Back to Kompasiana
Artikel

Edukasi

Kukuh Adhi Nugroho

PKnH Uny 2011| Banjarnegara| "Berani kotor itu baik"

Makna Sila Persatuan Indonesia

OPINI | 31 May 2013 | 23:31 Dibaca: 2144   Komentar: 0   0

Makna sila persatuan Indonesia

Hakikat persatuan sebagai dasar Negara ialah sifat-sifat dan keadaan Negara harus sesuai dengan hakikat satu dalam arti mutlak tidak terbagi dan terpisahkan dari yang lain. Jika persatuan Indonesia dikaittkan dengan pengertian modern saat ini, maka disebut nasionalisme. Nasionalisme adalah perasaan satu sebagai suatu bangsa, satu dengan seluruh warga yang ada dalam masyarakat. Oleh karena itu rasa satu yang demikian kuatnya, maka dari pada timbul rasa cinta bangsa dan tanah air. Akan tetapi perlu diketahui bahwa rasa cinta bangsa dan tanah air yang kita miliki di Indonesia bukan yang menjurus kepada Chauvinisme, yaitu rasa yangmengagungkan bangsa sendiri, dengan merendahkan bangsa lain. Dengan demikian jelaslah bahwa konsekuensi lebih lanjut dari kedua hal tadi adalah menggalang persatuan dan kesatuan bangsa. Hal-hal yang sifatnya tidak sejalan dengan persatuan dan kesatuan, misalnya penonjolan kekuasaan,penonjolan keturunan, agar tidak terwujud sebagai suatu prinsip dalam masyarakat Indonesia.

Perlu diketahui ikatan kekeluargaan, kebersamaan di Indonesia sejak dulu sampai sekarang lebih dihormati dari pada kepentingan pribadi. Namun, tentunya semangat ini bagi bangsa Indonesia mengalami dinamika sendiri. Pada saat ini justru nasionalisme bangsa Indonesia, ditantang dan dalam kondisi yang agak rapuh, karena banyak elemen bangsa yang lebih mementingkan kepentingan pribadi atau golonga daripada kepentingan bangsa dan negara.

pancasila sebagi alat pemersatu bangsa Indonesia, maka kita harus jaga bersama. hal ini dengan mengamalkan sila-sila Pancasila, terutama sila ketiga yang mempunyai makna untuk persatuan bangsa indonesia. Sebagai warganegara Indonesia kita harus bersatu untuk kasatuan bangsa Indonesia yang merupakan negara yang memiliki bangsa, ras ,dan agama. Sila ketiga sangatlah tercermin dari adanya sikap kita untuk menghargai dan menghormati sesama warganegara.

Disebutkan bahwa sila ketiga yang merupakansila penting untuk mengamalkan persatuan dapat diartikan sebagai upaya untuk membuat satu, yang akhirnya menuju pada persatuan dan kesatuan. Karena itu hakikatsila ini ialah sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat satu. Hakikat satu ialah mandiri yang terpisahkan dan terbedakan dari yang lain (dalam buku Pemikiran Tentang FilsafatPancasila: Dra. Hartati Soemasdi).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 9 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: