Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Rahmad Pujiansyah

Pedd : STM mesin hobby: membuat artikel/ blog & musisi karier : Juara III popsinger

Strategi Mencerdaskan Bangsa

REP | 26 May 2013 | 13:55 Dibaca: 476   Komentar: 1   0

Pendidikan adalah menentukan masa depan bangsa kearah yang lebih baik, apabila pendidikan di negara tersebut baik dan terarah dalam  mendidik membina mental, prilaku, dan budi pekerti  pada anak didiknya maka akan menghasilkan generasi muda yang bermanfaat bagi masyarakat, tidak menjadi sampah masyarakat.

Paling utama dalam pendidikan adalah memberikan cara belajar membaca yang praktis cepat tanggap dimengerti oleh Murid, tetapi di jaman sekarang guru-guru SD (Sekolah dasar) mengabaikan memberikan mata pelajaran belajar membaca merangkai huruf  untuk kelas satu SD. Seharusnya namanya sekolah dasar, pelajaran dasar utamanya adalah belajar membaca dan menulis. informasi para guru mereka mengejar target  pelajaran sekolah sesuai ketetapan kurikulum pelajaran sekolah dari dinas pendidikan, maka kurikulum pertama setelah masuk kelas  para murid kelas satu  SD harus bisa menulis walau pun tidak bisa membaca, tidak ada diberikan mata pelajaran cara membaca. sehingga murid kelas satu SD hanya bisa menulis saja tetapi tidak bisa membaca.

Murid baru sekolah SD  dari Lulusan TK  masih banyak yang belum  bisa membaca,  oleh sebab itu kurikulum mata pelajaran cara membaca di sekolah SD harus tetap ada. paling tidak  selama enam bulan untuk diberikan pelajaran membaca dan menulis bagi murid-murid kelas satu SD.

Sebagai orangtua murid sebenarnya juga tetap membantu bertanggungjawab untuk memberikan pelajaran membaca dan menulis di rumah, tetapi lebih bermanfaat dan lebih baik dan terarah lagi adalah di sekolah, bagi orangtua yang mampu bisa saja anaknya di les kan belajar membaca pada yayasan pendidikan, tetapi bagi yang tidak mampu harapan mereka menyerahkan pendidikan anaknya pada guru.

Guru sekolah sebenarnya tidak bisa memaksakan muridnya hanya bisa menulis  yang ternyata tidak bisa membaca, karena guru sekolah akan menemui kendala  dalam memberikan mata pelajaran di sekolah ada murid yang belum bisa membaca, apabila ada PR (pekerjaan rumah) maka yang mengerjakan PR tersebut bukannya murid, tetapi malah orangtua murid yang mengerjakannya.

Pendidikan budi pekerti sangat penting dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di masyarakat, seorang anak yang mendapat pelajaran budi pekerti maka dia akan tahu sopan santun dalam berkata-kata dan berprilaku yang lebih baik, jaman sekarang banyak kita temui prilaku anak sangat berbeda jauh dengan jaman dulu. jaman sekarang anak-anak ada yang tidak tahu tata cara sopan santun terhadap orangtuanya, bahkan anak di jaman sekarang tega membiarkan orang tuanya yang kecapean mengangkat barang tanpa berniat untuk membantunya.

Pendidikan budi pekerti di sekolah sangat diperlukan dan dipraktekan bagaimana cara menjawab yang baik terhadap pertanyaan dari orang tuanya, dan  orang lain. Bagaimana menumbuhkan rasa kepedulian terhadap orangtua dan terhadap sesamanya, Kepedulian terhadap sesama seperti adanya  kegiatan pramuka yang menggalang dana untuk orang-orang yang tertimpa musibah bencana.

Anak-anak pramuka sangat berguna sekali untuk mengatasi kemiskinan, mereka menjalankan sumbangan bantuan pada setiap warga di RT tersebut agar menyumbang beras satu kaleng susu Indomilk atau 1/4 Kg beras setiap bulan, apabila sebanyak 300 warga RT tersebut menyumbang beras 1/4 Kg maka cukup untuk mengatasi  kemiskinan di lingkungan RT tersebut, membantu warga  yang miskin, para janda dan orangtua yang lanjut usia.

Pendidikan agama sudah mencapai kemajuan yang sangat baik, kemajuan anak-anak jaman sekarang lebih banyak hafal ayat Alquran dan mulai rajin sholat, dan rajin mengikuti pengajian di Mushola/ mesjid maupun disekolah, hal ini dengan adanya kegiatan keagamaan di sekolah yang sangat baik.

Bagaimana strategis mencerdaskan bangsa?

Mencerdaskan bangsa tidaklah terlalu mahal harganya hanya diperlukan sebuah PAPAN TULIS PINTAR yang dipasang di depan pintu masuk sekolah, setiap hari murid sekolah bergiliran menulis di papan tulis tersebut dalam dua kalimat pertanyaan dan jawabannya, Seperti :  TAHUN BERAPA PERANG DIPONEGORO, JAWABANNYA TAHUN ( 1825 -1830 ). dan siapa penemu Komputer, Jawabannya Charles Babbage yang lahir 26 Desember 1792.

Dengan menulis berbagai pertanyaan dan jawabannya pada papan tulis tersebut maka semua yang membacanya akan menjadi pintar, demikian juga menulis  kosa kata bahasa inggris lengkap dengan artinya, maka setiap hari akan bertambah perbendaharaan kata bahasa inggris bagi setiap murid di sekolah tersebut. Sebaiknya sistem ini bisa diterapkan pada semua sekolah di Indonesia.

Seiring dengan kemajuan jaman, maka anak-anak sekolah jaman sekarang menjadi kurang dalam membaca buku pelajaran sekolah, ada anak sekolah yang sukanya internetan main Game, jejaring sosial facebook, dan lain-lain. dengan adanya papan tulis pintar tentang ilmu pengetahuan pelajaran sekolah maka ilmu pelajaran sekolahnya bertambah walau pun tidak ada waktu dan kesempatan untuk membaca buku.

Apa yang menjadi kendala dalam pendidikan sekarang?

Masalah buku pelajaran sekolah, yang selama ini orangtua murid harus membeli, kalau tidak bisa membeli maka anaknya tidak bisa belajar di rumah dan di sekolah, apalagi setiap tahun buku sekolah berganti penerbitnya, sehingga tidak bisa dipakai oleh adik sekolahnya.

Harapan kita dengan adanya kurikulum baru 2013, buku pelajaran sekolah se Indonesia atau tingkat provinsi bisa seragam satu penerbit saja, jadi buku tersebut bisa dipakai terus menerus oleh adik kelasnya. apalagi kalau buku tersebut disediakan oleh pemerintah maka murid hanya pinjam saja, buku tersebut bisa dibawa pulang untuk belajar di rumah.

Baju seragam sekolah, masih bisa diterima untuk kelancaran dalam kegiatan sekolah, seperti hari , senin baju putih, selasa baju batik, kamis baju Olah raga, jum’at pakai baju koko, hari sabtu pakai baju pramuka.

Kesiplinan anak sekolah sekarang sangat baik, hal ini karena mereka sekolah diantar pakai kendaraan jadi bisa datang tepat waktu.

Penerimaan Murid sekolah anak didik baru hal ini banyak jadi masalah, karena di sekolah menerapkan dan menyeleksi sesuai kemampuan murid baru dalam test  saja tanpa melihat data tempat tinggal calon murid yang berada di lingkungan RT tersebut,  hal ini sangat merugikan bagi masyarakat setempat, karena warga yang dekat dengan sekolah tersebut anaknya malah tidak diterima bersekolah lingkungan RT nya, sehinga masyarakat tersebut harus mencari sekolah lain yang jauh dari tempat tinggalnya, maka biaya transportasi dan waktu sangat di rugikan.

Harapan kita kepada kepala sekolah, kepedulian terhadap sesama masyarakat disekitarnya adalah paling utama, karena tujuan dari kemajuan pendidikan sekolah adalah hemat biaya bagi murid, apabila ada masalah maka warga setempat akan membantu kelancaran sekolah tersebut. ( Rahmadpujiansyah 081346457074)

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 12 jam lalu

Ratu Atut Divonis Empat Tahun Namun Terselip …

Pebriano Bagindo | 12 jam lalu

Katanya Supercarnya 5, Setelah yang Bodong …

Ifani | 12 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 13 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: