Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Benedectus Arsianto Budi Nugroho

penyakit yang saya takuti bukanlah lepra,TBC, stroke, melainkan tidak dikehendaki, dicintai, dan tidak dipedulikan

Peran Pendidikan Bagi Pembangunan

OPINI | 29 May 2013 | 08:05 Dibaca: 468   Komentar: 0   1

Peranan pendidikan sangat berpengaruh dalam pembangunan suatu negara karena negara yang maju sudah pasti memiliki mutu pendidikan yang sangat baik di negaranya . Karena jika negara mempunyai generasi penerus yang cerdas pasti para penerus akan memperbaiki pembangunan terhadap Negara . Pendidikan sangatlah penting untuk menentukan kedudukan suatu bangsa . ilmu pengetahuan teknologi suatu negara juga mempengaruhi kemajuan negara . contoh saja Indonesia, negara kita ini masih lemah dari sektor pendidikan dibanding negara maju seperti jepang , jerman , negara maju lainnya . Ini di karenakan di negara Indonesia masih banyak masalah pendidikan yang belum diselesaikan oleh pemerintah seperti masih banyaknya bangunan sekolah yang tidak layak untuk belajar dan pengembangan metode belajat yang masih jauh dari harapan . maka dari itu Indonesia sampai saat ini masih di kategori kan sebagai negara berkembang. Contoh saja seperti negara maju jepang , jepang terkenal dengan teknologinya yang berkembang sangat pesat hal ini tidak lepas dari pendidikan yang sangat baik di jepang . karena jepang sangat mementingkan pendidikan agar muncul para penerus negaranya yang memiliki tingkat intelektual yang kuat dan memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi hal inilah yang membuat jepang menjadi negara maju . Syarat negara yang paling utama untuk menjadi Negara maju adalah memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang tinggi .

Tapi negara Indoensia sekarang masih bisa berbangga, walaupun kalah di dalam teknologi tapi kenyataannya bisa menciptakan teknologi-teknologi terbarunya seperti yang dilakukan mahasiswa Fakultas Teknik UNY, diambil dari berita di uny.ac.id. Tim mobil listrik dari Universitas Negeri Yogyakarta, setelah mampu mengibarkan bendera merah putih dalam kompetisi internasional di Seoul, Korea Selatan. Tim Garuda UNY menjuarai kategori creative technology mengungguli 39 tim mobil listrik lainnya. Ahmad Yulianto, selaku team leader menuturkan bahwa mobil listriknya “UNY EVO” mengaplikasikan 3 teknologi yang tidak digunakan oleh tim lainnya, yaitu quick release steering wheel, LCD on steering wheel, dan electric differential. Melalui inovasi-inovasi teknologi tersebutlah tim Garuda UNY mampu menyingkirkan tim-tim lainnya sehingga dapat memperoleh trophy kategori creative technology dan berhak membawa pulang uang 1 juta won.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 7 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 13 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 14 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 15 jam lalu

Ini Pilihan Jokowi tentang Harga BBM …

Be. Setiawan | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 8 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 9 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 9 jam lalu

Marah, Makian, Latah. Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: