Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Arifiana Latifah Rahmawati

Kekuatan fisik sebagai penunjang ,tetapi semangat hiduplah penentu kesuksesan...

Degradasi Moral Bangsa

REP | 28 May 2013 | 14:07 Dibaca: 170   Komentar: 1   1

Di jaman modern seperti sekarang ini, ancaman bagi Indonesia bukan lagi masalah peperangan, peperangan dsb. Masalah yang harus dihadapi Indonesia saat ini adalah mengenai terkikisnya moral banga yang semakin memprihatinkan. Kondisi ini justru menjadi musuh yang nyata bagi negara ini. Degradasi moral di negeri ini yang semakin hari semakin menjadi dapat menjadi penyebab kelumpuhan segala aspek kehidupan bernegara. Generasi muda merupakan cikal bakal penentu kemajuan bangsa di masa mendatang. Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di negeri ini. Di tangan pemudalah nasib negeri ini berada. Dengan berbagai kenyataan yang dihadapkan kepada kita saat ini, mungkin kita tidak dapat lagi menggantungkan harapan kepada para tetua negeri ini. Mereka sering kali tidak amanah dalam mengemban tugas yang diberikan oleh negara. Dengan misalnya saja berbagai kasus korupsi yang mencuat akhir-akhir ini. Maka dari itulah kita sebagai kaum muda harus mempersiapkan diri kita untuk menjadi generasi penerus bangsa yang mempunyai kredibilitas yang tinggi serta moralitas yang baik pula.

Namun, pada kenyataanya syndrom degradasi moral bangsa tidak hanya terjadi pada generasi tua di negeri ini. Generasi muda yang sebagai generasi penerus bangsa inipun juga mengalami degradasi moral yang tak kalah mirisnya. Kemajuan teknologi dan isu globalisasi inilah yang sering menjadi pemicu degradasi moral para pemuda kita. Keadaan tersebut sering kali disalahartikan. Begitu banyak fakta yang menunjukkan betapa bobroknya moral bangsa di negeri ini. Mulai dari budaya minim minuman keras, berjudi, tawuran, narkoba, pergaulan bebas hingga menjurus ke sex bebas. Apabila budaya buruk tersebut semakin hari semakin menjadi, maka tak menutup kemungkinan kita akan kehilangan para muda mudi yang dapat menyelamatkan negeri ini dari keterpurukannya saat ini. Jika budaya buruk itu dibiarkan saja, tentu saja lama kelamaan akan semakin menjalar dan semakin menggerogoti moralitas bangsa ini.

Hal itu berarti mereka tak sayang dan tak peduli dengan diri mereka serta masa depan mereka kelak. Untuk dirinya sendiripun mereka tak peduli, apalagi terhadap nasib negara ini di masa mendatang. Kondisi seperti inilah yang sangat penting untuk diperhatikan. Masalah ini harus secepatnya terselesaikan, kesadaran dari dalam diri kita masing-masinglah yang sangat penting. Dengan kita sadar diri dan mau memperbaiki moralitas diri kita masing-masing serta membangun karakter baik pada diri kita, maka generasi penerus bangsa yang berkredibilitas tinggi serta bermoral tinggi akan dapat tercipta. Degradasi moral bangsa akan berkurang, bahkan hilang sampai keakar-akarnya. Indonesi emas yang menjadi impian kita bersama akan terwujud, tentu saja dengan kontribusi kita bersama untuk membengun Indonesia di masa depan

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Catat, Bawaslu Tidak Pernah Merekomendasikan …

Revaputra Sugito | | 23 July 2014 | 08:29

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Jejak Digital, Perlukah Mewariskannya? …

Cucum Suminar | | 23 July 2014 | 10:58

Apakah Rumah Tangga Anda dalam Ancaman? …

Agustinus Sipayung | | 23 July 2014 | 01:10

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat anda? …

Robert O. Aruan | 3 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 6 jam lalu

Membaca Efek Keputusan Prabowo …

Zulfikar Akbar | 6 jam lalu

Prabowo Lebih Mampu Atasi Kemacetan Jakarta …

Mercy | 16 jam lalu

Kalah Karena Dicurangi? Belajarlah pada …

Ipul Gassing | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: