Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Paijo Pandupradja

Pengajar di Universitas Jember, pernah menjadi konsultan Proyek SEQIP (Science Education Quality Improvement Project) dan selengkapnya

Konstruksi Konsep Cahaya untuk SD (bagian 2)

OPINI | 25 May 2013 | 08:52 Dibaca: 394   Komentar: 0   0

Kata para Ulama, membagi ilmu kepada yang memerlukan kemudian orang lain memanfaatkan ilmu tersebut bisa jadi bekal buat kita dalam kehidupan di hari kemudian (ilmu yang bermanfaat). Pada kesempatan ini dan kesempatan yang lain dari posting di kompasiana dengan tema konstruksi konsep diupayakan  tidak hanya akan dikaji konstruksi konsepnya namun juga cara menyampaikannya.  Hal ini bertujuan agar para bapak dan ibu guru SD yang bermaksud menerapkan cara ini dalam proses pembelajaran dapat langsung menggunakannya. Pada tema tentang Konstruksi Konsep Cahaya pada bagian pertama sudah dikaji tentang beberapa sifat dari cahaya, maka pada kesempatan ini akan digali konsep lain yang masih berhubungan dengan sifat dari cahaya beserta aplikasinya dalam kehidupan  sehari-hari.

1. Cahaya dapat diurai. Disediakan sebuah prisma dan sumber cahaya dari matahari atau lampu senter bila cuaca mendung. Percobaan ini sebaiknya dilakukan di luar kelas agar dapat memanfaatkan cahaya matahari secara langsung. Prisma diletakkan untuk menangkap cahaya matahari kemudian diputar-putar sampai mendapatkan bayangan yang berwarna warni, seperti tampak pada gambar di bawah ini.

13694439841098620724

Cahaya dapat Diuraikan

Sumber gambar: dokumen pribadi

Dari fenomena di atas kemudian di diskusikan bahwa ternyata cahaya apabila dibelokkan berkali-kali akan dapat terurai menjadi beberapa warna, yaitu merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu (me-ji-ku-hi-bi-ni-u). Warna-warna itulah yang kemudian dikenal dengan sinar. Jadi beda antara cahaya dengan sinar salah satunya adalah cahaya dapat diuraikan (polikromatis) sedangkan sinar tidak (monokromatis). Suatu saat apabila kita mendapatkan fenomena seperti cahaya namun tidak bisa diuraikan berarti yang kita lihat adalah sinar. Beberapa ahli menyebutkan sinar adalah seberkas cahaya. Contoh aplikasi dari konsep ini adalah adanya pelangi yang terjadi di cakrawala sehabis hujan. Penjelasannya adalah cahaya matahari diuraikan oleh titik-titik air hujan. Karena titik air hujan bentuknya bulat maka gambaran pelangi yang terbentuk juga bulat namun yang nampak oleh mata kita hanya setengah lingkaran yang ada di atas horison saja.

2. Cahaya dapat membentuk bayangan dan bayang-bayang. Apakah bayangan sama dengan bayang-bayang? Kalau berbeda apa pengertian bayangan dan apa pengertian bayang-bayang?. Apabila berdiri di depan cermin kemudian melihat gambaran kita di dalam cermin, itu bayangan atau bayang-bayang? Pada siang hari bolong kita melihat ada gambaran hitam di balik pohon yang terkena cahaya matahari itu bayangan atau bayang-bayang? Jadi bayangan adalah gambaran benda yang terlihat mirip seperti bendanya dalam cermin atau lensa, sedangkan bayang-bayang adalah gambaran hitam dari sebuah benda sebagai akibat dari benda yang dikenai cahaya.

Bagian dari tubuh kita yang berhubungan dengan cahaya adalah mata. Mata kita dapat melihat benda yang ada di alam apabila ada cahaya dari benda itu yang sampai ke mata kita, baik sebagai sumber cahaya maupun hanya cahaya pantulannya saja. Sehingga, bila kita nonton bioskop yang tidak ber AC kemudian ada penonton yang menyalakan batang korek api dari bagian depan sementara kita yang di posisi belakang dapat melihat korek api yang dinyalakan walaupun jaraknya jauh dan dalam ruangan yang gelap gulita  itu disebabkan karena cahaya dari batang korek api itu sampai ke mata kita. Sementara pembentukan atau penggambaran bayangan pada cermin dan lensa akan dibahas dalam tema tersendiri di lain kesempatan.

3. Beberapa alat yang cara kerjanya didasarkan pada pembentukan bayangan pada cermin dan lensa adalah kamera, lop, spion, kaca rias, kaca mata, lampu kendaraan, teleskop, mikroskop, projector, Slide projector, teropong dan kalaideskop. Prinsip dasar dari kerja alat ini adalah memanfaatkan sifat cahaya yang merambat lurus kemudian dipantulkan dan dibelokkan menggunakan cermin dan lensa. Alat-alat yang bekerja dengan sistim seperti ini disebut alat-alat optik. Adalah diantara alat-alat tersebut yang belum pernah dilihat atau mengoperasikan?

Apabila dirasakan masih ada kata-kata yang sulit dimengerti dimohon bapak dan ibu bisa mengganti dengan kata-kata yang lebih mudah bagi para siswa kita. Kita memang harus terus berupaya agar proses pembelajaran yang kita lakukan dapat memudahkan siswa kita belajar. Lebih bagus lagi apabila ketika mengajarkan konsep IPA dikaitkan dengan kebesaran Tuhan yang sudah menciptakan alam semesta lengkap dengan segala fenomena yang ada dan ternyata sangat menarik untuk dipelajari dalam berbagai strata pendidikan. Selamat berkarya. Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pengalaman Masa Kecil Membuat Ahok Jadi …

Hendra Wardhana | | 23 November 2014 | 22:44

Pungutan di Sekolah: Komite Sekolah Punya …

Herlina Butar-butar | | 23 November 2014 | 22:08

Masyarakat Kampung Ini Belum Mengenal KIS, …

Muhammad | | 23 November 2014 | 22:43

Penerbitan Sertifikat Keahlian Pelaut (COP) …

Daniel Ferdinand | | 24 November 2014 | 06:23

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Musni Umar: Bunuh Diri Lengserkan Presiden …

Musni Umar | 6 jam lalu

Baru 24 Tahun, Sudah Dua Kali Juara Dunia! …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Momentum Pencabutan Subsidi BBM, Memicu Dua …

Dwi Hartanto | 8 jam lalu

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 16 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pemeriksaan Keperawanan Itu “De …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Autokritik untuk Kompasianival 2014 …

Muslihudin El Hasan... | 8 jam lalu

Kangen Monopoli? “Let’s Get …

Ariyani Na | 8 jam lalu

Catatan Kecil Kompasianival 2014 …

Sutiono | 8 jam lalu

Jangan Sembarangan Mencampur Premium dengan …

Jonatan Sara | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: