Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Agus Pribadi

Mencoba menghayati kehidupan dan menuliskannya dalam cerita-cerita sederhana. Kunjungi juga tulisan saya di http://aguspribadi1978.blogspot.com selengkapnya

Judul Cerpen, Pentingkah?

OPINI | 22 May 2013 | 17:51 Dibaca: 563   Komentar: 8   11

Salah satu bagian yang ada pada sebuah cerpen adalah judul. Pertanyaan yang mungkin perlu dijawab dengan seksama adalah, seberapa penting sebuah judul untuk cerpen?

Secara normatif (akademik) memang sebuah judul harus menarik agar cerpen pun menjadi menarik. Namun cukupkah jika hanya judul yang menarik sementara isinya amburadul? Pertanyaan berikutnya bagaimana jika judulnya tidak menarik tetapi isinya menarik?

Ada dua judul cerpen yang akan menjadi contoh dalam pembahasan tema ini :

1. “Laron”

Sepintas judul cerpen tersebut kurang menarik. Bisa jadi ada yang menyangkanya bukan sebuah cerpen, misalnya sebuah tulisan tentang flora dan fauna. Tapi jangan salah, cerpen ini ditulis oleh Mashdar Zainal dan dimuat koran Kompas pada 6 Maret 2011.

2. “Tukang Obat itu Mencuri Hikayatku”

Sepintas judul cerpen tersebut terasa kurang dari sisi daya tarik. Hal itu karena judul tersebut tersurat, bukan tersirat. Tanpa membaca isinya, pembaca sudah tahu ke mana arah ceritanya. Cerpen yang membuat penasaran adalah cerpen yang judulnya tersirat. Namun jangan salah, cerpen karya Herman RN itu dimuat koran Kompas 8 Agustus 2010.

Dari contoh dua judul cerpen tersebut, ternyata redaksi media tidak selalu mementingkan judul cerpen. Barangkali isi cerpen memegang peranan yang jauh lebih penting.

Cerpenis Ilham Q Moehiddin bahkan pernah mengatakan dalam sebuah grup FB, bahwa jika pun sebuah cerpen tidak diberi judul, maka akan tetap bisa dinikmati.

Saya mengibaratkan sebuah cerpen seperti sebuah petasan. Judul cerpen berfungsi sebagai korek apinya. Korek api yang kurang bagus dan korek api yang bagus (bermerk) sama-sama bisa menyalakan sumbu petasan dan membuat petasan itu meledak. Keras dan lemahnya ledakan tergantung dari bahan yang ada pada petasan tersebut. Demikian juga sebuah cerpen, diberi judul apapun (asal tidak ngawur), jika isinya bagus tetap akan mempunyai daya tarik pembacanya (juga redaksi).

Mudah-mudahan, selanjutnya saya bisa membahas bagaimana isi sebuah cerpen yang baik. Mari sama-sama belajar menulis cerpen.

Selamat menulis cerpen!

Salam Kompasiana!

Banyumas, 22 Mei 2013

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sepotong Senja di Masjid Suleeyman yang …

Rumahkayu | | 19 April 2014 | 10:05

Pengakuan Mantan Murid JIS: Beberapa Guru …

Ilyani Sudardjat | | 19 April 2014 | 20:37

Kompas adalah Penunjuk Arah, Bukan Komando …

Dita Widodo | | 19 April 2014 | 21:41

Kakak-Adik Sering Bertengkar, Bagaimana …

Lasmita | | 19 April 2014 | 22:46

Kompasianer Mengawal Pemilu 2014 …

Kompasiana | | 09 April 2014 | 04:17


Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: