Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Mas Yusro

Seorang Guru Indonesia yang senang berbagi informasi. [www.myusro.info]

Ini Rahasia Sukses Siswa Peraih Nilai UN Tertinggi 2013 !

OPINI | 24 May 2013 | 22:12 Dibaca: 3488   Komentar: 7   2

Photo : edukasi kompas

Ujian Nasional (UN) tahun 2013 yang berlangsung agak “amburadul” serta mendapatkan kecaman dari banyak pihak, ternyata menelurkan hasil yang cukup baik. Mendikbud menjelaskan bahwa tingkat kelulusan tahun ajaran 2012/2013 adalah 99,48% yang berarti masih di atas angka 90%. Jika total seluruh peserta UN tingkat SMA dan sederajat adalah 1.581.286 siswa, yang lulus UN sebanyak 1.573.039 siswa dan tidak lulus sebanyak 8.250 siswa. Tingkat kelulusan UN tahun ini mengalami penurunan, namun tidak terlalu signifikan, yakni sebesar 0,02 persen bila dibandingkan dengan tingkat kelulusan tahun ajaran 2011/2012 (news.liputan6.com).

Dari hasil akhir kelulusan UN tahun 2013, terdapat 10 sekolah (SMA/MA) yang mendapatkan nilai UN tertinggi se-Indonesia. Dari kesepuluh sekolah tsb, delapan diantaranya adalah sekolah negeri (milik pemerintah), dan hebatnya yang muncul pada urutan pertama adalah sekolah negeri di Denpasar Bali, yakni SMA Negeri 4 Denpasar. Berikut daftar nama sekolah dan nilai rata-ratanya (Kompas.com) :

  1. SMA Negeri 4 Denpasar (9,17)
  2. MA Negeri Insan Cendekia Banten (8,93)
  3. SMA Kristen 1 BPK Penabur Jakarta (8,88)
  4. SMA Santa Ursula Jakarta (8,87)
  5. SMA Negeri 1 Denpasar (8,81)
  6. SMA Negeri 3 Lamongan (8,81)
  7. SMA Negeri 1 Babat Lamongan (8,81)
  8. SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh (8,79)
  9. SMA Negeri 1 Kembangbahu Lamongan (8,78)
  10. SMA Negeri 8 Jakarta (8,74)

Pertanyaan berikutnya adalah di mana posisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ? Ini menjadi PR bersama bagi setiap insan pendidikan di sekolah menengah kejuruan.

Kembali ke judul awal, dari data 10 SMA tesebut, maka SMA Negeri 4 Denpasar menjadi sekolah dengan rata-rata nilai ujian nasional (UN) murni tertinggi di seluruh Indonesia dengan persentase kelulusan 100 persen. Hebatnya lagi, sekolah ini juga mengantarkan Empat siswanya masuk dalam 10 besar siswa dengan nilai UN murni tertinggi se-Indonesia (Kompas.com). Berikut daftar nama siswa peraih nilai UN tertinggi se-Indonesia :

  1. Ni Kadek Vani Apriyanti, SMA Negeri 4 Denpasar (9,87)
  2. Aditya Agam Nugraha, SMA Negeri 1 Surakarta (9,78)
  3. Helena Marthafriska Saragi Napitu, SMA Swasta Methodist 2, Medan (9,78)
  4. Made Hyang Wikananda, SMA Negeri 4 Denpasar (9,76)
  5. Luh Putu Lindayani, SMA Negeri 4 Denpasar (9,76)
  6. Elva Vidya, SMA Kristen 5 BPK Penabur Jakarta (9,75)
  7. Gracia Isaura Raulina, SMA Negeri 8 Jakarta (9,75)
  8. Putu Siska Apriliani, SMA Negeri 4 Denpasar (9,75)
  9. Nadia Anindita Vandari, MA Negeri Insan Cendikia, Ciater, Serpong (9,75)
  10. Sarah Alya Firnadya, SMA Negeri 8 Jakarta (9,73)

Sekali lagi, kita perlu berikan apresiasi yang tinggi untuk SMA Negri 4 Denpasar, para siswa, guru, pimpinan sekolah dan para orangtuanya. Saya agak penasaran, mencari tahu rahasia kesuksesan mereka, akhirnya saya mendapatkan TIGA POINT  RAHASIA SUKSES mereka berdasarkan penuturan para siswa di Republika.co.id:

  1. Para siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk melaksanakan UN dan bertekad untuk mendapatkan nilai terbaik. Saya pikir inilah kunci pertama dan utama dari keberhasilan mereka, yakni semangat belajar yang tinggi, yang tentunya tidak terlepas dari dorongan positif orang tua, lingkungan dan guru-gurunya di sekolah.

  2. Pihak sekolah memfasilitasi kegiatan pembelajaran intensif kepada para siswanya. Ini pun menjadi faktor pendorong keberhasilan sekolah dalam mencetak siswa-siswa yang berprestasi. Para orangtua mereka tidak melulu menyerahkan anak-anaknya kepada “Lembaga Bimbingan Belajar” (ekstra sekolah) yang makin marak menjelang UN atau SNMPTN atau sejenisnya, namun tetap menjadikan sekolah sebagai sumber utama cahaya keberhasilan akademik para siswa.

  3. Para siswa membiasakan diri dengan belajar kelompok dan berlatih mengerjakan soal. Ini pula lah yang menjadi faktor kunci kesuksesan mereka, terbiasa untuk bertukar pikiran (diskusi), tidak menyendiri (egois, sok pintar sendiri), dan bersama mengerjakan laithan-latihan soal. Saya teringat dulu, ketika ada evaluasi terkait kunci keberhasilan pendidikan matematika di Singapura, diantarnya adalah banyak mengerjakan latihan soal secara bersama dengan tentunya dipandu oleh guru-gurunya. Artinya, guru-guru tidak hanya rajin memberikan PR kepada siswanya namun sang guru pun rajin dan teliti untuk membahasnya bersama dengan siswanya.

Akhirnya, dengan posisi UN yang masih di antara kubu pro dan kontra, secara pribadi saya mengucapkan selamat kepada para siswa yang lulus UN, selamat untuk para guru, selamat untuk para orang tua, dan tak lupa juga selamat untuk Pak Mendikbud yang belakangan ini sering “dihujat” oleh sebagian masyarakat kita.

Merdeka !!!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Virus ‘Vote for The Worst’ Akankah …

Benny Rhamdani | | 24 April 2014 | 09:18

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Nasib Capres ARB (Ical Bakrie) dan Prabowo …

Mania Telo | 3 jam lalu

Provokasi Murahan Negara Tetangga …

Tirta Ramanda | 3 jam lalu

Aceng Fikri Anggota DPD 2014 - 2019 Utusan …

Hendi Setiawan | 4 jam lalu

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 8 jam lalu

Hapus Bahasa Indonesia, JIS Benar-benar …

Sahroha Lumbanraja | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: