Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Nusantara C

Mulai menghadapi kenyataan, dan kehilangan mimpi masa kecilnya tentang Matahari di malam hari *idiots* -___- Jakarta selengkapnya

Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dengan Pendidikan Berkualitas

OPINI | 29 May 2013 | 10:51 Dibaca: 681   Komentar: 0   1

13697996861100002993

Setelah pengumuman hasil UN SMA dan SNMTPN Undangan tingkat Sekolah Menengah Atas, saya tergerak menulis tulisan ini. Bahwa masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki, pekerjaan belum selesai!

Banyak negara-negara di dunia yang maju karena memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tetapi minim Sumber Daya Alam (SDA), contoh negara yang paling dekat adalah Jepang dan Singapura. Sehingga SDA yang melimpah tidak menjadi jaminan akan suatu bangsa mampu bersaing dengan negara lain yang memiliki SDM berkualitas. Jalan satu-satunya untuk meningkat kualitas SDM suatu bangsa adalah dengan pendidikan berkualitas. Sekolah dan pendidikan menjadi hal yang harus didapatkan oleh semua masyarakat, dan sudah saatnya Indonesia juga melakukan reformasi pendidikan.

Dari data statistik Indonesia, bahwa masih ada sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia yang masih buta aksara. Artinya dalam pemenuhan kebutuhan akan ilmu pengetahuan “melek aksara” merupakan kunci keberhasilan untuk dapat belajar ilmu-ilmu lain secara mendalam. Hal ini menjadi pekerjaan rumah terutama bagi pemerintah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), serta seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa mendorong orang-orang disekitar kita pergi kesekolah.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, dan ayat (3) menegaskan bahwa Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Untuk itu, seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan negara Indonesia. Pemerintah juga mewacanakan tentang sistem pendidikan nasional mengenai wajib belajar 9 tahun bagi seluruh warga negaranya. Untuk melaksanakan program Wajib belajar 9 tahun sebagai payung hukumnya, pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah no 47 tahun 2008 tentang pelaksanaan wajib belajar sembilan tahun. Dalam Ketentuan Umum di sebutkan bahwa program wajib belajar diselenggarakan untuk memberikan pelayanan pendidikan dasar seluas-luasnya kepada warga negara Indonesia tanpa membedakan latar belakang agama, suku, sosial, budaya, dan ekonomi. Setiap warga negara Indonesia usia wajib belajar berhak mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu dan orang tua/walinya berkewajiban memberi kesempatan kepada anaknya untuk mendapatkan pendidikan dasar.

Permasalahan mendasar, wajib belajar 9 tahun yang artinya hanya sampai tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak dapat menjadi dasar untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan setara SMP belum dapat menjadi pesaing dalam bursa kerja apalagi menjadi cerminan tingkat SDM Indonesia. Jika boleh jujur, permasalahan sistem pendidikan di Indonesia sangat banyak dan beragam jenisnya, sehingga untuk menyelesaikannya satu-persatu membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Pemerataan pendidikan juga harus diusahakan disetiap daerah di Indonesia, jika boleh bercerita, ketika saya menjadi murid di Sekolah Dasar Negeri di suatu daerah terpencil di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, saya masih ingat betul bahwa ketika saya bersekolah dan masuk di kelas satu ada 32 orang murid pada saat itu, dan pada saat kelulusan di kelas 6, sekolah saya hanya meluluskan 20 orang murid saja, artinya ada sekitar 37% murid yang tidak meluluskan pendidikannya di SD, dengan berbagai alasan, setelah sekitar 7 tahun saya menyelesaikan pendidikan di SD saya tersebut keadaan ini belum banyak berubah.

Peningkatan mutu pendidikan Indonesia dengan banyak sekolah-sekolah bagus dan fasilitas lengkap dan tentu saja dengan biaya pendidikan yang mahal, belum merupakan cerminan pendidikan di Indonesia yang baik. Secara mendasar kita juga harus melihat bagaimana pendidikan di daerah-daerah pedalaman di Indonesia ini terutama di luar Pulau Jawa. Akhirnya dengan sistem pendidikan yang baik dan setiap masyarakat dapat mengakses sistem pendidikan itu, bukan hal yang mustahil SDM bangsa kita akan dapat disejajarkan dengan negara-negara maju.

Terakhir, ini tulisan ke dua saya di kompasiana, Mohon kritik dan saran dari pembaca, terimakasih.

Oleh : SS

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

Asyiknya Asia Tri ke-9 Jogjakarta …

Esang Suspranggono | | 02 October 2014 | 15:45

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 8 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: