-kali tidak membuat keimanannya untuk ta’at dan patuh kepada seruan penciptanya.

3. Sombong, karena sesungguhnya orang yang sombong salah satu kriterianya adalah menolak kebenaran

4. Mereka bukan isteri dari pria mukmin, ayahanda yang mukmin (jika belum menikah) atau isteri dari kaum kafir

5. Mengikuti hawa nafsu, karena mempunyai rambut indah bak mayang terurai yang setiap saat dipamerkan di profile sehingga mubadzir jika kelak ditutup oleh kain yang terjulur hingga ke dada mereka. Atau warna rambut burgundy yang indah tak lagi bisa dipandang mata.

6. Menngingkari Quran, karena beranggapan ayat-ayat suci yang berkaitan dengan perintah untuk menutupi aurat (dalam hal ini rambut termasuk dari bagian aurat wanita) telah tidak lagi sesuai dengan konteks dan keterkinian jaman. Quran telah dianggap jumud dan out of date.

7. Mereka pasca operasi kelamin dari Joko menjadi Jeanette.

8. Mereka bukan Islam (Angelina Jolie tidak diwajibkan berjilbab di akidahnya)

9. Umur mereka seumur Cinta (anak Uya Kuyak)

********

Silahkan ditambah poin-poin yang dianggap mewakili argumentasi dari wanita-wanita yang masih keukeuh menyatakan jilbab tidak wajib. Jilbab didalam makna pakaian penutup rambut yang tidak menampakan perhiasan termasuk giwang dari telinga dan tentu saja rambut. Jilbab bisa dimaknai sebagai kerudung di ranah melayu atau abaya, niqab, burqa dan lain sebagainya.

Semoga wanita-wanita yang pintar dalam bidang akademis juga cerdas secara spiritual sehingga bisa memahami dengan tawadhu bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa mengerti apa yang dibutuhkan oleh ciptaanNya dan bukan melakukan sikap rasionalitas berbasiskan hawa nafsu.

Suplemen

1. Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab :59)

2….dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya… (An Nuur :31)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[Wisata Purbalingga] Sepotong Kisah Lingga …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 16:24

Percuma Merayakan Hari Ibu! …

Wahyu Triasmara | | 22 December 2014 | 11:58

Tumbangnya Pohon Beringin Tanda Bencana …

Cariefs Womba | | 22 December 2014 | 20:33

Berani Duduk di Bangku Paling Depan—Cupu …

Frida Kurniawati | | 22 December 2014 | 18:22

Melatih Anak Jadi Kompasianer …

Muslihudin El Hasan... | | 22 December 2014 | 23:47


TRENDING ARTICLES

Penyelidikan Korupsi RSUD Kota Salatiga …

Bambang Setyawan | 3 jam lalu

Akankah Nama Mereka Pudar?? …

Nanda Pratama | 4 jam lalu

Kasih Ibu dalam Lensa …

Harja Saputra | 6 jam lalu

Hebatnya Ibu Jadul Saya …

Usi Saba Kota | 7 jam lalu

Gabung Kompasiana, Setahun Tulis 8 Buku …

Gaganawati | 7 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: