Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rudy Hilkya

Penulis Blog Guru Fisika http://fisikarudy.wordpress.com, konyol, norak, udik, kampungan, seabrek sebutan orang marginal, ngga suka selengkapnya

Pengumuman Kelulusan SMA 2013

REP | 24 May 2013 | 05:10 Dibaca: 15737   Komentar: 2   0

Hari ini adalah hari yang dinanti-nantikan seluruh warga SMA se-Indonesia yang jumlahnya 1,5 juta jiwa, yang telah mengikuti perhelatan ujian nasional di pertengahan bulan April yang lalu dan hari ini adalah peresmian perubahan status mereka dari siswa SMA menjadi alumni SMA dan tahapan berikutnya mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh, jumlah kelulusan SMA tahun ini sebesar 99,48%  sebagaimana kutipan pernyataannya, bahwa jumlah peserta UN SMA/MA tahun ajaran 2012–2013 adalah 1.581.286 siswa, dan siswa yang dinyatakan lulus UN berjumlah 1.573.036 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 8.250 siswa. Jumlah ketidaklulusan mencapai 0,52%

Selain itu, Nuh memaparkan jumlah peserta UN SMK sebanyak 1.106.140, dan siswa yang dinyatakan lulus UN SMK berjumlah 1.105.539 siswa, sedangkan yang tidak lulus berjumlah 601 siswa.

Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi penurunan tingkat kelulusan siswa SMA dan tahun ini ada kenaikan jumlah lulusan siswa SMK. Seandainya dibeberkan bukan persennya, tetapi jumlah siswa SMA/SMK dari tahun ke tahun berapa yang mengikuti UN serta tidak mengikuti UN, sebab tidak mengikuti UN juga merupakan faktor ketidaklulusan suatu sekolah, saya pikir informasi tersebut masih bersifat seadanya. Tidak ada upaya perbaikan mutu pendidikan di era kebangkitan zaman ini, di tengah kontroversi masih perlunya UN atau tidak sepertinya tahun depan hal demikian masih terus terjadi dan terus berulang.

Sebagai bagian ritual dari suasana persekolahan, ada rekrutmen baru yang fenomenal dengan penjualan bangku dan cadangan diakhiri dengan Kelulusan Siswa yang didahului dengan Ujian Nasional terpusat sepertinya sudah menjadi tradisi turun-temurun dengan berganti-ganti nama atau sebutan. Akankah negara yang kita cintai dan banggakan ini, masih mempertahankan tradisi yang sudah tidak lagi diminati negara lain sebagai indikator kemajuan zaman atau peningkatan? Apakah ini masih disebut pembangunan?

Jika dikatakan untuk mengukur, bukankah pengukuran yang dilakukan sektoral oleh sekolah (terutama melalui guru-gurunya) cukup memadai? Jika disebut bahwa tujuan Ujian Nasional untuk memetakan sekolah-sekolah maju, menengah dan mundur dari mutu sekolah yang berarti mutu pendidikan? Bukannya lebih tepat survey bulanan, serta laporan dari supervisor mutu sekolah setiap mingguan lebih efektif dibandingkan ujian nasional?

Yah sekali lagi, kepentingan tertentu lebih menguat dibandingkan kepentingan yang sebenarnya sebagaimana pendapat Prof. Tilaar tentang pencapaian mutu pendidikan dan proses memperolehnya.

Tetapi yang penting, bahwa lulus SMA bukan berarti selesai sudah perjuangan para generasi penerus tunas-tunas bangsa melainkan terus melanjutkan pendidikan hingga mereka menjadi organ-organ pelengkap sampai menjadi organ-organ penting dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, berbangsa, bernegara yang bertujuan mencapai keadilan bersama, kesejahteraan bersama yang bermartabat dan terpuji di mata seluruh bangsa.

Selamat Merayakan Kelulusan SMA/SMA tahun 2013, panggilan negeri menanti Anda wahai Pemuda Pemudi Indonesia !

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Merawat Identitas Melalui Karya Seni …

Khus Indra | | 23 September 2014 | 11:34

Menemukan Pembelajaran dari Kasus Habibi dan …

Maria Margaretha | | 23 September 2014 | 03:26

Ke Mana dan di Mana Mantan Penghuni …

Opa Jappy | | 23 September 2014 | 08:58

Pak Jokowi, Jangan Ambil Kepala Daerah Kami …

Felix | | 23 September 2014 | 10:00

[Studio Attack] Mau Lihat Geisha Latihan …

Kompas Video | | 23 September 2014 | 11:00


TRENDING ARTICLES

Mendikbud Akhirnya Tegur Guru Matematika …

Erwin Alwazir | 3 jam lalu

Ini Kata Anak Saya Soal 4 x 6 dan 6 x 4 …

Jonatan Sara | 5 jam lalu

PR Matematika 20? Kemendiknas Harus …

Panjaitan Johanes | 7 jam lalu

Kesamaan Logika 4 X 6 dan 6 X 4 Profesor …

Ninoy N Karundeng | 7 jam lalu

Cara Gampang Bangun ”Ketegasan” …

Seneng Utami | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Lawu, Episode Mendaki Melarung Rindu …

Endah Lestariati | 8 jam lalu

Kalah atau Menang Itu Wajar, Tapi Kalau …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Rumah Sakit Harus Ikuti Clinical Pathway …

Info Jkn-bpjs Keseh... | 8 jam lalu

Termostat …

Martua Raja Pane | 8 jam lalu

Maaf, Kemampuan Menerjemah Bahasa Inggris …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: