Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

WEAP dan Aquarius, Aplikasi Gratis untuk Alokasi Sumber Daya Air

OPINI | 29 May 2013 | 23:03 Dibaca: 197   Komentar: 0   1

Pernahkah anda mendengar kata WEAP? mungkin sebagian orang pernah mendengarnya dan sebagian lagi jarang bahkan tidak pernah mendengarnya. Bagaimana dengan Aquarius? Ya… saya yakin kata tersebut bukanlah kata yang asing.  Aquarius adalah nama salah satu zodiak berdasarkan kelahiran kita.

Namun kali ini bukan “Aquarius” itu yang dimaksud. WEAP (Water Evaluation And Planning ) dan Aquarius adalah dua buah aplikasi yang digunakan dalam pengelolaan sumberdaya air khususnya dalam alokasi sumber daya air. Berita baiknya kedua aplikasi tersebut bisa diunduh gratis dari website berikut:

WEAP bisa diunduh dari http://www.weap21.org/ dan Aquarius bisa diunduh dari http://www.fs.fed.us/rm/value/aquarius

Walaupun keduanya memiliki fungsi yang sama, artinya sama sama digunakan untuk aplikasi pengelolaan sumberdaya air terutama alokasi sumber daya air, keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. WEAP menggunakan pendekatan prioritas pengguna dalam algoritma alokasi sumberdaya air sedangkan Aquarius menggunakan pendekatan ekonomi.

Perlu ditekankan juga bahwa alokasi sumberdaya air akan diperlukan  jika sumbserdaya air yang tersedia dalam kondisi terbatas. Sehingga perlu dialokasikan untuk mendapatkan nilai yang maksimum dari air tersebut berdasarkan tujuan alokasi. Jika air yang tersedia dalam kondisi tidak terbatas maka alokasi menjadi tidak bermanfaat dalam arti tidak perlu melakukan alokasi sumberdaya air.

Pendekatan yang digunakan oleh WEAP dalam mengalokasikan sumberdaya air kepada setiap pengguna adalah dengan menentukan prioritas dari pengguna terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan meminimalkan perbedaan antara kebutuhan dan alokasi. Artinya secara keseluruhan perbedaan antara permintaan dari pengguna dan jumlah sumberdaya yang dialokasikan diusahakan sekecil mungkin. Berbeda dengan WEAP, Aquarius akan menghitung berapa nilai ekonomi dari masing-masing pengguna per m3 air yang dialokasikan. Dengan demikian air kemudian dialokasikan dengan tujuan untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari sumberdaya air tersebut.

Jadi jelas bahwa keduanya memiliki persamaan fungsi namun tujuan pengalokasiannya berbeda. Untuk Indonesia, dengan sumberdaya air yang berlimpah namun sering dijumpai kondisi kekeringan di saat musing kering datang, tentu masih ada yang salah dalam mengelola sumberdaya air. Apakah pola yang digunakan berdasarkan WEAP atau berdasarkan Aquarius? Namun perlu diperhatikan juga bahwa jika nilai ekonomi menjadi tujuan pengalokasian sumberdaya air, maka air untuk pertanian menjadi akan semakin sulit karena nilai ekonomi air untuk pertanian hampir mendekati nol karena petani selama ini tidak membayar dari sejumlah air yang digunakan untuk irrigasi. Pembayaran irrigasi (jikapun ada) diperuntukkan untuk keperluan sarana dan prasarana irrigasi bukan untuk air irrigasi. Jadi jika pendekatan ekonomi yang digunakan maka semua air akan dialokasikan kepada yang membayar…

Jadi, siapakah yang menang WEAP atau Aquarius?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 9 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 13 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 14 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 15 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: