Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Sugiharto Harto

merekam aktifitas zaman lewat hati dan pikiran serta tulisan.

Siapakah Teroris Sebenarnya

OPINI | 16 May 2013 | 15:38 Dibaca: 228   Komentar: 3   0

Sebagian masyarakat saat ini, mulai kritis dengan berbagai pemberitaan dari media massa. Sebagian dari mereka, tidak mudah percaya dengan berita koran maupun siaran dari televisi. Salah satu contohnya, misalnya tentang berita terorisme.

Ada tetangga saya, yang bilang : ` Pak, saya kok kurang percaya dengan pemberitaan tentang terorisme di televisi.`Lantas saya bilang, lho apa alasannya, bapak ga percaya dengan pemberitaan itu. Lalu, orang itu menjawab : `Kalau saya amati, berita terorisme itu muncul, setiap kali ada `penggede`( baca : pejabat negara, elit partai, orang berpengaruh ) atau `majikan asing` kita sedang mendapatkan sorotan dari publik. Nah, dengan cara seperti itu, maka publik terkelabui dan tidak mengkritisi apa yang sebenarnya terjadi.`Lalu kata saya,`waaah, hebat juga pak, analisanya. Tapi, hati-hati lho pak, jangan sembarangan ngomong, sebab Indonesia itu negara hukum.Kita tidak boleh asal tuduh tanpa bukti.`

Penggalan dialog di atas, menginformasikan kepada kita, bahwa sesungguhnya masyarakat secara diam-diam mengamati dan menilai, apa yang mereka lihat dan apa yang saja yang dipertontonkan oleh elit politik maupun  para pejabat negara, baik melalui media cetak maupun media elektronik.

Nah, kalau begitu, apakah sesungguhnya teroris itu ada dan siapakah teroris yang sesungguhnya. Kalau menurut terminologi agama, teroris adalah iblis la`natullah dan para pengikutnya dari dahulu sampai sekarang, bahkan sampai masa yang akan datang. Dan teroris yang sesungguhnya adalah individu, kelompok, komunitas atau institusi bernama negara, yang melakukan tindakan teror ( fisik maupun psikis ), baik terhadap perorangan, masyarakat banyak maupun penduduk suatu negara, demi untuk mencapai tujuan dan kepentingannya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 4 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 5 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 7 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 7 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 7 jam lalu

Semarak Pesta Rakyat Situ Bungur (Bingkai …

Agung Han | 8 jam lalu

Kenapa Lebih PD Dengan Bahasa Asing Dari …

Seneng | 8 jam lalu

Car Free Day Bukan Solusi …

Nitami Adistya Putr... | 9 jam lalu

ATM Susu …

Gaganawati | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: