Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Andar Kaneka

Salah seorang yang gak mau masuk surga. Munafik gak sih gue? Tapi lebih munafikan elo? selengkapnya

Mahasiswa dan Pendidikan

REP | 24 May 2013 | 03:50 Dibaca: 277   Komentar: 0   0

Menjadi mahasiswa merupakan harapan kebanyakan anak SMA  apalagi jika diterima di kampus yang memiliki passing grade tertinggi dalam SNMPTN.Hal ini sangatlah wajar apabila melihat paradigma yang terjadi dimasyarakat selama ini bahwa perguruan tinggi adalah tingkatan teratas dalam tataran pendidikan formal di Indonesia.Di samping itu, mayoritas masyarakat Indonesia menilai bahwa mahasiswa memiliki kesan yang amat prestisius.

PERAN DAN FUNGSI MAHASISWA

Benarkah demikian?Mungkin saja memang ada benarnya anggapan tersebut.Mahasiswa sesungguhnya memiliki 3 peran dan fungsi dalam masyarakat yaitu sebagai Agent of Change, Agent of Sosial Control dan sebagai Iron Stock.

Dalam pemahamanya, Agent of Change memiliki artian bahwa  mahasiswa harus bertindak sebagai  agen yang membawa perubahan.Mengapa dikatakan Agent? Hal ini dikarenakan karenakan mahasiswa memiliki tanggung jawab secara moral untuk menyampaikan hasil pendidikan dari perguruan tinggi kepada masyarakat yang tentunya untuk membawa perubahan yang positif bagi kehidupan demi kemajuan bangsa dan negara.

Sedangkan Agent of Sosial Control disini memliki artian bahwa selain bertanggung jawab secara moral tehadap kemajuan bangsa,mahasiswa juga memiliki kewajiban untuk melakukan pengawasan dan pengawalan terhadap nilai yang ada di masyarakat ( Guardian of Value ).Untuk dapat menjalankan fungsi tersebut mahasiswa dituntut untuk menjadi insan intelektual yang kritis.Kritis dalam hal ini mempunyai maksud bahwa sebagai mahasiswa harus cepat tanggap terhadap terhadap permasalan yang sedang dihadapi mayarakat saat ini yang memiliki peluang akan memberikan perubahan dalam kehidupan baik yang positif maupun negatif .Dari kesadaran tersebut,tidak hanya kritik saja yang harus diberikan terhadap suatu permasalahan,melainkan juga solusi kongkrit yang dapat diaplikasikan oleh masyarakat.

Fungsi yang terakhir adalah Iron Stock.Iron Stock memiliki pengertian bahwa mahasiswa adalah generasi muda yang dipersiapkan untuk menjadi penerus bangsa.Tidak dapat diragukan lagi bahwa beberapa tahun kedepan adalah era yang mau tidak mau harus dipegang oleh generasi mudah.Proses regenerasi kepemimpinan di bangsa ini akan terjadi dengan sendirinya.Oleh karena itu diharapkan selama menjadi mahasiswa kita benar-benar bersungguh sungguh dalam menerima  ilmu dan belajar bagaimana mengaplikasikan ilmu tersebut dalam masyarakat .Tentunya hal tersebut lebih dikhusukan sesuai disiplin ilmu kita yaitu ilmu pertanian agar suatu hari kita benar – benar siap jika di terjukan dalam masyarakat.

PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI

Paradigma yang terjadi dalam masyarakat saat ini adalah bahwa universitas adalah tataran tertinggi dalam institusi pendidikan formal yang ada di Indonesia.Kesadaran masyarakat akan fungsi pendidikan tidak di imbangi dengan pemahaman  tujuan sebuah universitas berdiri.

“Kalau sekedar bertujuan menyampaikan informasi dan pengetahuan,” kata matematikawan-filsuf Alfred N. Whitehead, “ Tak satupun universitas memiliki justifikasi apapun untuk tetap berdiri sejak berkembangnya mesin cetak di abad ke-15.”

Namun,bukankah  pada dasarnya pendidikan memang bertujuan menyampaiakan informasi dan pengetahuan?Jika bkan demikian,lantas untuk apa?

Mungkin pertanyaan tersebut yang akan terbersit dalam otak kita ketika mendengar pernyataan Alfred N. Whitehead yang merupakan seorang matematikawan-filsuf yang terkenal  pada abad ke-19.Pada  saat itu Alfred berpikir bahwa jika hanya ingin mendapatkan informasi dan pengetahuan baru untuk menambah wawasan,masyarakat tidak perlu masuk universitas, cukup membaca media cetak baik koran maupun buku-buku yang sudah ada.Albert Einstein yang merupakan fisikawan terkenalpun sendiripun pernah mengeluarkan pernyataan bahwa pendidikan  tidak harus didapatkan dari institusi formal.Toh,banyak juga ilmuwan dan orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan formal hingga tamat.

Risalah tersebut sudah cukup lama diperbincangkan dalam masyarakat.Namun mayoritas masyarakat bahkan mahasiswanya sendiripun sudah tidak begitu menghiraukanya.Mereka hanya berpikir bahwa masuk dalam sebuah perguruan tinggi adalah salah satu tahapan yang harus dilewati dalam hidup untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.Kuliah selesai tepat waktu dan diterima diperusahaan atau menjadi PNS adalah harapan dari kebanyakan mahasiswa.

Kalau sudah seperti ini,mungkin saja pendahulu kita akan menangis melihat hal ini.Susah payah Ir.Soekarno bersama teman-temanya yang telah  memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini agar rakyatnya mendapatkan penghidupan yang layak termasuk pendidikan itu sendiri hanya dihargai oleh generasi muda dengan anggapan bahwa pendidikan adalah  sebagai batu loncatan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.Kalau sudah seperti itu,siapa yang meneruskan bangsa ini jika semua berniat menjadi “ buruh intelektual”. .

Sebenarnya universitas di Indonesia sudah memiliki  tugas dan fungsi yang tercantum dalam Tridharma Perguruan Tinggi antara lain: ( 1) Pendidikan ; (2) Penelitian ; dan ( 3) Pengabdian mayarakat.Selain diwajibkan untuk melakukan pendidikan yang adil bagi masyarakat ,perguruan tinggi harus melakukan tindak lanjut terhadap ilmu dan pengetahuan yang ada dengan melakukan penelitian yang nanti hasilnya harus di abdikan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dari Tridharma Perguruan Tinggi tersebut seharusnya kita memahami bahwa menjadi seorang mahasiswa sesungguhnya memiliki tanggung jawab sosial yang sangat berat yaitu harus mengabdikan ilmunya untuk masyarakat.Tidak hanya memperoleh informasi dan pengetahuan,namun juga harus mampu menggunakannya untuk memberikan perubahan yang positif bagi masyarakat ( Agent of Change) serta mengawasi dan mengawalnya( Agent of Sosial Control ) karena mahasiswa adalah harapan terakhir untuk meneruskan perjuangan bangsa Indonesia ( Iron Stock ).

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajib! Motor Berbahan Bakar Air …

Gapey Sandy | | 22 September 2014 | 09:51

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | | 22 September 2014 | 10:49

Baru Kali Ini, Asia Kembali Percaya …

Solehuddin Dori | | 22 September 2014 | 10:05

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | | 22 September 2014 | 10:49

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 9 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 10 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 11 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 14 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: