Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nur Rizky Septiani

Saya ingin menjadi Perawat

Saatnya Yang Muda Berencana

REP | 14 May 2013 | 21:52 Dibaca: 120   Komentar: 0   1

13685415182020567590

Nama Kelompok:

· Chaca Nopian

· Dita Ratna U

· Ika Maryanti

· Mardian Adi

· Mega Kemala

· Nur Rizky

· Sholihah

· Tini Endang

· Yulasrini Kurniawan

1368541293641360970

“DUA ANAK LEBIH BAIK “ pasti sudah tidak asing dengan slogan yang satu ini. ya, itu adalah slogan yang dibuat oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN ) . Lembaga resmi pemerintah yang didirikan oleh pemerintah untuk mengatur kependudukan di negara kita Indonesia.

Yang kita sudah ketahui bahwa penduduk Indonesia sudah sangat membludak. menurut penghitungan di tahun 2013 penduduk Indonesia sudah mencapai250 juta jiwa, itu yang sudah terdata, bagaimana jika ditambah orang-orang belum terdata? akan bagaimanakan Indonesia.

Untuk itu dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasioanal (BKKBN) mengupayakan dan mengusahakan agar angka kelahiran dan resiko penambahan penduduk di Indonesia akan bisa diminimalisasikan.

Pada kesempatan ini kami mendapat tugas dari Bapak Thamrin Dahlan selaku dosen kami dalam mata ajar Pelayanan Prima.dan kami memilih BKKBN untuk tugas kami dalam mengetahui pelayanan publik seperti apa yang diberikan oleh BKKBN untuk bisa dan berupaya agar menyakinkan masyarakat bahwa dengan program ber KB itu lebih baik.

13685418701848419043

13685419391179628945Pada tanggal 11 Maret 2013, kami mendatangi kantor BKKBN yang terletak di komplek Halim, Cawang, Jakarta Timur. Ketika kita sampai di kantor tersebut kami sudah disambut oleh satpam yang baik, satpam tersebut menunjukkan kepada kami dimana tempat-tempat yang harus kami kunjung untuk mendapatkan informasi-informasi tentang pelayanan publik yang diberikan oleh BKKBN.

136854363747419031Lalu kita mengunjungi Kepala Bagian Humas (Kabag Humas ) yang bernama ibu Endang Setiorini,SS,MM, beliau menerima kami dengan sangat ramah dan terbuka, dengan senyuman dan kami merasa bersyukur karena beliau bisa menerima kami dengan baik.

Beliau menjelaskan bahwa BKKBN tidak hanya melayani dan mengurusi dibagian KB saja, tapi ternyata BKKBN juga melayani pelayanan bagi ibu dan anak, dampak kontrasepsi dan kerumahtanggaan. Beliau menginformasikan bahwa BKKBN mempunyai dua jalur yaitu jalur pemerintah dan jalur swasta untuk melayani masyarakat . Ibu Endang merujuk kami ke salah satu dokter yang bertugas sebagai dokter yang langsung terjun kemasyarakat dalam bidang KB dari segi kesehatannya.

Dalam penyediaan alat kontrasepsi yang disediakan oleh BKKBN, BKKBN biasanya menyediakan melalui tender-tender, hal ini dilkuakn agar meminimalisasikan KNN di kalangan penyediaan alkon.

Dokter tersebut bernama Dr.Nia Reviani,MAPS beliau menjelaskan kepada kami bahwa slogan BKKBN bukan “Dua Anak Lebih Baik” tetapi sudah berganti nama menjadi “DUA ANAK CUKUP “ hal ini dikarenakan banyak masyarakat yang mengsalah artikan makna tersebut atau memplesetkan slogan tersebut menjadi “DUA ANAK, LEBIH BAIK “. Mungkin banyak pertanyaan kenapa harus 2 anak ? jawaban yang diberikan oleh pihak BKKBN adalah karena mayoritas orang Indonesia, dilihat dari status ekonomikeluaraga Indonesiaa, 2 anak itu sudah mencukupi laki-laki atau perempuan dapat disesuaikan, dan dari segi keuangan juga tidak terlalu terbebani.

13685430181588564193Beliau menjelaskan bahwa pelayanan yang diberikan oleh BKKBN dalam upaya meminimalisasikan angka kelahiran anak di Indonesia adalah BKKBN mensubsidikan untuk alat kontrsepsi dengan gratis, BKKBN memberikan dengan cuma-cuma kepada masyarakat yang kurang mampu dalam 33 provinsi yaitu infant,IUD, dan Kondom. sedangkan untuk pil dan suntik hanya diberkan ke 7 provinsi saja. Alkon atau Alat dan Obat Kontrasepsi yang diberikan oleh BKKBN ada dua macam yaitu yang hormonal dan non hormonal. Hormonal adalah alat kontrsepsi dengan jangka pendek dan yang non hormonal adalah alat kontrsepsi jangka panjang, dan BKKBN sekarang sedang mengupayakan agar masyarakat bisa berpindah pada alat kontrasepsi non hormonal atau alat kontrsepsi jangka panjang.


1368542793177828959Anggaran BKKBN di dapat dari biaya APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara). BKKBN juga melayani para perawat dan para bidan yang ingin belajar dan berlatih tentang pemasangan alat kontrsepsi yang disebut dengan “education kid “

Dalam pendistribusian alat kontrasepsi BKKBN pusat mengirimkan alat kontrasepsi ke provinsi, setelah itu provinsi mendistribusikan ke kabupaten kota masing-masing. BKKBN juga mempunyai tim penjaga mutu untuk mengawasi kualitas KB,dan akan menyediakan alat kontrasespsi yang akan di subsidikan kepada masyarakat.dimana BKKBN bekerja sama dengan POLRI, TNI dan tenaga kesehatan. BKKBN juga dapat mendistribusikan kepada alat kontrasepsi kepada bidan dan perawata yang memiliki tempat praktek yang telah teregistrasi.

BKKBN juga mempunyai biaya ayoman atau biaya ala kadarnya untuk keluarga yang sudah memakai alat kontrasepsi tetapi masih saja hamil. uang tersebut akan diberikan sukarela kepada masyarakat.

BKKBN juga mempunyai program-program tertentu yang mengenai kemasyarakat dan biasanya BKKBN juag bekerja sama dan mengundang para bidan, perawat, provider, TNI, POLRI untuk bersama-sama bekerja untuk mencapai tujuan bersama.

Sebelum kami pulang kami menyempatkan berfoto bersama dengan Dr. Nia Reviani,MAPS

13685428461262378320

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 13 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 14 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Matinya Filsafat, Matinya Kemanusiaan …

Herulono Murtopo | 8 jam lalu

Jadilah Peniru …

Wiwik Agustinanings... | 8 jam lalu

Belajar Ungkapan (Idiom) Amerika - Part 7 …

Masykur | 8 jam lalu

Sempatkan Berwisata ke Sumatra Barat …

Nurul Falah Elyandr... | 8 jam lalu

Pesan Membaca di Film The Book of Eli …

Eko Prasetyo | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: