Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Benedectus Arsianto Budi Nugroho

penyakit yang saya takuti bukanlah lepra,TBC, stroke, melainkan tidak dikehendaki, dicintai, dan tidak dipedulikan

Peran Pendidikan Bagi Pembangunan

OPINI | 29 May 2013 | 08:05 Dibaca: 441   Komentar: 0   1

Peranan pendidikan sangat berpengaruh dalam pembangunan suatu negara karena negara yang maju sudah pasti memiliki mutu pendidikan yang sangat baik di negaranya . Karena jika negara mempunyai generasi penerus yang cerdas pasti para penerus akan memperbaiki pembangunan terhadap Negara . Pendidikan sangatlah penting untuk menentukan kedudukan suatu bangsa . ilmu pengetahuan teknologi suatu negara juga mempengaruhi kemajuan negara . contoh saja Indonesia, negara kita ini masih lemah dari sektor pendidikan dibanding negara maju seperti jepang , jerman , negara maju lainnya . Ini di karenakan di negara Indonesia masih banyak masalah pendidikan yang belum diselesaikan oleh pemerintah seperti masih banyaknya bangunan sekolah yang tidak layak untuk belajar dan pengembangan metode belajat yang masih jauh dari harapan . maka dari itu Indonesia sampai saat ini masih di kategori kan sebagai negara berkembang. Contoh saja seperti negara maju jepang , jepang terkenal dengan teknologinya yang berkembang sangat pesat hal ini tidak lepas dari pendidikan yang sangat baik di jepang . karena jepang sangat mementingkan pendidikan agar muncul para penerus negaranya yang memiliki tingkat intelektual yang kuat dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi hal inilah yang membuat jepang menjadi negara maju . Syarat negara yang paling utama untuk menjadi Negara maju adalah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tinggi .

Tapi negara Indoensia sekarang masih bisa berbangga, walaupun kalah di dalam teknologi tapi kenyataannya bisa menciptakan teknologi-teknologi terbarunya seperti yang dilakukan mahasiswa Fakultas Teknik UNY, diambil dari berita di uny.ac.id. Tim mobil listrik dari Universitas Negeri Yogyakarta, setelah mampu mengibarkan bendera merah putih dalam kompetisi internasional di Seoul, Korea Selatan. Tim Garuda UNY menjuarai kategori creative technology mengungguli 39 tim mobil listrik lainnya. Ahmad Yulianto, selaku team leader menuturkan bahwa mobil listriknya “UNY EVO” mengaplikasikan 3 teknologi yang tidak digunakan oleh tim lainnya, yaitu quick release steering wheel, LCD on steering wheel, dan electric differential. Melalui inovasi-inovasi teknologi tersebutlah tim Garuda UNY mampu menyingkirkan tim-tim lainnya sehingga dapat memperoleh trophy kategori creative technology dan berhak membawa pulang uang 1 juta won.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ahmad Dhani: Saya Dijanjikan Kursi Menteri …

Anjo Hadi | | 24 April 2014 | 23:45

Lost in Translation …

Eddy Roesdiono | | 24 April 2014 | 22:52

PLN Gagap Online …

Andiko Setyo | | 24 April 2014 | 23:40

Drawing AFC Cup U-19: Timnas U-19 Berpotensi …

Primata Euroasia | | 24 April 2014 | 21:28

Mengenal Infrastruktur PU Lewat Perpustakaan …

Kompasiana | | 21 April 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Partai Manakah Dengan Harga Suara Termahal? …

Chairul Fajar | 12 jam lalu

Siapa yang Akan Bayar Utang Kampanye PDIP, …

Fitri Siregar | 12 jam lalu

Riska Korban UGB jadi “Korban” di Hitam …

Arnold Adoe | 13 jam lalu

Tangis Dahlan yang Tak Terlupakan …

Dedy Armayadi | 16 jam lalu

Di Mana Sebenarnya MH370? Waspada Link …

Michael Sendow | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: